Kajian Morfologi Rumah Tradisional Minahasa di Desa Treman

Verly L. Makalew, Aristotulus E. Tungka, Judy O. Waani

Abstract


Ribuan rumah tradisional berupa “walé wangko” telah hancur dikarenakan peristiwa bencana gempa yang terjadi di Minahasa pada tanggal 5 Januari 1845 dan hanya tersisa beberapa rumah yang masih bertahan hingga tahun 1850.
Selanjutnya menurut Harimu (2013), menyatakan bahwa dalam konteks perubahan rumah, bentuk awal rumah tradisional Minahasa mulai mengalami morfologi bentuk fisik dari waktu ke waktu. Selain itu, Sondakh (2003) mengatakan bahwa perubahan rumah ini terjadi disebabkan oleh pola pikir manusia. Hal ini termasuk pula di desa Treman pada wilayah Minawerot - Tonsea.

Berkaitan dengan latar belakang tersebut, permasalahannya yaitu bagaimana morfologi rumah tradisional Minahasa di desa Treman dari waktu ke waktu sampai sekarang ini? Tujuan penelitian ini yaitu untuk melakukan kajian morfologi rumah tradisional Minahasa di desa Treman dari waktu ke waktu sampai sekarang ini.

Penelitian ini menggunakan metoda rasionalistik dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi literatur, observasi dan wawancara dengan sejumlah informan. Kajian morfologi dalam penelitian ini adalah untuk menguji perubahan dalam bentuk, fungsi dan struktur konstruksi dari waktu ke waktu hingga saat ini dengan pengamatan difokuskan pada 3 rumah yang diperlakukan sebagai kasus.

Hasil penelitian ini didapat bahwa tahap perubahan rumah dengan merujuk pada urut – urutan waktu (times series) meliputi perubahan bentuk spasial (spatial form), bentuk lahiriah (corporeal form), bentuk visual (visual form) dan intensi berguna (purpose intension). 

Kata-kunci : Rumah Tradisional, Desa Treman, Morfologi


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.