STRATEGI PENATAAN JALUR PEDESTRIAN PENGHUBUNG ANTAR SPOT WISATA DI KAWASAN PUSAT KOTA MANADO (BENTUK IMPLEMENTASI PENGELOLAAN URBAN TOURISM YANG RAMAH LINGKUNGAN)

Petra Christian

Abstract


Pariwisata kota atau urban tourism merupakan salah satu bentuk wisata yang mulai banyak dikembangkan di kota-kota Indonesia, termasuk kota Manado. Dengan obsesi yang hendak menjadikan kota Manado sebagai kota destinasi wisata, berikut ditawarkan suatu bentuk implementasi pengelolaan urban tourism yang ramah lingkungan.  Dari banyak aspek yang berkaitan dengan hal tersebut, pemberdayaan jalur pedestrian penghubung antar spot wisata dikawasan pusat kota merupakan salah satu bentuk implementasi sederhananya. Selain memiliki peranan penting dalam mendukung mobilitas wisatawan, jarak antar spot wisata dikawasan kota yang rata-rata masih dalam jangkauan berjalan kaki merupakan modal dasar dalam memberdayakan dengan menata ulang jalur pedestrian.. Dengan metoda 4C sebagai kriteria dasar “living streets movement “ serta walkability analysis atau analisa kelayakan/kapabilitas suatu jalur pedestrian untuk dilalui; akan dilakukan studi untuk menggali strengths, weaknesses, opportunities, threaths kondisi eksisting jalur pedestrian. Melalui studi ini akan dirumuskan bentuk strategi yang terbagi dalam 4 kelompok yakni: (1) penggunaan strength untuk memanfaatkan peluang; (2) penanggulangan weakness dengan memanfaatkan peluang; (3) penggunaan strength untuk menghindari threats (4) meminimalkan weakness dan menghindari threats. Selanjutnya dengan rumusan strategi yang diperoleh, diharapkan dapat menjadi masukan bagi perumusan kebijakan secara spesifik pada penataan sistim pejalan kaki sebagai bentuk implementasi pengelolaan urban tourism yang ramah lingkungan.

Keywords


Strategi Penataan, Jalur Pedestrian, Urban Tourism, Manado

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Media Matrasain, Department of Architecture, Engineering Faculty-UNSRAT