PREVALENSI GIGI IMPAKSI MOLAR TIGA PARTIAL ERUPTED PADA MASYARAKAT DESA TOTABUAN

Delsy T. Sahetapy, P. S. Anindita, Bernat S. P. Hutagalung

Abstract


Abstract: Dental tooth impaction is a state of latent or not erupted or partly erupted after a normal eruption time. The impact of impacted teeth, namely the absence of pain, inflammation, and cysts but the prevalence of impacted teeth in several countries including in Indonesia is quite high. Some areas in Indonesia yet has particularly impacted teeth, especially data on partial erupted. This study aims to determine the prevalence of impacted teeth partially erupted on Totabuan Village community. This research is a descriptive cross sectional study. The study population is villagers Totabuan, the study sample as many as 37 people are 13 men and 24 women aged 24-60 years. Results of studies have impacted teeth partially erupted third molars most women (60%), and more common in the age of 24-35 years (62%). Partially erupted tooth impaction occurs most often in the lower jaw (53%) with most gear position on mesioangular (48.4%).
Keywords: dental impaction, partial erupted.

Abstrak: Gigi impaksi merupakan suatua keadaan gigi terpendam atau tidak erupsi baik sebagian maupun seluruhnya setelah melewati waktu erupsi normal. Dampak dari gigi impaksi yaitu adanya rasa sakit, inflamasi, serta kista akan tetapi prevalensi gigi impaksi di beberapa negara termasuk di Indonesia cukup tinggi. Beberapa daerah di Indonesia belum meiliki data mengenai gigi impaksi khususnya partial erupted. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi gigi impaksi partial erupted pada masyarakat Desa Totabuan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan cross sectional study. Populasi penelitian yaitu masyarakat Desa Totabuan, dengan sampel penelitian sebanyak 37 orang yaitu 13 orang laki-laki dan 24 orang perempuan dengan usia 24-60 tahun. Hasil penelitian ditemukan adanya gigi impaksi molar tiga partial erupted paling banyak pada perempuan (60%), dan banyak ditemukan pada usia 24-35 tahun (62%). Gigi impaksi partial erupted paling sering terjadi pada rahang bawah (53%) dengan posisi gigi paling banyak pada mesioangular (48,4%). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa gigi impaksi molar tiga partial erupted yang paling banyak ditemukan pada perempuan, dan banyak ditemukan pada usia yaitu 24-35 tahun. Gigi impaksi molar tiga partial erupted paling banyak ditemukan pada rahang bawah, dengan posisi gigi paling banyak pada mesioangular.
Kata kunci: gigi impaksi, partial erupted.


Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.35790/eg.3.2.2015.10810

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


website counters