Perbedaan Rerata Feritin Serum antara Pria Obesitas Sentral dengan Non Obesitas Sentral

Ribka Wowor

Abstract


Abstract: Inflammation process that occurs in obese people plays a crucial role for cardiovascular events in the future. Animal studies found an association between macrophage and ferritin as a proinflammatory marker. This study was aimed to determine the difference in serum ferritin level between central obese and non central obese individuals. This was a cross sectional study using consecutive sampling mnethod. Subjects were residents of Medical Faculty, Sam Ratulangi University, consisted of 41 young males divided into two groups: 25 subjects with central obesity and 16 subjects without central obesity. Blood pressure, peripheral blood, serum ferritin, creatinine, and fasting blood sugar tests were performed on all subjects. The results showed that of 25 subjects with central obesity, there were 15 subjects with hyperferritinemia, meanwhile only 3 subjects with hyperferritinemia in non central obesity group. There was a significant difference of mean serum ferritin levels between central obesity and non central obesity groups (303.03±171.53 mcg/dL vs 128.24±66.79 mcg/dL; p=0.000). In conclusion, serum ferritin level in male subjects with central obesity was higher than those without central obesity.

Keywords: serum ferritin, central obesity

 

Abstrak: Inflamasi yang terjadi pada obesitas berperan penting terhadap kelainan metabolisme yang menjadi dasar terjadinya kelainan kardiovaskular. Pada hewan coba didapatkan adanya hubungan antara makrofag dengan feritin yang merupakan salah satu protein penanda inflamasi akut dan kronis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perbedaan rerata ferritin serum pada individu dengan dan tanpa obesitas sentral. Desain penelitian ialah potong lintang dengan menggunakan konsekutif sampling. Subyek penelitian ialah mahasiswa PPDS Sp1 Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado terdiri dari 41 pria usia dewasa muda berusia kurang dari 40 tahun yang dibagi atas dua kelompok: 25 subyek dengan obesitas sentral dan 16 subyek non obesitas sentral sebagai kontrol. Pemeriksaan tekanan darah, darah perifer lengkap, dan kadar feritin serum dilakukan pada semua subyek. Uji statistik menggunakan uji beda rerata antara kadar feritin pada kedua kelompok. Hasil penelitian mendapatkan pada kelompok obesitas sentral, 15 dari 25 subyek mengalami peningkatan kadar feritin serum, sedangkan pada kelompok non obesitas sentral hanya 3 dari 16 subyek yang mengalami peningkatan kadar feritin serum. Rerata feritin serum pada kelompok obesitas sentral ialah 303,03±171,53 mcg/dL; sedangkan pada kelompok non obesitas sentral ialah 128,24±66,79 mcg/dL (p=0,000). Simpulan penelitian ini ialah terdapat perbedaan rerata feritin serum antara subyek dengan obesitas sentral dibandingkan subyek non obesitas sentral pada pria dewasa muda.

Kata kunci: feritin serum, obesitas sentral, dewasa muda


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/ecl.8.2.2020.29627

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


page counter