Gambaran Histologik Gaster Tikus Wistar yang Diberi Ekstrak Daun Jambu Biji Setelah Diinduksi Cuka Tradisional (saguer)

Silva O. L. Allo, Martha M. Kaseke, Djon Wongkar

Abstract


Abstract: Guava leaves contain flavonoids and anthocyanins that function as anti-inflammatory and antioxidant. Traditional vinegar (saguer) in Minahasa has acidic property due to the fermentation process. Exessive consumption of saguer can increase gastric acid production. This study was aimed to obtain the effect of guava leaf extract to micrcoscopic feature of Wistar rat gaster induced by saguer. This was an experimental laboratory study. Samples were 20 male Wistar rats divided into 4 groups: negative control group; group II induced by saguer for 14 days; group III induced by saguer and given guava leaf extract simultaneously for 14 days; and group IV induced by saguer for 14 days and continued with guava leaf extract for 14 days. The microscopic features were, as follows: The negative control group showed normal gastric feature; the group II showed a lot of inflammatory cells and some erosion of epithelial cells; group III showed reduced inflammatory cells and some erosion of epithelial cells; and group IV showed reduced inflammatory cells without erosion of epithelial cells. In conclusion, Wistar rats given additional guava leaf extract showed microscopic gastric feature without or less erosion of epithelial cells and inflammatory reaction compared to those induced by traditional vinegar (saguer).

Keywords: guava leaf extract, traditional vinegar (saguer), inflammatory cells

 

Abstrak: Daun jambu biji mengandung senyawa flavonoid dan antosianin sebagai antiinflamasi dan antioksidan. Cuka tradisional (Minahasa: saguer) memiliki sifat asam karena proses fermentasi yang bila dikonsumsi berlebihan dapat.menyebabkan iritasi mukosa gaster Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap gambaran histologik gaster tikus Wistar yang diinduksi saguer Jenis penelitian ialah eksperimental laboratorium. Hewan uji yang digunakan ialah tikus putih jantan galur Wistar sebanyak 20 ekor, dibagi atas 4 kelompok yaitu kelompok I (kontrol negatif); kelompok II diinduksi saguer 14 hari; kelompok III diinduksi saguer dan diberi ekstrak daun jambu biji bersamaan 14 hari; dan kelompok IV diinduksi saguer 14 hari dan dilanjutkan pemberian ekstrak daun jambu biji 14 hari. Hasil penelitian mendapatkan gambaran histologik gaster tikus Wistar sebagai berikut: kelompok I menunjukkan gambaran gaster normal; kelompok II terdapat banyak sel radang dan erosi sebagian sel epitel; kelompok III sel radang berkurang dan erosi sebagian sel epitel; dan kelompok IV sel radang berkurang dan tidak ditemukan erosi sel epitel. Simpulan penelitian ini ialah tikus Wistar yang diberikan tambahan ekstrak daun jambu biji memperlihatkan gambaran histologik gaster tanpa atau lebih sedikit erosi dan reaksi inflamasi dibandingkan tikus Wistar yang hanya diinduksi saguer.

Kata kunci: ekstrak daun jambu biji, cuka tradisional (saguer), sel-sel radang


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/jbm.12.1.2020.26932

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Penyunting dan Tata Usaha:

Sekretariat PAAI-Bagian Anatomi-Histologi, FK UNSRAT
Kampus Bahu Manado. 95115

Email: jurnalbiomedik.paai@gmail.com     

hit counters