The effectiveness of Bunaken National Park management

Abraham W Manumpil, Stephanus V Mandagi, Markus T Lasut

Abstract


Title (Bahasa Indonesia): Efektivitas Pengelolaan Taman Nasional Bunaken

 

The important values of Bunaken National Park were gathered through interviews with80 respondents in order to obtain local people’s opinion of the marine park. Results showed that the most important value was coral reefs,holding 68.75% of the respondents’ opinion. Moreover, they put the environmental characteristics, such as fish, biodiversity, and mangrove, as major values of Bunaken National Park. Many respondents mentioned the economic values in relation with tourism business. As many as 11.25% of the respondents claimed that the presence of management and its programs was main value of the marine park. The respondents’ opinion  concerning the threat on the major values of Bunaken National Parkfound that nearly all respondents mentioned several deleterious behaviors that could directly demolish natural environmental values, such as fish blasting, fish poisoning, pollution and illegal mangrove cutting.  Illegal entry of the zonation and excessive exploitation from commercial fishing operations or fish netting, and low awareness  were also found. In addition, 8.75% of the respondents claimed that economic or poverty issues were major threats on Bunaken National Parkvalues, and 5% thought that government policy was the serious threat.This study revealed that Bunaken National Park has been effectively managed. It is indicated by a good patrol system and better social economic condition of the communities living inside the park.


Hasil penelitian menunjukkantentang pandangan masyarakat lokal terhadap nilai-nilai penting Taman Nasional Bunaken, yang dilakukan melalui wawancara terhadap 80 responden untuk mendapatkan daftar apa saja yang menurut mereka nilai-nilai paling penting dari Taman Nasional Bunaken. Nilai terpenting menurut responden adalah terumbu karang (68,75%). Selanjutnya, responden menempatkan karakteristik lingkungan, seperti ikan, keragaman biologis, dan mangrove, merupakan nilai utama dari Taman Nasional Bunaken. Banyak responden juga menyebutkan nilai-nilai ekonomis yang dihubungkan dengan bisnis pariwisata. Sebanyak 11.25% responden berkomentar, bahwa adanya pengelolaan dan program-programnya merupakan nilai-nilai utama dari Taman Nasional Bunaken. Hasil wawancara tentang pandangan responden mengenai ancaman-ancaman terhadap nilai-nilai utama Taman Nasional Bunaken menunjukkan, bahwa hampir semua responden menyebutkan beberapa tingkah laku yang merusak yang secara langsung menghancurkan nilai-nilai lingkungan alami, misalnya bom ikan, racun ikan, polusi, dan penebangan mangrove secara ilegal. Pelanggaran zonasi dan eksploitasi berlebihan melalui operasi-operasi komersil atau penangkapan ikan dengan jaring, kurangnya kesadaran juga disebutkan. Sebanyak 8.75% responden mengatakan, bahwa isu ekonomi atau kemiskinan merupakan ancaman utama terhadap nilai-nilai Taman Nasional Bunaken; dan 5% responden yang mengatakan, bahwa kebijakan pemerintah merupakan ancaman serius. Penelitian ini mendapati, bahwa Taman Nasional Bunaken telah dikelola secara efektif. Hal ini diindikasikan dengan adanya suatu sistem patroli yang berjalan dengan baik dan peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat di kawasan Taman Nasional Bunaken.


Keywords


marine protected area; coastal zone management; Bunaken National Park; Indonesia

Full Text:

PDF

References


BALAI TNB (2009) Monitoring daerah pemijahan ikan karang di pulau Mantehage TNB, Manado. 62 hal.

COSTAL RESOURCES CENTER UNIVERSITY OF RHODE ISLAND (2003) Fostering marine conservation in Indonesia: Developing capacity to implement community-based marine sanctuaries. Final report (October 1999-April 2003) submitted to the david and Lucile pacard foundation, 26-38 hal.

DAHL-TACCONI N, GENEVA M, PAAT R, TASIDJAWA S. 2004. Evaluasi Keefektifan Pengelolaan Taman Nasional Bunaken. Rekomendasi untuk meningkatkan pengelolaan. 108 Hal.

DAHURI, R. 2008. Paradigma Baru Pembangunan Indonesia Berbasis Kelautan. Orasi Ilmiah: Guru Besar Tetap Bidang Pengelolaan Sumber DayaPesisir dan Lautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor.

DEPARTEMEN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.328/Kpts.-II/86 Tahun 1986. Tentang Penetapan Kawasan Pulau Bunaken menjadi Cagar Alam Laut Bunaken-Manado Tua dan Kawasan Arakan hingga Wawontulap sebagai Cagar Alam Laut Arakan-Wawontulap

DEPARTEMEN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.444/Menhut-II/89 Tahun 1989. Tentang Penetapan Penggabungan Cagar Alam Bunaken dan Cagar Alam Arakan-Wawontulap menjadi Calon Taman Nasional.

DEPARTEMEN KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA. Surat Keputusan Menteri Kehutanan No.730/Kpts.-II/1991 Tahun 1991. Tentang Pembentukan Taman Nasional Bunaken.

DIREKTORAT JENDERAL KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL. 2006. Daerah perlindungan laut berbasis masyarakat. Buku Panduan. Volume 2. PT. Bina marina nusantara. Jakarta. Hal 1-15.

DIREKTORAT JENDERAL KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL. 2009. Undang Undang nomor 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil. Jakarta. 43 hal

EFFENDIE, M.I. 1997. Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Jakarta. 155 hal.

IUCN-CMP 2006. IUCN – CMP Unified Classification of Direct Threats, v. 1 (June 2006).

MANGUBHAI S. 2003. Memilai Keefektifan Pengelolaan Kawasan Lindung Laut. Buku Kerja Untuk Western Indian Ocean. 82 Hal.

MERRILL R AND J. DAVIE. 1996. The sustainable management of Bunaken National Park’s mangroves. NRMP/USAID.

POMEROY,R.S., JOHN, E.P DAN LANI M.W. 2004. How is your MPA doing? A Guidebook of Natural and Social Indicators for Evaluating Marine Protected Areas Management Effectiveness IUCN-The World Conservation Union. Thaned Press Ltd, Margate, UK.

RARE 2009. Strategic Plan - RARE – Coral Triangle. 2010-2011 Marine Thematic Cohort. Indonesia – Malaysia – East Timor. Rare, Bogor, Indonesia.

ROBERTS, C.M. AND J.P. HAWKINS. 2000. Fully-protected marine reserves. a guide. WWF endangered seas campaign, 1250 24thstreet, NW, Washington, DC 20037, USA and environment department, University of York, York, Y010 5DD, UK.

SULISTIYO, B. 2004. Menata Wilayah Laut. Bab 2 dari Buku Menata Ruang Laut Terpadu. Penerbit PT Pradnya Paramitha, Jakarta.

TURAK, E AND DE VANTIER, L.M. 2003. Corals and coral communities of Bunaken National Park and nearby reefs, North Sulawesi, Indonesia: Rapid ecological assessment of biodiversity and status. Final Report to the International Ocean Institute Regional centre for Australia and western Pacific.

WEBER, J AND L. SAUNDERS. 1996. Managing a coral reef ecosystem in Indonesia. NRMP/ USAID.

YULIANTO I., at al. 2009. Laporan monitoring aspek sosial ekonomi dalam pengelolaan Taman Nasional Karimun Jawa. Bogor. 32 Hal.




DOI: https://doi.org/10.35800/jasm.5.1.2017.24214

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT



   e-ISSN 2337-5000

 

The JASM is published by the Graduate Program of Sam Ratulangi University (UNSRAT), Manado, North Sulawesi, Indonesia.