SENTRA PRODUKSI PERIKANAN DI SALIBABU (Penerapan Revolusi Biru Dalam Arsitektur)

Authors

  • Indriani Laloma
  • Hanny Poli
  • Frits O. P. Siregar

DOI:

https://doi.org/10.35793/daseng.v3i1.5576

Abstract

Pembangunan ekonomi kelautan dan perikanan sangatlah dibutuhkan bagi daerah-daerah yang memiliki sumberdaya ikan yang potensial termasuk Kabupaten Kepulauan Talaud. Hal ini dikarenakan wilayah perairan laut Kabupaten Kepulauan Talaud relatif besar dibandingkan dengan wilayah perairan laut kabupaten/kota yang lain sehingga, luasnya dapat diestimasi sekitar 10% dari luas WPP-RI 716. Diperkirakan potensi lestari sumberdaya ikan di Kabupaten Kepulauan Talaud sebesar 33.360 ton/tahun. Namun, Kondisi yang memiliki nilai keuntungan tinggi ini belum bisa dimanfaatkan di Kabupaten Kepulauan Talaud, karena hasil tangkapan yang didapat masih dipasarkan keluar daerah.

Mengingat pentingnya potensi sumberdaya ikan di Kabupaten Kepulauan Talaud, maka diperlukan adanya pembangunan “Sentra Produksi Perikanan†dimana didalamnya berlangsung kegiatan mengelolah sumberdaya ikan dari bahan baku menjadi bahan jadi berupa ikan kaleng yang ada di Kabupaten Kepulauan Talaud yang berlokasi di Salibabu berdasarkan RTRW Kabupaten Kepulauan Talaud yaitu sebagai pusat pelayanan sekunder untuk pusat perdagangan, jasa, dan industry perikanan.

Pembangunan perencanaan menerapkan prinsip “Revolusi Biru dengan konsep Pembangunan Berkelanjutan†yang mempertahankan sumberdaya alam dan lingkungan ekologis manusia. Lewat konsep perancangan ini diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumberdaya ikan yang ada untuk kesejahteraan, dan mutu hidup generasi masa kini dan masa yang akan datang.

 

Kata Kunci : Sentra Produksi Perikanan, Revolusi Biru, Pembangunan Berkelanjutan, Salibabu

Downloads

Published

2014-09-15