IMPLEMENTASI KONSEP “FOLDING” DALAM RANCANGAN FASADE BANGUNAN / ARSITEKTUR

Mareike Runtu, Sonny Tilaar

Abstract


Fasade bangunan yang baik merupakan suatu kesatuan desain antara atap, dinding serta terintegrasi dengan denah ruang dan struktur yang ada di dalamnya. Untuk bisa menyatukan elemen-elemen tersebut maka dipakai berbagai macam konsep perancangan yang bisa menjadi dasar ide atau pemikiran dalam merancang. Salah satunya dengan konsep “Folding” atau melipat, menekuk suatu bidang sehingga mendapatkan sebuah fasade bangunan. Sebagai bahan dasar dari pembuatan ide digunakan kertas atau bahan lain yang bisa dilipat dengan mudah. Kreatifitas dalam membuat dan menjadikan kertas itu suatu bentuk yang menarik akan sangat mempengaruhi bentuk fasadenya nanti.

Folding Architecture merupakan suatu proses menghasilkan bentukan dalam desain arsitektur yang pada intinya bereksperimen untuk menghasilkan suatu bentuk konfigurasi melalui suatu proses. Penerapannya ke dalam perancangan arsitektur menggunakan metode “borrowing” yakni meminjam karakter kertas dan mentransformasikannya kedalam sebuah bentuk melalui proses lipat, potong, tekan dll.

Peminjaman karakter kertas dipakai sebagai media dalam membuat bentukan, karena sifat kertas yang mudah dilipat dan ditekuk. Setiap proses lipatan itu bertransformasi menjadi sebuah bentuk yang hasilnya tidak terduga sebelumnya. Itu disebabkan karena Folding bersifat spontan dan tidak memiliki cara yang terikat dalam memproses sebuah bentuk. Setiap bentukan yang dihasilkan pasti akan berbeda walaupun prosesnya sama. Dari bentukan inilah yang nantinya akan diolah menjadi suatu desain arsitektur.

Kata kunci: Fasade, Folding Architecture

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Media Matrasain, Department of Architecture, Engineering Faculty-UNSRAT