Indonesian Journal of Public Health and Preventive Medicine https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm <p><strong>Indonesian Journal of Public Health and Preventive Medicine (IJPHPM) </strong>is an open-access and peer-reviewed journal that aims to offer an international academic platform <strong>for public health and preventive medicine, </strong>particularly in developing and emerging countries. These may include but are not limited to various fields such as occupational health, occupational safety, environmental health, epidemiology, and nutrition. </p> <p>Authors are invited to submit manuscripts that fall within the scope of the IJPHPM. Please read the information on the peer-review process. The articles published in IJPHPM are going through a double-blind peer-review process. Hence, the decision on whether the scientific article is accepted or not will be the Editorial Board’s right based on the peer reviewer's recommendation.</p> <p>Please read and understand the author's guidelines for the preparation manuscript. The author who submits a manuscript to the editors should comply with the <a title="IJPHPM Author Guideline" href="https://drive.google.com/file/d/1Ov5bXARKVTe74miQMoy2vhg-CaexLZxg/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"><strong>author's guidelines</strong></a> and <a title="IJPHPM Template" href="https://docs.google.com/document/d/1GHrVMzShpJdVWz3grmTLr_Yc0a4lWziS/edit?usp=sharing&amp;ouid=113304718792617477329&amp;rtpof=true&amp;sd=true" target="_blank" rel="noopener"><strong>template</strong></a>. If the submitted manuscript does not comply with the guidelines or uses a different format, it will be rejected by the editorial team before being reviewed. The editorial team will only accept a manuscript that meets the specified formatting requirements.</p> en-US baren_joseph@unsrat.ac.id (Woodford Baren Solaiman Joseph) winsy.t@unsrat.ac.id (Benhard Winsy Tampangela) Thu, 15 Sep 2022 12:26:26 +0800 OJS 3.3.0.12 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Hubungan capaian vaksinasi dengan zonasi risiko covid-19 di Indonesia https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43479 COVID-19 adalah penyakit yang baru ditemukan di Wuhan, China. Penyakit ini disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome 2 (SARS-CoV-2). COVID-19 menyebar secara massif dan mencuri perhatian dari seluruh negara. Upaya pencegahan selalu dihimbau oleh pemerintah dengan mengajak masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan utama seperti memakai masker, mencui tangan dengan sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, mengurangi mobilitas serta melakukan vaksinasi COVID-19. Penekanan laju penularan COVID-19 dengan penerapan protokol kesehatan dan vaksinasi COVID-19, berdampak pada status zona risiko suatu wilayah. Penelitian ini menguji hubungan antara capaian vaksinasi COVID-19 dengan zonasi risiko COVID-19 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan studi ekologi kuantitatif dengan data sekunder. Sampel dalam penelitian ini yakni 514 Kabupaten/Kota di Indonesia. Uji statistik korelasi yang digunakan adalah Spearman Rho dengan alpha 0,05. Hasil dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara capaian vaksinasi dengan zonasi risiko COVID-19 di Indonesia dengan p-value sebesar 0,000 dan koefisien korelasi dari Spearman Rho sebesar -0,186, yang berarti semakin banyak masyarakat yang melakukan vaksinasi atau semakin tinggi capaian vaksinasi suatu wilayah, maka semakin rendah kategori zonasi suatu wilayah. Muhammad Rifqi Pattimura, Grace D. Kandou, Wulan P. J. Kaunang Copyright (c) 2022 Muhammad Rifqi Pattimura, Grace D. Kandou, Wulan P. J. Kaunang https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43479 Thu, 15 Sep 2022 00:00:00 +0800 Uji kandungan rhodamin b pada ikan cakalang fufu (katsuwonus pelamis) di kecamatan Sario kota Manado 2021 https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43480 Rhodamin b adalah penghasil warna merah yang sering dimanfaatkan selaku zat pewarna kosmetik ataupun makanan. Rhodamin b tidak diperbolehkan digunakan untuk pangan karena berbahaya untuk kesehatan manusia. Ikan cakalang fufu adalah ikan yang diawetkan dengan asap permukaan daging ikan akan berwarna merah setelah diasapkan. Ikan fufu adalah ikan yang mengandung rhodamin b yang digunakan produsen untuk mendapatkan warna yang menarik. Gangguan fisiologi tubuh, kerusakan hati, gangguan fungsi hati, gejala pembesaran hati serta ginjal, bahkan terjadinya kanker hati merupakan sejumlah penyakit yang disebabkan oleh pemakaian rhodamin b pada makanan untuk jangkan waktu yang panjang. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif berbasis laboratorium. Penelitian ini dilakukan di Sario kecamatan Sario Kota Manado. Sampel dalam penelitian ini yaitu 7 ikan fufu yang dijual di Sario Kecamatan Sario Kota Manado. Berdasarkan penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa 7 sampel ikan cakalang fufu di Kecamatan Sario Kota Manado berdasarkan uji laboratorium tidak mengandung Rhodamine-B. Kesimpulan tidak ditemukannya Rhodamin-B terhadap ikan cakalang fufu yang dijual di Kecamatan Sario Kota Manado sehingga aman guna menjadi konsumsi oleh masyarakat. Gita Arianti Abdul, Finny Warouw, Oksfriani J. Sumampouw Copyright (c) 2022 Gita Arianti Abdul, Finny Warouw, Oksfriani J. Sumampouw https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43480 Thu, 15 Sep 2022 00:00:00 +0800 Hubungan antara faktor kebijakan, tenaga kesehatan dan organisasi dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19 di puskesmas Bahu kota Manado https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43481 individu, keluarga, kelompok, dan masyarakat. Factor kebijakan di diidentifikasi dan diimplementasikan berdasarkan arahan yang menangani masalah kesehatan. Tenaga kesehatan harus memperoleh pengetahuan dan keterampilan melalui pendidikan dibidang kesehatan. Factor organiasi dipuskesmas adalah suatu system yang efektif mencapai tujuannya yaitu memberikan pelayanan dalam bentuk struktur dan mekanisme. Perubahan proses pelayanan ditemukan, pasien diminta cuci tangan sebeum menerima pelayanan pasien rawat inap tidak diterima, fasilitas seperti kursi diruang tunggu harus dicadangkan akibat pandemic Covid-19 untuk mengurangi jarak, pemakaian masker di Puskesmas, petugas kebersihan menggunakan alat pelindung diri untuk melayani pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor kebijakan, faktor tenaga kesehatan, dan faktor organisasi dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bahu Kota Manado selama masa pandemi Covid-19. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan desain penelitian cross sectional dilaksanakan di Puskesmas Bahu mulai bulan juli 2021 sampai oktober 2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proposive sampling dan sampel sebanyak 194 responden yang memenuhi criteria diperoleh dengan cara mengisi kuesioner. Bentuk analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat. Pengolahan data menggunakan uji chi square dengan taraf signifikansi 95% (α=0,05). Hasil penelitian penelitian menunjukan tidak ada hubungan antara factor kebijakan dengan pelayanan kesehatan selama masa pandemi Covid-19 sehingga diperoleh p-value sebesar 118. Temuan tersebut juga menemukan adanya hubungan anatara faktor tenaga kesehatan dengan faktor organisasi dan pelayanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19. nilai p &lt;0,000. Heidy Febriani Tumbelaka, Grace E. C. Korompis, Adisti A. Rumayar Copyright (c) 2022 Heidy Febriani Tumbelaka, Grace E. C. Korompis, Adisti A. Rumayar https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43481 Thu, 15 Sep 2022 00:00:00 +0800 Gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan tentang vaksinasi covid-19 pada pekerja informal di desa Pontak Satu https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43478 Pekerja informal di Desa Pontak Satu masih ada sebagian yang ragu-ragu ataupun masih takut untuk menerima vaksin Covid-19, sedangkan Pemerintah menyatakan target vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat Indonesia yaitu 70% populasi masyarakat Indonesia dengan tujuan untuk membentuk kekebalan pada suatu kelompok. Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap dan tindakan tentang vaksinasi Covid-19 pada pekerja informal di Desa Pontak Satu. Jenis penelitian yang dipakai merupakan penelitian deskriptif dan memakai metode survei. Pengambilan sampel pada penelitian ini memakai teknik quota sampling pada 117 pekerja informal di Desa Pontak Satu. Peneliti mengumpulkan data dengan cara menjalankan kuesioner pengetahuan, kuesioner sikap, dan kuesioner tindakan. Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini merupakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 97,4% responden tingkat pengetahuannya baik dan sebesar 2,6% responden tingkat pengetahuannya cukup sedangkan responden yang tingkat pengetahuannya kurang tidak ada sama sekali. Tingkat sikap dari responden tentang vaksinasi Covid-19, sebesar 64,1% responden tingkat sikapnya baik, sedangkan sebesar 29,9% responden tingkat sikapnya cukup, dan sebesar 6% responden tingkat sikapnya kurang. Tingkat tindakan responden, sebesar 65% responden tingkat tindakannya baik, dan sebesar 35% responden tingkat tindakannya kurang baik. Kesimpulannya, tingkat pengetahuan, sikap dan tindakan tentang vaksinasi Covid-19 pada pekerja informal di Desa Pontak Satu yang merupakan jumlah paling banyak yaitu pada kategori baik, dibandingkan kategori cukup dan kurang Ryan Mamoto, Odi Pinontoan, Paul Kawatu Copyright (c) 2022 Ryan Mamoto, Odi Pinontoan, Paul Kawatu https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43478 Thu, 15 Sep 2022 00:00:00 +0800 Hubungan antara faktor manajemen dan sarana prasarana dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi covid-19 di Puskesmas Bahu kota Manado https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43530 Pelayanan kesehatan memainkan peran penting dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan setiap manusia dan mencakup segala usaha yang dilakukan sendiri atau bekerja sama dengan anggota lain dari sebuah lembaga guna menjaga serta memelihara kesehatan orang dan komunitas. Pada masa pandemi Covid-19, puskesmas memiliki fungsi sebagai institusi kesehatan tingkat pertama yang bertanggung jawab atas pananganan Covid-19. Pelaksanaan upaya kesehatan masyarakat dibutuhkan sarana dan manajemen terintegrasi dan berkelanjutan untuk menghasilkan kinerja puskesmas yang efektif dan efisien. Manajemen dapat mempermudah untuk mengolah informasi. Sarana prasarana meliputi segala bentuk peralatan, perlengkapan kerja dan sarana yang mampu memfasilitasi dan mempercepat penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Riset ini di lakukan untuk mengetahui ada korelasi antara manajemen dan sarana prasarana dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19 di Puskesmas Bahu Kota Manado. Metode yang dipakai ialah kuantitatif dengan desain cross sectional. Riset ini dilaksanakan pada Juli-Oktober 2021 di Puskesmas Bahu. Responden adalah pasien yang berkunjung ke Puskesmas Bahu. Teknik pengambilan sampel yang dipakai ialah Purposive Sampling dengan melibatkan 194 responden yang telah memenuhi kriteria elalui pengisian kuesioner. Riset ini memakai analisis univariat serta analisis bivariat. Pengolahan data yang menggunakan uji chi square test dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil riset didapatkan ada korelasi antara faktor manajemen dan sarana prasarana dengan pelayanan kesehatan pada masa pandemi Covid-19. P-value didapatkan adalah &lt; 0,003 dan &lt;0,000 sehingga P-value &lt; α. Agung R. Indradewi Copyright (c) 2022 Agung R. Indradewi https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/ijphpm/article/view/43530 Thu, 15 Sep 2022 00:00:00 +0800