Pencahayaan Alami Dalam Ruang di Kota Manado (Studi Kasus Kantor Pelayanan Publik di Kota Manado)

Viva S. Salettia, Jefrey I. Kindangen, Cynthia E. V. Wuisang

Abstract


Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis equator yang kaya akan sumberdaya matahari sepanjang tahun sehingga pencahayaan alami merupakan aspek penting yang dapat dimanfaatkan dalam perencanaan bangunan. Pada masa sekarang ini di kota Manado banyak yang sudah tidak memanfaatkan pencahayaan alami dalam perancangan bangunan. Matahari merupakan sumber cahaya alami yang berpengaruh dalam ekspresi arsitektur. Studi ini untuk mengenali, mengevaluasi dan menganalisis kondisi pencahayaan alami di dalam ruang pada kantor pelayanan publik di kota Manado dan mengkaji prinsip-prinsip pencahayaan alami yang telah diterapkan dan dapat direkomendasikan untuk dapat diterapkan sebagai pencahayaan alami dalan ruang pelayanan publik di
kota Manado.
Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode kuantitatif. Alat yang digunakan dalam pengukuran adalah light meter. Studi kasus yaitu 3 kantor pelayanan publik di kota Manado. Hasil yang didapatkan yaitu pada ruang pelayanan publik ada kantor yang belum memenuhi standard pencahayaan alami dan ada yang memenuhi. Hasil pengukuran juga di dukung dengan pendapat responden terhadap tingkat kecukupan pencahayaan alami dalam ruang dimana responden menyatakan masih kurang. Hasil pengukuran dianalisis dengan perhitungan Daylight Factor (DF). Faktor ruang luar dan ruang dalam bangunan tersebut yang memengaruhi tingkat pencahayaan dalam ruang berdasarkan analisis menggunakan daylight factor (DF) yang dikomparasikan dengan standard pencahayaan alami dan penelitian sejenis yang sudah ada. Standard terang langit menggunakan standard terang langit untuk kota Manado. Tingkat Pencahayaan alami dalam ruang sangat ditentukan oleh faktor dalam dan luar ruangan.

Kata-kunci: Pencahayaan, Pencahayaan Alami, Ruang Kantor, Pelayanan publik

 


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.