PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.) PADA LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH DI BANGKA YANG DIBERI PUPUK ORGANIK

Sukmarayu P Gedoan, Alex Hartana, Hamim Hamim, Utut Widyastuti, Nampiah Sukarno

Abstract


PERTUMBUHAN TANAMAN JARAK  PAGAR (Jatropha curcas L.) PADA LAHAN PASCA TAMBANG TIMAH DI BANGKA YANG DIBERI PUPUK ORGANIK

Sukmarayu P. Gedoan1), Alex Hartana2), Hamim2), Utut Widyastuti2) dan Nampiah Sukarno2)

1)Program Studi Biologi, FMIPA Universitas Negeri Manado di Tondano; 2)Departemen Biologi, FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor 16680

 

ABSTRAK

Kegiatan penambangan timah menyebabkan perubahan karakteristik fisika dan kimia tanah sehingga menjadi tidak sesuai untuk pertumbuhan tanaman.  Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pertumbuhan 7 aksesi jarak pagar yang ditanam pada lahan pasca tambang timah yang diberi kompos dan kotoran sapi.  Penelitian ini dilakukan di TSS 133, Kelurahan Sinar Baru, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.  Penelitian lapangan dilaksanakan pada Bulan Mei 2007 sampai dengan Bulan Desember  2008.  Percobaan faktorial ini dirancang dalam Rancangan Petak Terbagi dengan tiga ulangan.  Petak utama adalah 7 aksesi jarak pagar yang terdiri atas: aksesi Madiun, Ponorogo, Jember, Dompu, Lampung, Bengkulu,  dan Sukabumi, sedangkan  anak petak berupa tanah tanpa pemberian kompos dan pupuk kandang (kontrol), kompos trubus 4 kg/lubang ditambah 4 kg tanah bagian atas  dan  kotoran sapi 4 kg/lubang ditambah 4 kg tanah bagian atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan awal yang paling baik untuk tanah bekas tambang timah adalah pada aksesi Jember yang ditunjukkan oleh diameter batang, berat kering tanaman, berat kering tajuk dan berat kering akar.  Sedangkan tinggi tanaman tertinggi diamati pada aksesi Madiun.  Penambahan kotoran sapi dapat meningkatkan produksi biji dan kandungan minyak.  Produksi biji tertinggi diperoleh pada aksesi Bengkulu dan kandungan minyak tertinggi diperoleh pada aksesi Dompu.

Kata kunci: aksesi, Jatropha curcas, kompos, kotoran sapi

 

THE GROWTH OF CASTOR OIL PLANT (Jatropha curcas L.) ON THE POST-TIN-MINING LAND IN BANGKA PROVIDED WITH ORGANIC FERTILIZER

ABSTRACT

The activity of tin mining changes the physical and chemical characteritics of soil, so that the soil isnot suitable for plant growth.  The objective of this research was to evaluate the growth of some accession of Jatropha curcas that we planted on post-tin-mining land provided with compost and cow feces.   This research was conducted in TS 133, Sinar Baru Village, District of Bangka, Province of Bangka Belitung.  This field research was carried out in May 2007 to December 2008.  Factorial experiment was designed as split plot with three replications.  The main plot was 7 accessions, i.e. Madiun, Ponorogo, Jember, Dompu, Lampung, Bengkulu, and  Sukabumi.  The subplot waskonds of organic fertilizer, i.e. top soil without addition of compost and cow fecer (control), trubus compost  (4 kg/hole) added with top soil (4 kg/hole), and cow feces (4 kg/hole) added with topbsoil (4 kg/hole). The result showed that Jember accession had the best early growth based on the observation of stem diameter, plant dry weight, and root dry weight.  The largest plant height was observed in Madiun accession.  The higest seed production was observed in Bengkulu accession and Dompu accession had the higest oil content.

Keywords: accession, Jatropha curcas, , compost, cow feces

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35799/jis.11.2.2011.205

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Diterbitkan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Sam Ratulangi, Manado

View My Visitors Stats