PENGARUH BERAT BADAN TERHADAP GAYA GESEK DAN TIMBULNYA OSTEOARTHRITIS PADA ORANG DI ATAS 45 TAHUN DI RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO

Angela Sarah Sumual, Vennetia R Danes, Fransiska Lintong

Abstract


Abstract: The friction changes  happened due to object weight increasement and friction coefficient. This research purpose is to see body weight influence at friction count, and  if there is influence of body weight at friction count with osteoarthritis appearance in people above 45 years old at Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital. The research method that used is descriptive analytic with cross-sectional approach, samples were determined by consecutive sampling that is taken from patients above 45 years old. Data were obtained by measuring body weight and height scale 45 subjects who fulfilled inclusive criterias, then multiply friction coefficient of synovial joint 0,003 with body weight (Newton). Data were analyzed using SPSS 20.00 and Regresi Logistic test. Male (53,3%) more often suffer Osteoarthritis than female (46,7%), with IMT overweight (82,2%) and friction 1,8 (22%). Regresi Logistic test showed that there is a significant correlation between friction (p = 0,026) and osteoarthritis appearance in people above 45 years old. But there was not significant correlation between age which affect friction (p = 0,054) and appearance of osteoarthritis.Conclusion: There was significant correlation between body weight toward friction and osteoarthritis appearance in people above 45 years old.

Keywords: Body Weight, Friction, Osteoarthritis

 

 

Abstrak: Perubahan gaya gesekan disebabkan kenaikan berat objek dan koefisien gesekan. Penelitian ini bertujuan membuktikan pengaruh berat badan terhadap gaya gesek, dan jika terdapat pengaruh dari berat badan terhadap gaya gesek dengan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Metode dalam penelitian ini yaitu deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel ditentukan secara konsekutive sampling, diambil dari pasien berumur diatas 45 tahun. Data diperoleh dengan melakukan pengukuran berat badan dan tinggi badan pada 45 subjek yang memenuhi kriteria inklusi, kemudian mengalikan koefisien gesekan sendi synovial 0,003 dengan berat badan (Newton). Data dianalisis menggunakan SPSS 20.00 dan uji Regresi Logistik. Pria (53,3%) lebih sering menderita Osteoarthritis daripada wanita (46,7%), IMT overweight (82,2%) dan gaya gesekan 1,8 (22%). Hasil uji regresi logistik menunjukan bahwa ada hubungan bermakna antara berat badan yang mempengaruhi gaya gesekan (p = 0,026) dan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun. Namun tidak didapatkan hubungan signifikan antara umur yang mempengaruhi gaya gesek (p = 0,054) dan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun. Simpulan: Ada hubungan bermakna antara berat badan terhadap gaya gesek dan timbulnya osteoarthritis pada orang diatas 45 tahun.

Kata kunci: Berat Badan, Gaya Gesek, Osteoarthritis


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/ebm.1.1.2013.1605

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Hasil gambar untuk statcounter