Faktor risiko yang berhubungan dengan timbulnya nyeri punggung bawah pada guru SD di Kecamatan Tuminting

Yanty Haumahu, Diana V. D. Doda, Sylvia R. Marunduh

Abstract


Abstract: Work-related musculoskeletal disorder (WMSD) is one of the biggest problems in developing countries. According to the Department of Health of Indonesia about health problems in Indonesia in 2005, 40.5% of illness were work-related. A study on 9482 workers in 12 districts in Indonesia reported that 16% of common illness was musculoskeletal diseases. This study aimed to determine the musculoskeletal disease (low back pain) during the last 7 days among elementary school teachers at Tuminting. This was a field study with a cross sectional design. Instruments were Nordic Body Map Question, physical exposure, and psychosocial questionnaire. The results showed that were 282 respondents in this study. The respond rate was 78%. There were 81% of respondents withg low back pain. Significant associated risk factors were as follows: class level taught by respondents (p = 0.008); bending while arms were below the knees more than 30 minutes (p = 0.049); leisure time activities during last 7 days (p = 0.024); disruption/interruption (p = 0.003); low job promotion (p = 0.032); unpleasant changes in workplace (p = 0.003); and work-environment satisfaction (p = 0.003). Conclusion: Risk factors associated with low back pain among elementary school teachers at Tuminting were individual, physical, and psychosocial factors.
Keywords: low back pain, risk factor, elementary school teacher

Abstrak: Penyakit muskuloskeletal terkait pekerjaan merupakan salah satu masalah terbesar di negara industri. Studi Departemen Kesehatan RI tentang profil masalah kesehatan di Indonesia tahun 2005 menunjukkan bahwa sekitar 40,5% penyakit yang diderita berhubungan dengan pekerjaan. Studi yang dilakukan terhadap 9482 pekerja di 12 kabupaten di Indonesia mendapatkan 16% dari penyakit yang diderita secara umum ialah penyakit muskuloskeletal. Jenis penelitian ini ialah survei lapangan dengan desain potong lintang. Kuesioner yang digunakan ialah Nordic Body Map Question, paparan fisik, dan psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyakit muskuloskeletal (nyeri punggung bawah) dalam 7 hari terakhir pada guru SD di kecamatan Tuminting. Sebanyak 282 responden berpartisipasi dengan respond rate 78%. Ditemukan 81% responden mengalami nyeri punggung bawah. Faktor-faktor yang berhubungan signifikan antara lain kelas yang diajar (p = 0,008), membungkuk dengan tangan dibawah lutut lebih dari 30 menit (p = 0,049), aktivitas waktu senggang dalam 7 hari terakhir (p = 0,024), adanya interupsi/gangguan (p = 0,003), harapan kenaikan pangkat yang buruk (p = 0,032), perubahan tidak menyenangkan di tempat kerja (p = 0,003), dan kondisi lingkungan fisik (p = 0,008). Simpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan nyeri punggung bawah dalam penelitian ini meliputi faktor individu, faktor fisik, dan faktor psikososial.
Kata kunci: nyeri punggung bawah, faktor risiko, guru sekolah dasarFaktor risiko yang berhubungan dengan timbulnya nyeri punggung bawah pada guru SD di Kecamatan Tuminting


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2016.12656

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Hasil gambar untuk statcounter