SEKOLAH TINGGI DESAIN KOMUNIKASI VISUAL (HYPERSURFACE ARCHITECTURE)

Jevie P. Pedah, Luther Betteng, Raymond Ch. Tarore

Abstract


Teknologi komputer yang makin canggih membuat perkembangan dunia desain komunikasi visual kian marak. Ide-ide kreatif dapat dituangkan tanpa batas dalam merancang berbagai media komunikasi visual, seperti brosur, iklan, poster, website, kemasan, sign, film animasi, corporate identity, dan lain-lain. Sehingga profesi desainer komunikasi visual/desainer grafis menjadi pilihan bagi mereka yang berjiwa dinamis dan kreatif.

Penyediaan sebuah fasilitas baru berupa instansi pendidikan yang bergerak di bidang desain grafis merupakan salah satu agenda yang dapat mewadahi dan melengkapi mutu pendidikan di daerah Manado khususnya pada jenjang strata-1/S-1 desain grafis/komunikasi visual. Sebuah wadah baru yang dapat menjadikan sarana edukasi dan penuangan ide-ide kreatif peminatnya, mulai dari penyediaan kurikulum yang menarik dan lengkap hingga pada nilai-nilai arsitektural yang dapat ditampilkan pada desain bangunan. Desain Komunikasi Visual identik kaitannya pada teknologi komputerisasi, baik secara langsung maupun tidak langsung telah membawa banyak perubahan pada kehidupan manusia. Sebagai implikasi logis dari perkembangan teknologi media massa saat ini, komputer membuka alternatif baru perpanjangan tangan arsitektur dimana ekspansi arsitektur ke dunia cyberspace tidak hanya membawa dampak munculnya ‘dunia’ baru yang dapat dijelajahi arsitektur, yang dalam rancangan ini berupa Hypersuface Architecture..

Kata kunci : Sekolah Tinggi, Hypersurface Architecture, Pendidikan Tinggi, Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.