HUBUNGAN USIA REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI DI RSUP. PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO

Authors

  • Lilis Pratiwi Kandidat Skripsi Fakultas Kedokteran Unsrat
  • Eddy Suparman Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Freddy Wagey Universitas Sam Ratulangi Manado

DOI:

https://doi.org/10.35790/ecl.v1i1.1182

Abstract

Abstract: Age is the most significant risk factor for the development of myoma uteri. The issue of myoma uteri in women's reproductive health continues to increase. The high incidence of myoma uteri between the ages of 35-50 years shows an association of myoma uteri with estrogen. This study aimed to determine the relationship between the incidence of myoma uteri during this stage in the RSUP Prof. Dr. R.D. Manado Kandou from March until October 2012. This study was a retrospective observational descriptive analytic cross-sectional approach. This was carried out by using the Chi Square. A 95% confidence level (α ≤ 0.05) and P ≤ 0.05 showed there was a relationship between the independent variables and dependent variables. Based on 353 cases of all diseases in the Obstetrics-Gynecology section between the ages of 18-49 years, those who suffered from myoma uteri were 108 cases. Those aged between 34-49 years (101 cases, 93.5%), suffered most from of myoma uteri while those aged between 18-33 were only 7 cases (6.5%). The Pearson Chi-Square test value was 43.394 and obtained P = 0.000. These results indicated there was a very significant correlation between the incidence of reproductive ages with myoma uteri (P = 0.000; α = 0.01). Conclusion: the high incidences of myoma uteri during reproductive ages showed no association with estrogen myoma uteri.

Keywords: reproductive age, myoma uteri.

Abstrak: Usia merupakan faktor risiko yang paling bermakna untuk perkembangan mioma uteri. Salah satu masalah kesehatan reproduksi wanita ialah mioma uteri dengan insidensi yang terus meningkat. Tingginya kejadian mioma uteri antara usia 35-50 tahun menunjukkan adanya hubungan mioma uteri dengan estrogen pada usia reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia reproduksi dengan kejadian mioma uteri di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode Maret sampai dengan Oktober 2012. Penelitian ini bersifat observasi analitik deskriptif retrospektif dengan cross sectional design. Uji statistik menggunakan Chi square test. Dengan tingkat kepercayaan 95% (α ≤ 0,05), jika P ≤ 0,05 maka terdapat hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat. Dari 353 kasus untuk semua penyakit ginekologi di Bagian Obstetri-Ginekologi yang berusia antara18-49 tahun, terdapat 108 kasus dengan mioma uteri. Usia 34-49 tahun merupakan kasus terbanyak dengan mioma uteri yaitu 101 kasus (93,5%); dan yang berusia 18-33 tahun terdapat tujuh kasus (6,5%). Uji Pearson Chi-Square memperlihatkan nilai 43,394 dengan P = 0,000. Hasil ini menunjukkan terdapat hubungan yang sangat bermakna antara usia reproduksi dengan kejadian mioma uteri (P = 0,000; α = 0,01). Simpulan: Dari hasil penelitian di Bagian Obstetri-Ginekologi RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado periode 1 Maret - 31 Oktober 2012 diperoleh bahwa kasus ginekologi terbanyak pada pasien berusia 18-49 tahun ialah mioma uteri, dengan usia tersering 34-49 tahun.

Kata kunci: usia reproduksi, mioma uteri.

Author Biographies

Eddy Suparman, Universitas Sam Ratulangi Manado

Bagian Obstetri-Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Freddy Wagey, Universitas Sam Ratulangi Manado

Bagian Obstetri-Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Downloads

How to Cite

Pratiwi, L., Suparman, E., & Wagey, F. (2013). HUBUNGAN USIA REPRODUKSI DENGAN KEJADIAN MIOMA UTERI DI RSUP. PROF. DR. R.D. KANDOU MANADO. E-CliniC, 1(1). https://doi.org/10.35790/ecl.v1i1.1182

Issue

Section

Articles