<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" href="https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/lib/pkp/xml/oai2.xsl" ?>
<OAI-PMH xmlns="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/
		http://www.openarchives.org/OAI/2.0/OAI-PMH.xsd">
	<responseDate>2026-04-04T06:07:52Z</responseDate>
	<request from="2023-05-10" metadataPrefix="oai_dc" verb="ListRecords">https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/oai</request>
	<ListRecords>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/358</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:23Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">FLOATING PARK SEBAGAI PENUNJANG WATERFRONT CITY DAN SOLUSI TERHADAP KEBUTUHAN RUANG TERBUKA HIJAU DALAM WILAYAH PERKOTAAN</dc:title>
	<dc:creator>Fransz, Jerry M.</dc:creator>
	<dc:creator>Tondobala, Linda</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Karya tulis ini bertujuan untuk mempelajari mengenai Floating Park dalam fungsinya sebagai lahan tambahan untuk taman publik. Penyajian masalah berkaitan dengan konsep waterfront, penyediaan Ruang Terbuka Hijau, serta solusinya berupa taman publik pada struktur terapung.  Dalam pembahasannya menyajikan mengenai sistem struktur, persyaratan berkaitan dengan lingkungan dan berbagai fasilitas yang direncanakan. Penyajian data diperoleh dari hasil studi literatur.  Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa Floating Park dapat menjadi sebuah solusi alternatif bagi penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk area perkotaan. Solusi tersebut khusus memperhatikan aspek struktural dan lingkungan air sebagai konteks, sesuai dengan kondisi yang beragam di lapangan. Selain itu juga memperhatikan ketersediaan fasilitas penunjang mengingat fungsinya sebagai taman publik.   Kata Kunci: RTH Publik, Floating Park, Waterfront</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/358</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.358</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 1-6</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/358/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/359</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:23Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KOMPARASI KONSEP ARSITEKTUR HIBRID DAN ARSITEKTUR SIMBIOSIS</dc:title>
	<dc:creator>Ningsar, _</dc:creator>
	<dc:creator>Erdiono, Deddy</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Postmodern merupakan suatu gaya desain yang kompleks dan kontradiktif dalam Arsitektur, yang menghargai adanya prulal atau keberagaman dan perbedaan sehingga muncullah tema-tema yang merupakan konsep atau metode penggabungan keberagaman atau perbedaan tersebut dalam perancangan. Diantaranya konsep Hibrid yang dikemukakan oleh Charles Jenkcs dan Simbiosis oleh Kisho Kurokawa.  Hibrid merupakan percampuran atau pekawinan elemen-elemen yang saling bertentangan. Sedangkan Simbiosis merupakan perpaduan antara dua unsur yang berbeda dalam satu entitas, yang di dalamnya kedua unsur tersebut masih independen. Dengan demikian kedua metode ini, yakni Hibrid dan Simbiosis merupakan metode penggabungan dari pluralitas atau perbedaan dari suatu rangkaian kehidupan atau budaya yang beragam di era-posmodern.    Kata kunci: Komparasi, Hibrid, Simbiosis  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/359</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.359</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 7-14</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/359/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/360</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:24Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KONSEP LINGUISTIK DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR</dc:title>
	<dc:creator>Rawung, Astrid</dc:creator>
	<dc:creator>Makainas, Indradjaja</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK    Karya tulis ini menjelaskan tentang konsep Linguistik yang di hubungkan dalam suatu rancangan Arsitektur. Konsep ini untuk mengkaji sejauh mana pemahaman konsep Linguistik yang dapat menyatu dengan Arsitektur, sehingga dapat melahirkan suatu ide-ide rancangan yang komprehensif dengan penggabungan tata bahasa komunikasi dan objek yang akan dirancang.  Sebagian besar perancang / para Arsitek membawa pengetahuan individu dan perspektif untuk tim kerjanya, termasuk dalam mengemukakan hipotesis perancang.  Hipotesis kemudian diuji dalam bentuk pengamatan dengan tata bahasa struktur (bahasa melalui konsep yang disajikan). Bahasa bermain setidaknya dua peran dalam suatu desain. Pertama, bahasa berfungsi sebagai representasi dari ide dan konsep melalui perilaku Linguistik yang mewakili struktur pemikiran selama proses desain. Kedua, bahasa juga melakukan tindakan dan dapatÂ  menciptakan hasil karyad alam bentuk yang dahulunya berupa struktur pemikiran, kini dapat menjadi objek-objek rancangan bangunan yang terstruktur.Hal ini memungkinkan para perancang untuk memiliki hubungan yang jelas, antara ide-ide yang tersimpan dalam pikiran masing-masing dan dari semuanya itu, dapat menghasilkan komunikasi dalam konsep desain bentuk dan ruang yang Arsitektural.   Kata Kunci: Linguistik, Bahasa </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/360</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.360</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 15-20</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/360/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/361</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:24Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN SEMIOTOKA DALAM ARSITEKTUR TRADISONAL MINAHASA</dc:title>
	<dc:creator>Dariwu, Claudia T.</dc:creator>
	<dc:creator>Rengkung, Joseph</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK    Semiotika sebagai ilmu tentang Tanda, memandang Arsitektur secara lebih utuh lewat komunikasi visual.Â  Dimana komunikasi ini dapat menginformasikan suatu nilai yang terkandung didalamnya bahkan mendeskripsikan suatu konteks budaya atau zaman Arsitektur itu dijewantahkan.Â  Semiotika dibagi menjadi Semiotika Signifikasi dan Komunikasi.Â  Semiotika Signifikasi lebih berorientasi pada ranah Linguistik sedangkan Semiotika Komunikasi meliputi banyak hal yang punya keterkaitan dengan Tanda.   Semiotika dalam Arsitektur adalah merupakan Bahasa Simbol yang memberi informasi kepada pengamat lewat bentuk-bentuk tertentu.Â  Dengan demikian, maka proses pemaknaan sebuah bangunan yang ingin di sampaikan sang arsitek, akan mampu atau setidaknya dihayati oleh setiap individu Â pemakai/pengguna bangunan.Â  Pemaknaan sebuah objek Arsitektural tidak hanya terbatas pada bentuk atau tampak saja tapi diharapkan akan mampu mengartikan hal yang esensial terselubung dalam bentuk yang dapat diidentifikasi melalui pengamatan yang mendalam.  Arsitektur Tradisional Minahasa sebagai cermin nilai budaya tergambar dalam perwujutan bentuk, struktur, tata ruang, dan ragamÂ  hias, dimana bentuk fisik rumah tradisional walaupun tidak mengabaikan rasa keindahan (estetika), namun tetap terikat oleh nilai-nilai budaya yang berlaku dalam masyarakat. Hal tersebut dapat di lihat dan terkomunikasi melalui bentuk dan metode perwujudannya.    Kata kunci: Semiotika, Signifikasi, Komunikasi, Tradisional, Minahasa  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/361</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.361</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 21-29</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/361/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/362</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:24Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENERAPAN PRINSIP PRINSIP SENI EKSPRESIONISME DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR</dc:title>
	<dc:creator>Mudeng, Janny</dc:creator>
	<dc:creator>Siswanto, Wahyudi</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK    Karya tulis ini bertujuan untukÂ  untuk mengingatkan kembali tentang prinsip dan ciri-ciri Arsitektur Ekspresionis yang benar, yang di mana akan dapat kita terapkan kembali ke dalam suatu perancangan Arsitektural, atau Regionalisme yang diakui dalam Arsitektur Post Modern. Pembahasan ini ditempuh melalui studi literatur disertai analisis terhadap teori-teori yang diperoleh dalam karya-karya Arsitektur yang mewakilinya, hasil pembahasan ini kemudian dipresentasikan secara deskriptif untuk memperoleh kesimpulan yang relevan. Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa ekspresionis dalam Arsitektur yaitu adalah usaha untuk menghargai kebebasan berimajinasi dan kebebasan mencipta yang merupakan Seni dalam Arsitektur. Kebebasan yang dimaksud ini adalah Seni yang tidak hanya dibatasi oleh modul yang akan menjadikan bentuk bangunan terlihat kaku dan monoton. Bentuk ekspresinya biasa terdapat pada emosi kemarahan dan depresi serta emosi bahagia.   Kata Kunci: Ekspresionisme, Arsitektur</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/362</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.362</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 30-36</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/362/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/363</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:24Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ATMOSPHERES - PARAMETER DESAIN PETER ZUMTHOR DALAM ARSITEKTUR</dc:title>
	<dc:creator>Langi, Jean S. P.</dc:creator>
	<dc:creator>Tinangon, Alvin J.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Kehadiran karya tulis ini merupakan buah pikir dalam menanggapi pesatnya perkembangan Arsitektur serta fenomena-fenomena yang muncul di dunia Arsitektur; dengan tujuan untuk dapat membuka wawasan serta membawa pemahaman yang hakiki terhadap Arsitektur serta mengetahui bagaimana seharusnya kita ber-Arsitektur. Penulisan ini membahas tentang Sembilan Atmosfir Desain Arsitektur dari Peter Zumthor, yakni: The Body of Architecture, Material Compatibility, The Sound of a Space, The Temperature of Space, Surrounding Objects, Tension Between Interior and Exterior, Levels of Intimacy, dan Light on Things. Kesembilan aspek desain ini merupakan parameter yang digunakan Peter Zumthor dalam mendesain Ruang dan Bangunan Arsitektural.  Metode yang digunakan dalam mengkaji penulisan ini adalah dengan mengambil tiga objek arsitektural karya Peter Zumthor, kemudian dianalisis keterkaitannya dengan kesembilan atmosfir desain.  Hasil dari pembahasan kemudian dijabarkan dalam suatu Strategi Implementasi Tematik dimana kesembilan atmosfir desain tersebut diimplementasikan pada elemenâ€“elemen yang ada pada Konsep Desain Arsitektur.   Kata kunci: Peter Zumthor, Atmosfir Desain, Arsitektur</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/363</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.363</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 37-44</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/363/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/364</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:24Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">ALGOTECTURE (ALGORITHMIC ARCHITECTURE)</dc:title>
	<dc:creator>Pieter, Daniel W. B.</dc:creator>
	<dc:creator>Mandey, Johansen C.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Pada dasarnya Arsitektur merupakan gabungan dari seni dan teknik, tapi saat ini dengan perkembangan digital, peranan komputer dalam proses desain menjadi sangat penting. Arsitektur Algoritmik mengambil peranan penting dalam hal ini, dengan kerumitannya dan pola desainnya yang benar-benar mempesona. Karya tulis ini bertujuan untuk mempelajari tentang Algoritma yang dapat memberikan solusi pada permasalahan desain dalam Arsitektur seperti perletakan ruang, pola struktur, bahkan nilai estetika.  Masalah dari penggunaan Algoritmik dalam desain adalah kepastiannya antara angka dan konsep, untuk beberapa desainer terasa terlalu mengatur. Banyak desainer tidak tertarik pada komposisi Matematis Desain, melainkan hanya pada Komposisi itu sendiri.  Pembahasan ini menyajikan mengenai Pengertian Algoritma, Algoritma dalam Arsitektur, serta beberapa Studi Kasus yang diharapkan dapat memmbantu para desainer untuk keluar dari permasalahan Matematis Desain. Dari keseluruhan penulisan diperoleh hasil bahwa, Arsitektur Algoritmik merupakan suatu penerapan Algoritma ke dalam Arsitektur, yang bisa memperluas batas pemikiran manusia dalam menciptakan bentukan geometri non-linear, membantu memecahkan masalah perletakan ruang, bahkan masalah struktur, dengan solusi-solusi alternatif yang berkelanjutan.   Kata kunci: Arsitektur, Algoritmik</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/364</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.364</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 45-51</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/364/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/365</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:24Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAJIAN PRINSIP â€˜ECO FRIENDLY ARCHITECTUREâ€™,  STUDI KASUS: SIDWELL FRIENDS MIDDLE SCHOOL</dc:title>
	<dc:creator>Pane, Kesha A.</dc:creator>
	<dc:creator>Suryono, _</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Era globalisasi sekarang ini, banyak perancangan bangunan yang tidak memerhatikan keselarasan antara bangunan dengan alam dan lingkungan sekitar. Contohnya: dalam hal pemanfaatan sumber daya alam, penggunaan material dan teknologi yang tidak ramah terhadap alam. Oleh karena itu, perancangan bangunan (Arsitektur) sebagai penyumbang 45% gas COÂ² di bumi mempunyai andil besar memicu Pemanasan Global (global warming) dan berakibat pada turunnya kualitas lingkungan.  Dari semua gejala alam yang sudah terjadi, kini sudah saatnya untuk lebih memahami alam agar tidak terjadi kerusakan alam yang lebih parah. Salah satu upaya pendekatan rancangan Arsitektur yang selaras dan ramah terhadap alam yaitu melalui Eco Friendly Architecture. Dalam prinsipnya, pembangunan akan dirancang secara holistik atau memiliki hubungan dengan ekosistem secara keseluruhan. Selain itu melalui pendekatan ini diharapkan dapat menghasilkan konsep-konsep perancangan Arsitektur yang hemat energi, ikut menjaga kelangsungan ekosistem, memanfaatkan sumber daya alam yang dapat dan tidak dapat diperbarui secara efisien dan daur ulang.  Salah satu contoh penerapan konsep bangunan yang bersertifikat Eco Friendly Architecture yaitu bangunan â€˜Sidwell Friends Middle Schoolâ€™. Dalam bangunan ini, upaya penggunaan sumber daya alam secara efisien, daur ulang dan Eco-green dilakukan untuk menjaga keseimbangan alam dengan tidak merusak tanah, air dan udara, tanpa mengabaikan kesejahteraan dan kenyamanan manusia secara fisik, sosial dan ekonomi secara berkelanjutan.   Kata kunci: Eco Friendly Architecture, Sidwell Friends Middle School   </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/365</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.365</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 52-59</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/365/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/366</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:25Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">STUDI SISTEM PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN ALAMI PADA TIPOLOGI UNDERGROUND BUILDING</dc:title>
	<dc:creator>Salim, Emil</dc:creator>
	<dc:creator>Van Rate, Johanes</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Karya tulis ini berisikan kajian studi sistem pencahayaan alami dan penghawaan alami pada bangunan yang bertipologi underground building atau bangunan bawah tanah. Dalam hal ini underground building bukan merupakan bangunan yang tertutup sepenuhnya dari ruang luar melainkan bangunan yang kuat dan tahan air, yang dilindungi, dan ditutupi dengan tanah dan berbagai tanaman sehingga erat hubungannya dengan green architecture.  Underground building sering dikaitkan dengan 2 (dua) masalah penting,Â  yaitu bagaimana mendapatkan pencahayaan yang alami dan bagaimana mendapatkan penghawaan yang alami mengingat posisi bangunan yang tertutup dengan tanah. Maka dari itu, kajian studi sistem pencahayaan alami dan penghawaan alami ini merekomendasikan berbagai cara dalam memberikan pencahayaan dan penghawaan alami yang ideal pada bangunan yang tertutup oleh tanah, juga menegaskan pentingnya perancangan bangunan sekarang ini yang seharusnya hemat energi dan ramah lingkungan.   Kata kunci: Pencahayaan, Penghawaan, Alami, Undergroun, Building </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/366</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.366</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 60-65</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/366/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/367</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:25Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGARUH LUAS BUKAAN VENTILASI TERHADAP PENGHAWAAN ALAMI DAN KENYAMANAN THERMAL PADA RUMAH TINGGAL HASIL MODIFIKASI DARI RUMAH TRADISIONAL MINAHASA</dc:title>
	<dc:creator>Toisi, Novan H.</dc:creator>
	<dc:creator>Kussoy, John W.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">ABSTRAK   Pembangunan rumah tinggal akhir-akhir ini semakin meningkat pesat, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk. Rumah-rumah ini tentu saja memerlukan rancangan yang sesuai dengan si penghuni/pemilik sehingga bisa mewakiliÂ  identitas/citra diri. Identitas, bisa digali dari khasanah budaya tradisional yang ada. Arsitektur Tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia sangatlah beragam, salah satunya Minahasa. Di Kota Manado sendiri terdapat cukup banyak masyarakat yang memilih rumah tinggal hasil modifikasi dari rumah Tradisional Minahasa sebagai tempat hunian karena selain praktis dibangun juga sebagai upaya pelestarian terhadap Arsitektur Tradisional Minahasa.  Dalam rangka untuk melestarikan kebudayaan Minahasa telah banyak dilakukan kajian-kajian mengenai Arsitektur Tradisional Minahasa, salah satunya kajian mengenai permasalahan Non-fisik seperti: karakter, citra, norma-norma dan sosial budaya lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan masa mendatang, tentunya dibutuhkan juga pendekatan dari sisi fisik, salah satunya yaitu Kenyamanan Termal dan Penghawaan Alami, sehingga memenuhi tuntutan kenyamanan dan kesehatan sebagai bangunan tempat tinggal.   Kenyamanan Termal dan Penghawaan Alami salah satunya dipengaruhi oleh Luas Bukaan Ventilasi pada Selubung Bangunan yang mengalirkan udara kedalam bangunan sehingga akan terjadi pertukaran udara dalam bangunan. Analisis pengaruh Luas Bukaan Ventilasi terhadap Kenyamanan Termal dan Penghawaan Alami akan dilakukan dengan menyimpulkan pengaruh Luas Bukaan terhadap Kecepatan Angin dalam bangunan disaat menyentuh Kulit, di saat jendela tertutup dan terbuka, serta menyimpulkan apakah Kecepatan Angin tersebut memenuhi standar dalam bangunan. Penelitian ini juga menyimpulkan apa saja elemen bangunan yang harus dirubah dan yang harus dipertahankan untuk perancangan rumah tinggal hasil Modifikasi dari Rumah Tradisional Minahasa dimasa mendatang. Â  Kata kunci: Luas Bukaan Ventilasi, Kenyamanan Termal, Penghawaan Alami</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-05-01</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:format>application/pdf</dc:format>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/367</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i1.367</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 1 (2012): EDISI PERDANA Volume 1 No.1 Mei 2012; 66-73</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:language>eng</dc:language>
	<dc:relation>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/367/pdf</dc:relation>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/569</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:25Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">KAMPUNG WISATA MINAHASA DI TONDANO - Eksplorasi Kebudayaan Tradisional di Minahasa</dc:title>
	<dc:creator>Tangkuman, Dwi Junita</dc:creator>
	<dc:creator>Mononimbar, Windy J.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">KAMPUNG WISATA MINAHASA DI TONDANO (EKSPLORASI KEBUDAYAAN TRADISIONAL MINAHASA)   Dwi Juwita Tangkuman[1]  Windy J. Mononimbar,ST.,MT[2]  Â  ABSTRAK Minahasa merupakan daerah berbudaya. Kehidupan yang harmonis antar sub suku dan kearifan lokal masyarakat mengidentifikasikan bahwa masih adanya nilai-nilai kebudayaan tradisional yang melekat dalam kehidupan masyarakat Minahasa. Kenyataan lain mengungkapkan bahwa telah terjadi pergeseran nilai-nilai kebudayaan tradisional ke nilai-nilai yang muncul akibat perubahan gaya hidup dan pola pikir masyarakat modern. Hal ini patut diantisipasi lewat upaya penggalian, pelestarian, pengembangan serta pembinaan dengan menghadirkan suatu wadah yang dapat mengangkat kembali nilai-nilai kebudayaan tradisional Minahasa. Untuk itu dihadirkanlah objek Kampung Wisata Minahasa yang berlokasi di kota Tondano, sebagai suatu kawasan di ibukota Kabupaten Minahasa yang dapat merepresentasikan dan merekam kembali pola hidup masyarakat tradisional Minahasa dengan segala produk hasil karya kebudayaannya.  Tema Eksplorasi Kebudayaan Tradisional Minahasa diangkat untuk mengoptimalkan perancangan objek Kampung Wisata Minahasa, dalam pengaplikasiannya menggali lebih dalam lagi unsur-unsur kebudayaan Minahasa, serta mengkolaborasikannya dengan lokasi yang berada dalam lingkungan masyarakat yang masih lekat dengan budaya Minahasa.  Dengan dihadirkannya objek Kampung Wisata Minahasa diharapkan dapat berimplikasi positif terhadap masyarakat Minahasa guna meningkatkan kesadaran berbudaya, selain itu diharapkan juga dapat memiliki prospek yang baik terhadap pendapatan daerah dalam sektor pariwisata, dengan berkembangnya objek ini sebagai tujuan para wisatawan baik domestik maupun Internasional. Kata kunci : Kampung wisata, Minahasa, Eksplorasi kebudayaan  [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/569</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.569</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 1-11</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/570</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:25Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REDESAIN TERMINAL PELABUHAN REGIONAL DI MELONGUANE KABUPATEN TALAUD - Arsitektur Tepi Air</dc:title>
	<dc:creator>Maniara, Yuratni</dc:creator>
	<dc:creator>Mononimbar, Windy J.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">REDESAIN TERMINAL PELABUHAN REGIONAL DI MELONGUANE KABUPATEN TALAUD (ARSITEKTUR TEPI AIR)   Yuratni Maniara1 Windy J. Mononimbar2   ABSTRAK  Kabupaten Kepulauan Talaud khususnya Melonguane sebagai Ibukota Kabupaten, merupakan daerah bahari karena memiliki luas perairan yang lebih besar dari luas wilayah daratan, untuk itu ketersediaan prasarana dan sarana transportasi laut yang memadai sangat diperlukan, karena terminal penumpang merupakan salah satu sarana penunjang angkutan laut yang berfungsi sebagai media alih moda transportasi di daerah ini belum memenuhi standar pelayanan, baik fasilitas pokok dan fasilitas penunjang pelabuhan sehingga berpengaruh dalam kelancaran dan kenyamanan pergerakan penumpang. Melihat kondisi terminal pelabuhan Melonguane saat ini, sudah seharusnya diredesain kembali dengan mempertimbangkan peranannya terhadap terminal itu sendiri.  Dalam mendesain kembali Terminal Pelabuhan Regional, maka harus direncanakan secara matang dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekarang ini. Berangkat dari keterkaitanÂ  antara bangunan/objek rancangan dengan tapak yang berada di kawasan tepi air maka tema yang diambil yaitu Arsitektur Tepi Air, dimana terminal pelabuhan dengan konsep ini dapat mewujudkan suatu lingkungan yang tertata dengan baik serta menghadirkan fungsi-fungsi yang mewadahi kegiatan dalam kawasan tepi air secara efektif dan fungsional.  Dengan dihadirkan objek rancangan Terminal Pelabuhan Regional di Melonguane, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas transportasi laut di Kabupaten Talaud, serta dapat merangsang peningkatan pembangunan terutama bidang perekonomian dan bidang-bidang usaha lainnya.  Kata Kunci : Terminal Pelabuhan, Redesain, Arsitektur Tepi Air  Â  Â   [1] Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur     UNSRAT 2 Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT Â </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/570</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.570</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 12-21</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/571</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:25Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REDESAIN TERMINAL TIPE A MALALAYANG DI MANADO - Linkage sebagai Pendekatan Desain</dc:title>
	<dc:creator>Meloke, Frisylia</dc:creator>
	<dc:creator>Makainas, Indradjaja</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">REDESAIN TERMINAL TIPE A MALALAYANG DI MANADO (LINKAGE SEBAGAI PENDEKATAN DESAIN)    Frisylia Meloke[1] Indradjaja Makainas[2]   ABSTRAK Transportasi memiliki posisi yang penting dalam menunjang aktifitas sehari-hari serta mobilitas yang tinggi dari masyarakat. KarenaÂ  pentingnya keberadaan transportasi maka perencanaan dan pengembangannya pun perlu ditata dalam satu kesatuan sistem yang terpadu, yaitu perlu dibangun dan diselenggarakan terminal. Eksistensi sebuah terminal menempati posisi penting sebagai bagian dari konsep transportasi, khususnya transportasi darat. Di Kota Manado sendiri terdapat beberapa terminal, salah satunya Terminal AKAP Malalayang, yang juga merupakan satu-satunya terminal tipe A yang ada di Sulawesi Utara. Kondisi terminal AKAP Malalayang ini sudah tidak sejalan lagi dengan perkembangan Kota Manado, dimana tidak adanya langkah antisipatif pada awal perencanaan dan perancangan terminal ini, sehingga menimbulkan masalah baik masalah sirkulasi, fungsi maupun pelayanannya. Dengan melihat kondisi ini, maka sudah sepatutnya untuk meredesain terminal ini. Dalam perencanaan ini, dilakukan pendekatan desain tematik dengan konsep &quot;Linkage sebagai Pendekatan Desain&quot;, konsep ini menegaskan hubungan-hubungan dan gerakan-gerakan (dinamika) sebuah tata ruang kawasan yang dapat menyatukan bagian-bagian dalam kawasan terminal menjadi satu kesatuan, serta dapat menciptakan keteraturan dalam satu kawasan.    Kata kunci : Transportasi, Terminal Tipe A, Linkage.  [1] Mahasiswa Program Studi Â S1 Teknik Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Teknik Arsitektur UNSRAT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/571</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.571</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 22-31</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/572</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:25Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">REDESAIN PASAR CITA BITUNG - Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat</dc:title>
	<dc:creator>Seredity, Christina</dc:creator>
	<dc:creator>Tilaar, Sonny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">REDESAIN PASAR CITA DI BITUNG (ARSITEKTUR BERWAWASAN PERILAKU MASYARAKAT)   Christina Seridity[1]  Ir.Sonny Tilaar.,M.Si[2]  Â  ABSTRAK Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Kota Bitung merupakan wilayah kota yang pada hakekatnya sebagai pusat kegiatan ekonomi bagi kota itu sendiri maupun wilayah sekitarnya.Tepatnya berada di Kecamatan Maesa yaitu pasar Cita namun pasar tersebut kurang tertata dengan baik, Maka ada beberapa fasilitas dan infrastruktur yang harus dan ditata  kembali.  Sebagai pendukung kegiatan di dalamnya menggunakan Tema â€œArsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakatâ€ karena objek perancangan berkaitan dengan kenyamanan seseorang baik dengan ruangan (tempat ia beraktifitas) maupun kenyamanan yang diberikan objek terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya.  Kata kunci: Bitung, Redesain, Arsitektur Berwawasan Perilaku Masyarakat.   [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Â Dosen Â Pengajar Arsitektur UNSRAT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/572</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.572</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 32-40</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/573</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:26Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">OPTIMALISASI SISTEM SIRKULASI DAN PENZONINGAN DALAM PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL AIRMADIDI</dc:title>
	<dc:creator>Oley, Jessie</dc:creator>
	<dc:creator>Warouw, Fela</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">OPTIMALISASI SISTEM SIRKULASI DAN PENZONINGAN DALAM PERANCANGAN PASAR TRADISIONAL AIRMADIDI 1. Jessie Lia Oley[1]2. Fela Warouw[2]   ABSTRACT   Traditional Market Airmadidi located at strategic locations in the capital of the North Minahasa district. Bargaining system which is the natural advantages of the traditional market are still occured in this market. But the image of traditional markets are identical with chaotic, dirty and smelly lead an uncomfortable situation for buyers and traders. This is caused by the space and circulation paths within, has not been well-organized. Therefore, theme &quot;Optimizing Circulation System and Zoning&quot; has been chosen in this Airmadidi Traditional Markets design. The concept of optimizing the arrangement of space (zoning) and the circulation path is applied at the macro (site) and the micro (building mass), that produced a new design with support facilities that more well-equipped and fulfill the userâ€™s needs. Through the optimization of the circulatory system, the traditional market conditions will become more organized and comfortable, either from the circulation of vehicles, people, goods, and even between the traders and buyers. Meanwhile the optimizing of zoning system, considering the type of activity, trading medias and Â merchandise trade.   Keywords: traditional market, airmadidi, optimization  [1] Mahasiswa PS S1 Arsitektur Universitas Sam Ratulangi [2] Dosen Pengajar Arsitektur Universitas Sam Ratulangi</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/573</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.573</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 41-50</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/574</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:26Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">TAMAN BUDAYA DI JAILOLO - Simbol Budaya sebagai Fungsi Arsitektur</dc:title>
	<dc:creator>Awa, Claudia Verona</dc:creator>
	<dc:creator>Kumurur, Veronica A.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">TAMAN BUDAYA DI JAILOLO (SIMBOL BUDAYA SEBAGAI FUNGSI ARSITEKTUR)   Claudia Verona Awa[1] Veronica A. Kumurur[2] Â  ABSTRAK IndonesiaÂ  merupakanÂ  negara yang memiliki beragam budaya serta tradisi yang berasal dari beragam suku yang tersebar di seluruh pulau Indonesia. Budaya merupakan identitas jati diri setiap suku di Indonesia. Kebudayaan adalah hasil aktivitas manusia dan mencerminkan keberadaan manusia sebagai makhluk beradab. Hasil kebudayaan biasanya selalu berkaitan dengan bentuk-bentuk seni yakni pada musik, tari-tarian, lagu, rumah adat, bahasa, pakaian dan lain sebagainya. Jailolo sebagai ibukota Kabupaten Halmahera Barat, propinsi Maluku Utara merupakan daerah yang kaya akan potensi seni dan budaya sehingga menjadikan daerah ini sebagai daerah tujuan wisata. Tetapi masih kurangnya pengetahuan dan informasi akan kebudayaanÂ  baik pada masyarakat Halmahera Barat maupun para wisatawan. Serta masih kurangnya kesadaran dari pemerintah maupun masyarakat terhadap pentingya menjaga dan melestarikan kebudayaan sebagai identitas daerah yang dapat dikenali dunia.  Kehadiran suatu objek yaitu Taman Budaya diharapkan dapat menampung berbagai aktivitas kesenian dan kebudayaan dalam satu wadah seperti belajar (mendapatkan informasi) dan berkreasi sambil menikmati hasil budaya yakni pertunjukan/pagelaran,pameranÂ  serta dapat menikmati keindahan taman. Fasilitas yang disediakanÂ  yaituÂ  teater tertutup, teater terbuka, galeri seni, tenant seni, sanggar seni, perpustakaan, mess seniman serta restoran. Pendekatan tema yaitu Simbol Budaya sebagai Fungsi Arsitektur. Konsep ini menerapkan teori semiotika yakni pemisahan antara signifiers (tanda) dan signified (penanda). Hasil budaya yang disimbolkan dengan aplikasi arsitektur. Kata kunci: Budaya, Jailolo, Taman Budaya, Simbol.   [1]Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2]Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/574</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.574</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 51-60</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/575</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:26Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GRAHA WISATA SENI DAN BUDAYA TUMATENDEN DI MINAHASA UTARA - Konsep Linguistik dalam Rancangan Arsitektur</dc:title>
	<dc:creator>Rawung, Astrid Iske R. R.</dc:creator>
	<dc:creator>Tilaar, Sonny</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">GRAHA WISATA SENI DAN BUDAYA â€œTUMATENDENâ€ DI MINAHASA UTARA (KONSEP LINGUISTIK DALAM RANCANGAN ARSITEKTUR)   Astrid Iske Rosita Rawung[1]  Ir. Sonny Tilaar, M.Si[2]  Â  ABSTRAK  Seni dan budaya merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan berbangsa dan bernegara, karena seni dan budaya merupakan salah satu identitas yang membedakan antara suku satu dengan suku yang lainnya. Pembinaan dan pengembangan seni dan budaya merupakan suatu upaya yang sangat penting dalam mengangkat citra suatu bangsa. Kita akui seni dan budaya itu sendiri merupakan salah satu citra bangsa. Bertolak dari itu maka pengadaan fasilitas-fasilitas untuk mengakomodasi unsur-unsur seni dan budaya, baik manusia sebagai subjek ataupun alam, benda sebagai objek merupakan suatu yang perlu diupayakan dan dikembangkan. Tak dapat untuk kita pungkiri, bahwa semua bangsa yang ada di belahan dunia ini, baik bangsa yang maju maupun bangsa yang masih berkembang, semuanya berlomba untuk menghadirkan wadah seni dan budaya, baik itu untuk tujuan promosi, wisata, ekonomi, prestise ataupun rasa tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai seni dan budaya jangan sampai hilang dari peradaban manusia. Graha Wisata Seni dan Budaya merupakan salah satu wadah kebudayaan yang kehadirannya perlu diperhitungkan, karena cukup memberikan andil yang besar antara lain : Sebagai wadah yang dapat melestarikan nilai-nilai seni dan budaya yang terkandungÂ  makna di dalamnya, sebagai wadah kebanggaan dan prestise bangsa yang juga merupakan promosi dalam perkembangan dunia pariwisata serta dunia pendidikan, dan juga merupakan wadah anjang sana pertumbuhan minat dan bakat di bidang seni budaya setiap daerah. Kata Kunci : Linguistik, Seni dan Budaya Minahasa  [1] Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Teknik Arsitektur UNSRAT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/575</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.575</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 61-70</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/576</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:26Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">GEDUNG ADAT DAYAK NGAJU DI PALANGKARAYA - Reaktualisasi Arsitektur Vernakular</dc:title>
	<dc:creator>Harianto, Dedi</dc:creator>
	<dc:creator>Gosal, Pierre H.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">GEDUNG ADAT DAYAK NGAJU DI PALANGKARAYA Reaktualisasi Arsitektur Vernakular 1. Dedi Harianto  Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Unsrat 2. Ir. Pierre H. Gosal, MEDS [1]   ABSTRAK  Kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandungÂ  pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Salah satunya adalah kebudayaan suku dayak ngaju. untuk menghadirkan kebudayaan itu, di perlukan sebuah sarana untuk menunjang kegiatan-kegiatan di dalamnya. Di Kalimantan TengahÂ  sendiri terlebih khusus di kota Palangkaraya fasilitas budaya dayak ngaju ini belum tersedia, sehingga di butuhkan pengadaan fasilitas adat berupa â€œGedung Adat Dayak Ngaju di Palangkarayaâ€ sehingga nanti kedepannya dapat memberikan tempat atau wadah untuk mengapresiasikan kebudayaan dayak ngaju.  Perancangan Gedung Adat Dayak Ngaju ini menggunakan pendekatan tema perancangan â€œReaktualisasi Arsitektur Vernakularâ€, dimana dalam perancangan nanti perancang mengacu pada bentukan dasar rumah adat dayak. Nilai-nilai masyarakat serta budaya lokal diimpartasikan kedalam rancangan sehingga pada nantinya Gedung Adat Dayak Ngaju ini dapat menjadi representasi budaya dari tempat dimana dia berada.  Adapun perancangan Gedung Adat Dayak Ngaju ini dimaksudkan untuk menampung kegiatan-kegiatan adat yang ada di palangkaraya bahkan Kalimantan Tengah. Hal ini dapat di lihat dari animo masyarakat akan kegiatan-kegiatan adat yang menunjukan peningkatan dari waktu ke waktu.    Kata Kunci : budaya, dayak ngaju, gedung, vernakular  [1] Staf Dosen Pengajar UNSRAT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/576</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.576</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 71-79</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/577</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:26Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">BEN BEN RESORT DI WAWONTULAP MINAHASA SELATAN - Pendekatan Hospitality</dc:title>
	<dc:creator>Syahbudi, Ratna Pradipta</dc:creator>
	<dc:creator>Waani, Judy O.</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">BEN-BEN RESORT DI WAWONTULAP MINAHASA SELATAN (PENDEKATAN HOSPITALITY)   Ratna Pradipta Syahbudi[1] Judy O. Waani[2] Â  ABSTRAK Kabupaten Minahasa Selatan yang merupakan daerah otonom sejak tahun 2003 dan Amurang sebagai ibu kota menjadikan Kabupaten Minahasa Selatan menjadi salah satu Kabupaten di SULUT yang patut dibilang maju. Hal tersebut dapat dilihat dari berkembang pesatnya tempat-tempat pariwisata yang setiap tahunnya mampu memberikan nilai tambah bagi devisa daerah. Pantai Ben-ben merupakan salah satu contohnya, dimana pantai yang terletak di Desa Wawontulap, Kecamatan Tatapaan ini memiliki potensi alam yang sangat indah, namun aksesbilitas dan infrastruktur yang belum optimal serta fasilitas yang belum memadai menjadi salah satu kendalanya. Oleh karena itu, perlu dihadirkan resort sebagai fasilitas penunjang.  Pendekatan Hospitality merupakan tema dalam perencanaanÂ  resort di Pantai Ben-ben tersebut. Konsep ini menekankan pada kualitas pelayanan tamu wisatawan sehingga siapapun yang berkunjung akan mendapatkan pelayanan dan kenyamanan melalui fasilitas-fasilitas yang ada. Melalui perencanaan resort ini diharapkan bisa menjadi contoh untuk pengembangan fasilitas-fasilitas pariwisata di Kabupaten Minahasa Selatan. Kata kunci: Pantai Ben-ben, Wawontulap, resort, hospitality.   [1] Mahasiswa PS 1 Arsitektur UNSRAT [2] Staf Dosen Pengajar Arsitektur UNSRAT</dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/577</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.577</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 80-89</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<record>
			<header>
				<identifier>oai:ojs.ejournal.unsrat.ac.id:article/578</identifier>
				<datestamp>2026-01-21T02:41:26Z</datestamp>
				<setSpec>daseng:ART</setSpec>
			</header>
			<metadata>
<oai_dc:dc
	xmlns:oai_dc="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance"
	xsi:schemaLocation="http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc/
	http://www.openarchives.org/OAI/2.0/oai_dc.xsd">
	<dc:title xml:lang="en-US">PENGADILAN TINGGI SULAWESI UTARA DI MANADO - Simbolisasi Nilai-Nilai Keadilan dalam Arsitektur</dc:title>
	<dc:creator>Sinadia, Stendri</dc:creator>
	<dc:description xml:lang="en-US">PENGADILAN TINGGI SULAWESI UTARA DI MANADO (SIMBOLISASI NILAI-NILAI KEADILAN DALAM ARSITEKTURAL)   Stendri Sinadia[1]  Â  ABSTRAK . Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado lewat kehadiran dan perjalanannya sebagai satu wadah yang mengemban tugas dan fungsi sebagai lembaga peradilan yang berkedudukan di Provinsi Sulawesi Utara Ibukota Manado ini, lewat keberadaannya yang sudah tidak memadai lagi, maka satu terobosan yang baru dalam perancangan arsitektur mencoba menghadirkan kembali perancangan yang baruÂ  dan memindah tempatkan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado dengan tema desain â€œSimbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitekturalâ€™â€™ yang adalah sebagai strategi pendekatan perancangan yang baru dengan maksud dapat menghasilkan sebuah desain rancangan arsitektur yang representatif dan tereksplorasi dengan baik, yang ditinjau dari segi bentuk maupun fungsinya serta mempunyai ciri khas tertentu sebagai suatu rancangan arsitektur yang bergaya â€œSimbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitekturalâ€™â€™ itu sendiri, sehingga dapat juga menjadi salah satu identitas yang menarik ketika â€œSimbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitekturalâ€™â€™ menyampaikan pesan lewat karyanya. Kiasan dari â€œSimbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitekturalâ€™â€™ yang diambil ini adalah sebuah karya rancangan yang memaparkan tentang nilai-nilai keadilan kedalam bentuk/simbol sebuah rancangan arsitektur yang secara filosofis memiliki titik temu dengan objek perancangan Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado, Kata Kunci : Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara di Manado, Simbolisasi Nilai-nilai Keadilan dalam Arsitektural.  </dc:description>
	<dc:publisher xml:lang="en-US">PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado</dc:publisher>
	<dc:date>2012-11-19</dc:date>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/article</dc:type>
	<dc:type>info:eu-repo/semantics/publishedVersion</dc:type>
	<dc:type xml:lang="en-US">Peer-reviewed Article</dc:type>
	<dc:identifier>https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/daseng/article/view/578</dc:identifier>
	<dc:identifier>10.35793/daseng.v1i2.578</dc:identifier>
	<dc:source xml:lang="en-US">Jurnal Arsitektur DASENG; Vol. 1 No. 2 (2012): Edisi Khusus TA. Buku I KONTEKSTUAL. Volume 1 No.2 November 2012; 90-105</dc:source>
	<dc:source>2301-8577</dc:source>
	<dc:rights xml:lang="en-US">Copyright (c) 2026 Jurnal Arsitektur DASENG</dc:rights>
</oai_dc:dc>
			</metadata>
		</record>
		<resumptionToken expirationDate="2026-04-05T06:07:52Z"
			completeListSize="936"
			cursor="0">e625d96c3746bfa231e6ff7dbf958e75</resumptionToken>
	</ListRecords>
</OAI-PMH>
