GAMBARAN PEMERIKSAAN MIKROSKOPIK BASIL TAHAN ASAM PADA PASIEN DIAGNOSA KLINIK LEPRA DI POLI PENYAKIT KULIT DAN KELAMIN DI BLU RSUP PROF. Dr. R. D. KANDOU MANADO

Herlina Soumilena, Standy Soeliongan, Velma Buntuan

Abstract


Abstract: Leprosy or Hansen Morbus (MH), is a chronic infection of Mycobacterium leprae which mainly affects the skin and nervous system, Mycrobacterium leprae shaped bacillus with a size of 3-8 um x 0.5, acid and alcohol resistant gram-positive as well as some of the factors that affect M.leprae include: duration of contact, closeness, nutritional status, immune status, and environment to establish the diagnosis of leprosy is necessary to do history taking, physical examination, special examination (sensibility and nerves) and laboratory Examination of Acid Bacillus (AFB) staining using 3 different methods, namely staining Thian Hok Tam, Zeihl Neelsen staining, staining Flourokrom.The Goal of this research is To be able to know and do the bacteriological examination in patients with clinical diagnosis of Morbus Hansen Method: The study was a descriptive research study in do in the Skin and Venereal diseases Poly BLU Prof. Dr. R. D. Kandou hospital. Sample management is done at the Laboratory of Microbiology, Faculty of Medicine, University of North Sulawesi Sam Ratulangi This study was done in November 2013-20 January 2014. Results of the study sample was found to be largely male samples 13 samples (65%) while 7 samples of women (35%). of 20 samples were examined in the number of patients found positive 11 samples (55%) and 9 samples negatife (45%), so the results of this study indicate that more men compared women, of 20 samples examined were found 11 samples showed positive results and 9 negative samples

Keywords: mycrobacterium leprae, basil resistant acid, laboratory tests.

 

 

Abstrak: Kusta atau Morbus Hansen (MH), adalah infeksi kronis dari Mycobacterium lepraeyang sebagian besar mempengaruhi kulit dan system saraf, Mycrobacterium.leprae berbentuk basil dengan ukuran 3-8 Um x 0,5; tahan asam dan alcohol serta gram positif beberapa faktor yang mempengaruhi M. leprae antara lain: lama kontak, keeratan, status gizi , status imun, dan lingkungan Untuk menetapkan diagnosis penyakit kusta perlu di lakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan khusus (sensibilitas dan saraf) dan pemeriksaan laboratorium Pemeriksaan  Basil Tahan Asam (BTA) menggunakan 3 macam metode pewarnaan yaitu pewarnaan Tam Thian Hok, pewarnaan Zeihl Neelsen, pewarnaan Flourokrom. Tujuan: untuk dapat mengetahui dan melakukan pemeriksaan bakteriologi pada pasien dengan diagnosa klinik Morbus Hansen. Metode Penelitian: penelitian merupakan penelitian deskriptif yang di lakukan di Poli penyakit Kulit dan Kelamin BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou. Pengelolaan Sampel di lakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Sulawesi Utara. Penelitian ini di lakukan pada bulan November 2013- Januari 2014. Hasil dari 20 Sampel penelitian ditemukan sebagian besar sampel 13 sampel pria (65%) sedangkan 7 sampel wanita (35%), dari 20 sampel yang di periksa di temukan jumlah pasien positif 11 sampel (55%) dan 9 sampel negatif (45%), jadi dari hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pria lebih banyak di bandingkan Wanita, dari 20 sampel yang di periksa ditemukan 11 sampel menunjukan hasil positif dan 9 sampel negatif.

Kata kunci: mycrobacterium Leprae, basil tahan asam, pemeriksaan laboratorium.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/ebm.2.2.2014.5192

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Hasil gambar untuk statcounter