GAMBARAN ORAL HABIT PADA MURID SD KATOLIK II St. ANTONIUS PALU

Authors

  • Aves A. Septuaginta Universitas Sam Ratulangi
  • Billy J. Kepel Universitas Sam Ratulangi
  • P. S. Anindita Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/eg.1.1.2013.1925

Abstract

Abstract: The habit is a repeated pattern of behavior. Habits that occur in the oral cavity is also known as oral habit and naturally occur in less than six years of age. Oral habits might happen to more than six years of age that can lead to abnormalities in the structure of dento-facial. Persistent oral habits may be due to dysfunction and psychological disorders. Attention is needed to prevent oral habit continued. The purpose of this study was to obtain an overview of oral habits at a Catholic Elementary School II St. Anthony Palu students. This type of research used is descriptive study and sampling conducted by the proportional approach of simple random sampling. Data on oral description habit obtained by filling out the questionnaire by the parents / guardians of students. The number of samples in this study are 137 students. The results find that 52 students (38%) had oral habit. Distribution of the types of oral habits shows that four students (7,7%) have thumb sucking habit, 21 students (40,4%) have nail biting habit, 10 students (19,2%) have lip sucking habit, 14 students (27%) have tongue thrusting habit, and 21 students (40,4%) have mouth breathing habit. Boys students have oral habits more than the girl students. An eight-year age group has the most oral habits. Government health agencies in this regard would be able to carry out socialization practices especially regarding oral habits that can affect dento-facial structures.

Key word: Oral habits.

 

 

Abstrak: Kebiasaan merupakan suatu pola perilaku yang diulangi. Kebiasaan dapat terjadi didalam rongga mulut yang disebut juga sebagai oral habit dan wajar terjadi pada usia kurang dari enam tahun. Oral habit dapat berlanjut pada usia lebih dari enam tahun yang dapat menyebabkan kelainan pada struktur dento-fasial. Oral habit yang berlanjut tersebut dapat dikarenakan adanya kelainan fungsi tubuh dan gangguan psikologis. Perhatian sangat dibutuhkan untuk mencegah timbulnya oral habit yang berlanjut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran oral habit pada murid SD Katolik II St. Antonius Palu. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif dan pengambilan sampel dilakukan dengan metode proportional simple random sampling. Pengambilan data mengenai gambaran oral habit didapat dengan cara pengisian kuesioner oleh orang tua/wali murid. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 137 murid. Hasil penelitian mendapati bahwa 52 murid (38%) memiliki oral habit. Distribusi jenis-jenis oral habit menunjukkan bahwa empat murid (7,7%) murid memiliki kebiasaan menghisap ibu jari, 21 murid (40,4%) memiliki kebiasaan menggigit kuku, 10 murid (19,2%) memiliki kebiasaan menghisap bibir, 14 murid (27%) memiliki kebiasaan mendorong lidah, dan 21 murid (40,4%) memiliki kebiasaan bernafas melalui mulut. Murid-murid yang berjenis kelamin laki-laki memiliki oral habit lebih banyak dibandingkan dengan murid-murid yang berjenis kelamin perempuan. Kelompok usia delapan tahun merupakan yang paling banyak memiliki oral habit. Pemerintah dalam hal ini instansi kesehatan kiranya dapat melaksanakan sosialisasi mengenai kebiasaan-kebiasaan khususnya oral habit yang dapat mempengaruhi struktur dento-fasial.

Kata kunci: oral habit.

Author Biographies

Aves A. Septuaginta, Universitas Sam Ratulangi

Kandidat Skripsi Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unsrat

Billy J. Kepel, Universitas Sam Ratulangi

Fakultas Kedokteran Unsrat

P. S. Anindita, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ortodonsia Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Unsrat

Downloads

How to Cite

Septuaginta, A. A., Kepel, B. J., & Anindita, P. S. (2013). GAMBARAN ORAL HABIT PADA MURID SD KATOLIK II St. ANTONIUS PALU. E-GiGi, 1(1). https://doi.org/10.35790/eg.1.1.2013.1925

Issue

Section

Articles