PERANAN PEREMPUAN DALAM USAHA PENGOLAHAN IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis L) ASAP DI KELURAHAN GIRIAN ATAS KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG PROVINSI SULAWESI UTARA

Daniel Tempomona, Djuwita R.R. Aling, Christian R. Dien

Abstract


Abstrak

Kota Bitung menjadi kawasan yang sangat potensi untuk dikembangkan usaha perikanan tangkap, atas dasar itu pula Kota Bitung dikenal sebagai Kota Cakalang. Besarnya potensi sumberdaya ikan cakalang di Kota Bitung menyebabkan tingginya minat masyarakat untuk mengolah ikan, salah satunya pegolahan ikan cakalang asap atau yang dalam bahasa lokalnya dikenal dengan istilah cakalang fufu. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui keadaan kelompok usaha pengolahan ikan cakalang asap, Untuk mengetahui apa saja peran perempuan dalam usaha pengolahan ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara. Manfaat dari penelitian ini adalah Sebagai saran bagi penulis untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah melalui penelitian yang dilakukan langsung di lapangan. Tempat penelitian bertempat di Kampung Loyang, Rt 18, Lingkungan 06, Kelurahan Girian Atas, Kecamatan Girian, Kota Bitung, Provinsi Sulawesi Utara. Waktu penelitian kurang lebih 4 bulan yaitu dimulai dari bulan Mei 2017 sampai dengan bulan Agustus 2017. Teknik pengumpulan data digunakan dalam penelitian ini adalah Observasi, Wawancara, dan Purposive Sampling yaitu kelompok usaha ikan cakalang asap di Kelurahan Girian Atas berjumlah 16 orang perempuan.

Hasil menunjukan bahwa Usaha ikan cakalang asap di Kampung Loyang, Kelurahan Girian Atas, Kota Bitung  masih dalam tahap “home industry” atau industri rumah tangga. Perempuan dalam kelompok usaha pengolahan ikan cakalang asap mempunyai peranan penting, mulai dari proses ketersediaan bahan baku, penyediaan peralatan dan bahan pengolahan, pencucian, pembelahan, pemasangan pada bambu (dijepit), proses pengasapan sampai, dan pemasaran hasil pengolahan ikan cakalang asap, melibatkan peran perempuan. Proses pengolahan ikan cakalang asap dilakukan 20 kali produksi dalam sebulan, dalam 1 x produksi apabila bahan baku ikan 80- 200 Kg, tenaga kerja yang dibutuhkan 2-4 orang. Apabila ikan sebanyak 100 ekor setelah diolah akan menjadi 200 jepit. Dari hasil wawancara, curahan waktu kerja perempuan di tempat pengolahan ikan cakalang asap 3-4 jam  berjumlah 3 orang, 5-6 jam berjumlah  8 orang dan >6 berjumlah 5 orang.  Pengupahan disesuaikan dengan tenaga kerja dalam sehari Rp. 100.000

Kata kunci: ikan asap, pengolahan ikan, cakalang, peranan wanita


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.