Komposisi Proksimat dan Profil Mineral Tulang dan Sisik Ikan Papuyu (Anabas testudineus)

Authors

  • Sukma Sukma Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Andi Mismawati Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Bagus Fajar Pamungkas Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Seftylia Diachanty Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda
  • Ita Zuraida Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda

DOI:

https://doi.org/10.35800/mthp.10.3.2022.36798

Keywords:

Anabas testudineus, bone, scale, proximate, mineral profile

Abstract

Papuyu fish (Anabas testudineus) or also known as betok fish is a native Indonesian fish that is scattered in some area of freshwater such as in Kalimantan, Sumatra and Java. Information about the chemical characteristics of the bones and scales is currently limited. This study aims to determine the proximate composition and mineral profiles of the bones and scales of papuyu fish. The characteristics observed including the percentage of non edible portion, pH, proximate and minerals. Research data are presented in mean and standard deviation values as well as in table and histogram formats. Proximate analysis includes moisture content, ash, fat and protein, whereas analysis of mineral content including calcium, phosphorus, zinc, iron, potassium and sodium. The proportion of fish bone and scales are presented in percentage which have percentation of both bones of 1.67% and scale of 0.67%. The proximate values of papuyu fish bones in wet basis include the water content of 10.07%, ash content of 32.28%, fat 4.42% and protein content of 50.26%. The proximate values of papuyu fish scale in wet basis include the water content of 9.21%, ash content of 31.74%, fat of 3.49% and protein of 49.29%. The minerals profiles of the bone such as calcium, iron, potassium and sodium are higher than mineral from scale.

Keyword:     Anabas testudineus, bone, scale, proximate, mineral profile.

 

Ikan papuyu (Anabas testudineus) atau disebut juga ikan betok adalah jenis ikan asli Indonesia yang tersebar di beberapa perairan seperti Kalimantan, Sumatera dan Jawa. Informasi tentang karakteristik kimia tulang dan sisik ikan papuyu saat ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisikokimia dan profil mineral tulang dan sisik ikan papuyu. Karakteristik yang diamati meliputi persentasi non edible portion, keasaman (pH), proksimat dan mineral. Data hasil penelitian disajikan dalam nilai rata-rata dan standar deviasi serta dalam format tabel dan histogram. Analisis proksimat meliputi kadar air, kadar abu, lemak dan protein, sedangkan analisis kandungan mineral meliputi kalsium, fosfor, seng, besi, kalium dan natrium. Nilai proporsi tulang ikan papuyu sebesar 1,67% dan sisik ikan papuyu sebesar 0,67%. Nilai proksimat tulang ikan dalam berat basah meliputi kadar air sebesar 10,07%, kadar abu 32,28%, lemak 4,42% dan kadar protein 50,26%. Nilai proksimat sisik ikan papuyu dalam berat basah meliputi kadar air 9,21%, kadar abu 31,74%, lemak 3,49% dan protein 49,29%. Kadar kalsium, besi, kalium dan natrium pada tulang ikan papayu lebih tinggi daripada bagian sisiknya.

Kata kunci:       Anabas testudineus, tulang, sisik, proksimat, profil mineral.

Author Biography

Ita Zuraida, Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Mulawarman, Samarinda

References

[AOAC] Association of Official Analitycal Chemist. 2005. Official Method of Analysis of The Association of Official Analytical of Chemist. Arlington, Virginia, USA: Association of Official Analytical Chemist, Inc.

Anggun, C., N., Talumepa, Suptijah, P., Wullur, S., dan Inneke F., M., Rumengan. 2016. Kandungan kimia dari sisik beberapa jenis ikan laut. Jurnal Lembaga penelitian dan pegabdian masyarakat bidang sains dan teknolog. 3:27-33.

Abdurrahman Suad dan Kristina Novalina. 2019. Studi Kandungan Kalsium Pada Tepung Tulang Ikan Tongkol (Euthynnus ffinis) Dan Tenggiri (Scomberomorus Commerson). Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanan, Politeknik Negeri Pontianak 8(1): 1-3.

Amiarso, 2003. Pengaruh penambahan ikan kambing-kambing (Abalistes steilatus) terhadap mutu kerupuk gemblong Khas Kuningan Jawa Barat (skripsi). Bogor. Fakultas perikanan dan ilmu kelautan, IPB.

Bhaskar, N., dan Mahendrakar.N.S. 2008. Protein Hydrolisate From Visceral Waste Protein Of Catla (Catla catla): Optimization Of Hydrolysis Condition For A Commercial Neutral Protease. Bioresource Techonology 99: 4105-4111.

Diba, N., F., M., dan Yusliman. 2016. Pemijahan ikan betook (Anabas testudineus) yang diinduksi dengan ekstrak hipofisa ayam broiler. Program Studi Akuakultur Fakultas Pertanian UNSRI. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia, 4(1): 188-199.

Efendie, M., I., (2002). Biologi Perikanan. Yayasan Pustaka Nusatama. Yogyakarta.

Ernawati, Y., M. M. Kamal dan N. A. Y. Pellokila. Biologi Reproduksi Ikan Betok (Anabas testudineus Bloch, 1792) di Rawa Banjiran Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. 2009. Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 9 (2): 113-127.

Hafiludin. 2015. Analisis Kandungan Gizi pada Ikan Bandeng yang Berasal dari Habitat yang Berbeda. Jurnal Kelautan. 8(1): 37-43.

Hanura, A.B., H., Trilaksani, W., dan Suptijah, P. 2017. Karakterisasi nanohidroksiapatit tulang tuna Thunnus sp sebagai sediaan biomaterial. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 9: 619-629.

Harmain, R.M., Dali, F.A., Husain, R. 2018. Karakteristik, crackers, dan nanokalsium ikan cakalang (Katsuwonus pelamis). Penerbit: CV. Artha Samudera, Gorontalo.

Hossain, U., dan Alam A., K., M., N. 2015. Production Of Powder Fish Silage From Fish Market Wastes. SAARC J. Agri., 13(2):13-25.

Hue, J., Pan, H., Liang, W, Xiao, D., Chen, X., Guo, M., He, J. 2017. Prognostic Effect of Albumin to Globulin Ratio in Patients with solid tumors: A Systematic Review and Meta-analysis. Journal of Cancer 8(19): 4002-4010.

Kusumanigrum, I., Sutono, D., dan Bagus Fajar P. 2016. Pemanfaatan tulang ikan belida sebagai tepung sumber kalsium dengan metode alkali. Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan. volume (19): 148-155.

Kaya, A. 2008. Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius sp) sebagai Sumber Kalsium dan Fosfor dalam Pembuatan Biskuit. Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil Perairan, IPB. Bogor.

Khairina Rita dan Iin Khusnul Khotimah. 2006. Studi komposisi asam amino dan mikroflora pada wadi ikan papuyu. Jurnal Teknologi Pertanian. 7(2): 120-126.

Lakahena, V., Didah, N., F., Rizal, S., dan Peranginangin. 2014. Karakterisasi fisikokimia nanokalsium hasil ekstraksi tulang ikan nila menggunakan larutan basa dan asam. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan 25(1): 57-64.

Magdalena, C., R., L., Daniel, A., N., Apituley, dan D., Soukotta. 2020. Komposisi Mineral Sisik Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp.) dan Kakatua (Scarus sp.) dengan Perendaman Asam. Jurnal International Standard Book Number. (7): 71-83.

Maidie, A., Sumoharjo, Asra, S., W., Ramadhan, M., dan Hidayanto, D., N. 2015. Pengembangan pembenihan ikan betok (Anabas testudineus) untuk skala rumah tangga. Media Akuakultur, 10(1):85-65.

Maulida, N. 2005. Pemanfaatan Tepung Tulang Ikan Madidihang (Thunnus albacares) sebagai Suplemen dalam Pembuatan Biskuit (Crackers). Skripsi. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Meiyasa, F., dan Nurbety Tarigan. 2020. Pemanfaatan limbah tulang ikan tuna (thunnus sp.) Sebagai sumber kalsium dalam pembuatan stik rumput laut. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas Vol 24: 66-75.

Muchtadi, D., M., Astawan dan N., S., Palupi. 2007. Pengetahuan Bahan Pangan Hewani Universitas Terbuka. Jakarta.

Nabil, M. 2005. Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Tuna (Thunnus sp.) Sebagai Sumber Kalsium Dengan Metode Hidrolisis Protein. Skripsi. Program Studi Teknologi Hasil Perikanan, IPB. Bogor.

Nagai, T., Izumi, M., dan Ishii, M. 2004. Preparation and partial characterization of fishscale collagen. International Journal of Food Science and Technology. 39:239-244.

Nurilmala, M., Wahyuni, M., dan Wiratmaja, H. 2006. Perbaikan nilai tambah limbah tulang ikan tuna (Thunnus sp.) menjadi gelatin serta analisis fisika-kimia. Buletin Teknologi Hasil Perikanan. 9(2): 22-33.

Nurjanah, Ruddy, Suwandi dan Vanadia Yogaswari. 2010. Chemical And Physical Characteristic Scales Of Carp Fish (Osphronemus Gouramy). AKUATIK-Jurnal Sumberdaya Perairan. 4(2)1978 -1652.

Pranowo, D. dan Muchalal, M. 2004. Analisis kandungan asam lemak pada minyak kedelai dengan kromatografi gas-spektroskopi massa. Indonesian Journal of Chemistry, 4(1), 62 – 67.

Pratama, R., I., I., Rostini, dan E. Liviawaty. 2014. Karakteristik Biskuit dengan Penambahan Tepung Tulang Ikan Jangilus (Istiophorus sp.). Jurnal Akuatika. 5(1). ISSN 0853-2532.

Rahayu, F., dan Fithriyah, N., H. 2015. Pengaruh Waktu Ekstraksi Terhadap Rendemen Gelatin dari Tulang Ikan Nila Merah. Prosiding Seminar Nasional Sains dan Teknologi. Fakultas Tehnik Universitas Muhammadiyah Jakarta. pp1-6.

Rahardjo, M., F., Djadja, S., Sjafei, Ridwan, A., dan Sulistiono. 2011. Iktiology Bringing Native Fish Back To The Rivers. Lubuk Agung. Bandung.

Santoso, J., Shynie., dan Manurung, S., I. 2013. Pemanfaatan hasil tangkapan sampingan ikan cucut dan ikan pari dalam pembuatan gelaltin. Jurnal Marine Fisheries. 4(1): 75-83.

See, S., F., P., K., Hong, K., L., N., g., W., M., Wan Aida, dan A., S., Babji. 2010. Physicochemical Properties of Gelatins Extracted from Skins of Different Freshwater Fish Species. International Food Research Journal, 17:809-816.

Shalahuddin, D., S., Y., S., Darmanto, dan A., Fahmi, S. 2019 The Effect of Gelatin from Various Types of Fish to Artificial Rice Characteristics from Ganyong Flour and Caulerpa racemosa flour. Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan. 1:56-66.

Slamat, M., A., Thohari dan D., T., Sulistyowati. 2011. Keaneragaman genetik ikan betok (Anabas testudineus) pada tiga ekosistem perairan rawa di Kalimanntan Selatan: Jurnal Agrocientiae, 18 ;129 – 135.

Songchotikunpan, P., J., Tattiyakul, P., dan Supaphol. 2008. Extraction and electrospinning of gelatin from fish skin. International Journal of Biological Macromolecules. 42: 247-255.

Standar Nasional Indonesia. 2019. Air dan air limbah – Bagian 11: Cara uji derajat keasaman (pH) dengan menggunakan pH meter. SNI 6989.11:2019. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Suprayitno, E. 2020. Kajian Kesegaran Ikan di Pasar Tradisional dan Modern Kota Malang. Journal of Fisheries and Marine Research. 4(2): 289-295.

Toppe, J., Albrektsen, S., Hope, B., dan Aksnes, A. 2007. Chemical Composition, Mineral Content and Amina and Lipid Profiles in Bones From Various Fich Species. Journal Comparative Biochemistary and Physiology. Part B 146. Pp. 395-401.

Trilaksani, W., Salamah, E., dan Nabil, M. 2006. Pemanfaatan limbah tulang ikan tuna (Thunnus sp.) sebagai sumber kalsium dengan metode hidrolisis protein. Buletin Teknologi Hasil Perikanan 9(2): 34-45.

Widyasari, R., A., H., E., Kusharto, C., M., Wiryawan, B., Wiyono, E., S., dan Suseno, S. H. 2013. Pemanfaatan Limbah Ikan Sidat Indonesia (Anguilla bicolor) sebagai Tepung pada Industri Pengolahan Ikan di pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Gizi dan Pangan. 8(3): 215- 220.

Winarno, F., G. 2008. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Downloads

Published

08/28/2022

Issue

Section

Articles