Gambaran Waktu Tunggu Operasi Hip Replacement pada Pasien Manula dengan Patah Tulang Pinggul Periode November 2017-Desember 2018 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado

Tio G. L. Thadius, Andreissanto C. Lengkong, Angelica M. J. Wagiu

Abstract


Abstract: Hip fracture often occurs over the age of 60 years and is more common in women due to postmenopausal osteoporosis. Timing of surgery is thought to play an important role regarding survival. Moreover, international clinical practice guidelines recommend surgical treatment of acute hip fracture within 24 to 48 hours after admission. Some researchers argue that early surgery can lead to an increased the risk of perioperative complications. This study was aimed to determine the incidence of hip fracture, the impact of timing of surgery on perioperative complications, and the mortality in elderly patients with hip fracture from November 2017 to December 2018 at Prof. Dr. R. .D. Kandou Hospital Manado. This was a retrospective and descriptive study using data of patient medical record. The results found 32 cases of hip fractures, and the highest incidence was in females. Most patients did not have any perioperative complications as many as 26 cases. Moreover, there was no patients who died due to the impact of timing of surgery. In conclusion, most hip fracture cases were female. There was a relationship between delayed time in surgery and perioperative complications, however, there was no relationship between delayed time in surgery and patient mortality.

Keywords: hip fracture, delay time of surgery, complication, mortality

 

Abstrak: Patah tulang pinggul sering terjadi pada usia di atas 60 tahun dan lebih sering pada perempuan yang disebabkan oleh kerapuhan tulang akibat kombinasi proses penuaan dan osteoporosis pascamenopause. Waktu tunggu operasi dianggap memiliki peran yang penting dalam kelangsungan hidup. Pedoman praktik klinis internasional merekomendasikan perawatan bedah patah tulang pinggul akut dalam waktu 24 hingga 48 jam setelah cedera namun beberapa peneliti berpendapat bahwa operasi dini dapat menyebabkan peningkatan resiko komplikasi perioperatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian patah tulang pinggul serta dampak waktu tunggu operasi terhadap komplikasi perioperatif dan risiko kematian pada pasien manula dengan patah tulang pinggul periode November 2017-Desember 2018 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif menggunakan data rekam medik pasien. Hasil penelitian mendapatkan 32 kasus patah tulang pinggul, dengan angka kejadian terbanyak pada perempuan. Jumlah pasien dengan komplikasi sebanyak 6 kasus dan pasien tanpa komplikasi sebanyak 26 kasus. Tidak ditemukan adanya pasien yang meninggal oleh karena lama waktu tunggu operasi. Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar kejadian patah tulang pinggul terjadi pada perempuan, dan terdapat hubungan antara waktu tunggu operasi dengan peningkatan komplikasi perioperatif, namun tidak terdapat hubungan antara waktu tunggu operasi terhadap peningkatan angka mortalitas pasien.

Kata kunci: patah tulang pinggul, waktu tunggu operasi


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.8.1.2020.27136

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


page counter