Gambaran tingkat inteligensi mahasiswa tahun pertama program studi pendidikan dokter fakultas kedokteran universitas sam ratulangi

Authors

  • Nadine L.H.S. Montolalu
  • Hendri Opod
  • Cicilia Pali

DOI:

https://doi.org/10.35790/ebm.v4i2.14603

Abstract

Abstract: Intelligence is one of the mental, mind, and human intellectual ability. Problem Based Learning (PBL) learning system used in medical faculty requires students to be able to correlate the various sciences, concepts and theories to solve health problems. Good intelligence capability was considered as one of the important things. This thesis aims was to describe the intelligence level of the first-year physician education courses students. The research was a descriptive research with cross sectional study approach. Respondents in this research were 101 people who fulfilled the inclusion criteria. Intelligence test’s tool used was Intelligenz Struktur Test (IST). The results of this research was obtained IQ level, 1 subject (1%) in very superior category, 15 subjects (15%) in superior category, 28 subjects (28%) in high-average category, 49 subjects (48%) in average category, 7 subjects (7%) in low-average category, and 1 subject (1%) in weak boundary category. Conclusion: Based on the results, can be concluded that intelligence level in most (48%) of the first-year physician education courses students at medical faculty of Sam Ratulangi University was in average category.

Keywords: IQ, intelligence level, medical student

 

Abstrak: Inteligensi adalah salah satu kemampuan mental, pikiran atau intelektual manusia. Sistem pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang digunakan di fakultas kedokteran menuntut mahasiswa agar mampu mengorelasikan berbagai ilmu, konsep dan teori untuk menyelesaikan masalah-masalah kesehatan. Kemampuan inteligensi yang baik dipertimbangkan sebagai salah satu hal penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran tingkat inteligensi mahasiswa tahun pertama program studi pendidikan dokter. Penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dengan pendekatan studi potong lintang. Responden dalam penelitian ini berjumlah 101 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Alat tes inteligensi yang digunakan adalah Intelligenz Struktur Test (IST). Hasil yang didapatkan, tingkat kemampuan IQ dengan kategori sangat superior 1 subyek (1%), kategori superior 15 subyek (15%), kategori rata-rata tinggi 28 subyek (28%), kategori rata-rata 49 subyek (48%), kategori dibawah rata-rata 7 subyek (7%), dan sisanya 1 subyek (1%) pada kategori batas lemah. Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tingkat inteligensi mahasiswa program studi pendidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi terbanyak (48%) berada pada kategori rata-rata.

Kata kunci: IQ, tingkat inteligensi, mahasiswa kedokteran.

Downloads

Issue

Section

Articles