PENGARUH SENAM AEROBIK INTENSITAS SEDANG DAN TINGGI TERHADAP TEKANAN INTRAOKULER WANITA DEWASA NON GLAUKOMA

Jimmy F Rumampuk, Wenny Supit, Djon Wongkar

Abstract


Abstract: The influence of aerobic fitness to certain physiologic changes of the body, in this case a decrease of intraocular pressure (IOP), has not been elucidated yet. This study aimed to examplify the influence of medium and high intensity aerobic fitness to the IOPs of non-glaucomatous adult females by involving 30 subjects (n=30) in accordance with the inclusion criteria. Prior to doing the aerobic fitness, body weight (BW), height (H), body mass index (BMI), and the arterial pulse were measured. The IOPs were measured by using a Schiotz Tonometer. Aerobic fitness was conducted under the supervision of a fitness instructor. Subjects in the treatment group carried out aerobic fitness on a regular basis. A mild intensity aerobic fitness was carried out for 30 minutes and a high intensity one for 15 minutes. There was a significant difference between the IOP values of post-aerobic fitness in the mild intensity group and the high intensity group (P < 0.05). This is shown by the average IOP value of post-aerobic fitness in the mild intensity group 15.37±1.261 mmHg, and the average IOP value of post-aerobic fitness in the high intensity group decreasing to 12.92±1.111 mmHg. Conclusion: aerobic fitness can decrease the IOP.
Keywords: intra-ocular, aerobic fitness, female, non-glaucomatous


Abstrak: Pengaruh senam aerobik dalam mengakibatkan perubahan fisiologik tubuh berupa penurunan tekanan intraokuler (TIO) belum jelas diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam aerobik intensitas sedang dan tinggi terhadap TIO wanita dewasa non-glaukoma dengan mengikutsertakan 30 subyek (n=30) yang sesuai dengan kriteria inklusi. Sebelum melakukan senam aerobik, dilakukan pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), Indeks Massa Tubuh (IMT), serta denyut nadi. TIO diukur dengan menggunakan Tonometer Schiotz. Kegiatan senam aerobik dibimbing oleh seorang instruktur senam. Kelompok perlakuan melaksanakan aktifitas senam aerobik secara berkesinambungan. Senam aerobik intensitas sedang dilakukan selama 30 menit dan senam aerobik intensitas tinggi dilakukan selama 15 menit. Terdapat perbedaan nilai TIO yang bermakna sesudah senam aerobik intensitas sedang dengan sesudah senam aerobik intensitas tinggi (P < 0,05). Hal ini terlihat pada hasil rerata TIO pada kelompok perlakukan sesudah senam aerobik intensitas sedang sebesar 15,37±1,261 mmHg dan sesudah senam aerobik intensitas tinggi menurun menjadi 12,92±1,111. Simpulan: senam aerobik dapat menurunkan TIO.
Kata kunci: intraokuler, senam aerobik, wanita, non-glaukoma


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/jbm.4.2.2012.760

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Alamat Penyunting dan Tata Usaha: Sekretariat PAAI-Bagian Anatomi-Histologi, FK UNSRAT
Kampus Bahu Manado. Email: jurnalbiomedik.paai@gmail.com hit counters