The design of a simple water heater on eel (Anguilla marmorata) development in controlled pond

Authors

  • Iman Sudrajat Balai Budidaya Air Tawar Tatelu, Provinsi Sulawesi Utara.
  • Jhonly Solang Balai Budidaya Air Tawar Tatelu, Provinsi Sulawesi Utara.

DOI:

https://doi.org/10.35800/jasm.0.0.2014.7304

Keywords:

eel, water heater

Abstract

Eels (Anguilla marmorata) can adapt to the temperature of 12-31 ° C but require an optimum temperature to support growth due to their slow growth. Low water temperature could also influence their appetite and be susceptible to disease. The water heater is needed in the location where source water is abundant but low temperature, such as Tatelu Freshwater Aquaculture Center with 22-25°C. This activity was aimed to increase the  the water temperature of eel enlargement treatment tank. The design began with making an easily operated-water heating working block system diagram and detailing low cost budget for good equipment production. This application gave a fairly good impact on the eel rearing, in which the eels were not susceptible to disease and  had stable appetite. The  temperature could be adjusted as desired by installing a microcontroller to save energy and prevent  overheating the media. For 1 ton of water with initial temperature of 25°C takes about 2 hours to produce a water temperature of 28 ° C.  To make a prototype water heater costs about  IDR 3 million for 450 watts of power and water flow of 25 liters/min.

 

Ikan sidat (Anguilla marmorata) membutuhkan suhu optimal dalam budidaya agar mendukung pertumbuhannya yang cenderung lambat. Suhu air rendah dapat juga mempengaruhi nafsu makan dan potensi munculnya penyakit. Pemanas air dibutuhkan pada lokasi yang sumber airnya melimpah tetapi bersuhu rendah, seperti BBAT Tatelu yang memiliki kisaran suhu air 22 - 25°C. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai suhu air pada bak treatment pembesaran ikan sidat. Perancangan dimulai dengan membuat diagram blok sistem kerja pemanas air dengan operasional yang mudah dan merinci anggaran agar didapatkan biaya yang murah dibandingkan peralatan sejenis produksi pabrikan. Hasil penerapan memberi dampak yang cukup baik dalam menunjang pemeliharaan ikan sidat. Selama masa pemeliharaan, benih sidat tidak mudah terserang penyakit dan nafsu makan stabil. Suhu yang dihasilkan dapat disesuaikan dengan keinginan dengan adanya penambahan alat mikrokontroller yang berfungsi memutus arus jika suhu mencapai batas yang diinginkan sehingga dapat menghemat energi dan mencegah terjadinya panas berlebih pada media pemeliharaan. Kisaran suhu yang dihasilkan untuk 1 ton air dengan suhu awal 25°C membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk menghasilkan suhu air 28°C. Untuk membuat prototipe pemanas air ini membutuhkan biaya sekitar 3 juta rupiah dengan daya 450 watt dan kecepatan aliran 25 liter /menit.

Downloads

Published

2014-10-31

Issue

Section

Articles