HUBUNGAN ANTARA PERILAKU CUCI TANGAN PAKAI SABUN DENGAN TERJADINYA DIARE PADA ANAK USIA SEKOLAH DI SD GMIM DUA KECAMATAN TARERAN

Megaria Rompas, Josef Tuda, Tati Ponidjan

Abstract


Abstract: Diarrhea is an objec abnormal stools with frequency of spending three times or more with a view consistent mushy, liquid, until with or without blood and mucus in the stool. Objective: to analyze the relationship between the behavior of handwashing with soap by the occurrence of diarrhea in children in elementary school elementary district Lansot Tareran GMIM 2. This research is the cross-sectional relationship mencara anatara sabub handwashing behavior with the occurrence of diarrhea in children of primary school. The population of primary school children in elementary GMIM 2 Lansot 1sampai sitting in class 6 were present and willing to be a respondent. Results: The study shows that handwashing with soap as many as 55 children (93.2%), and were not accustomed to 4 children (6.8%). Elementary school children who suffer diarrhea in the last 3bulan total of 11 children (18.6%), while children who do not suffer from diarrhea, 48 children (81.4%). Conclusion: There is a relationship between the behavior of handwashing with soap by the occurrence of diarrhea in children of primary school age in primary GMIM 2 Lansot Tareran District. With p = 0.003, this means the relationship anatara handwashing with soap is very important to prevent diseases including diarrhea.

Keywords: handwashing with soap, occurrence of diarrhea, elementary school children.

Abstrak: Diare adalah suatu keadan abnormal dari pengeluaran berak dengan frekuensi tiga kali atau lebih dengan melihat konsisten lembek, cair, sampai dengan atau tanpa darah dan lendir dalam tinja. Tujuan penelitian: menganalisa hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan terjadinya diare pada anak sekolah dasar di SD GMIM 2 Lansot Kecamatan Tareran. Penelitian ini merupakan jenis crossectional yaitu mencara hubungan anatara perilaku cuci tangan pakai sabub dengan terjadinya diare pada anak sekolah dasar. Populasi dalam penelitian ini anak sekolah dasar di SD GMIM 2 Lansot yang duduk dikelas 1sampai 6 yang hadir dan bersedia menjadi responden. Hasil : penelitian menunjukan bahwa perilaku cuci tangan pakai sabun sebanyak 55 anak  (93,2%), dan yang tidak terbiasa 4 anak (6,8%). Anak SD yang  Menderita diare dalam 3bulan terakhir sebanyak 11 anak (18.6%), sedangkan anak yang tidak menderita diare 48 anak (81,4%). Kesimpulan: Ada hubungan antara perilaku cuci tangan pakai sabun dengan terjadinya diare pada anak usia sekolah dasar di SD GMIM 2 Lansot Kecamatan Tareran. Dengan nilai p=0,003, ini berarti hubungan anatara cuci tangan pakai sabun sangat penting untuk mencegah penyakit termasuk diare.

Kata kunci : perilaku cuci tangan pakai sabun, terjadinya diare, anak SD

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Publisher:

Program Studi Ilmu Keperawatan
Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi