PERENCANAAN PENGEMBANGAN BANDAR UDARA NAMROLE KABUPATEN BURU SELATAN PROVINSI MALUKU

Ronny Fuad Marasabessy, James A. Timboeleng, Lucia I. R. Lefrandt

Abstract


Kabupaten Buru Selatan terletak di pulau Buru Provinsi Maluku kini sedang dalam tahap pembangunan yang  membuat kebutuhan akan moda transportasi meningkat khususnya transportasi udara. Selain untuk keperluan masyarakat sektor pariwisata yang kian meningkat tiap tahunya membutuhkan prasaran yang memadai, dalam hal ini adalah bandar udara.

Kabupaten Buru Selatan memiliki satu bandar udara yaitu Bandar Udara Namrole dengan pesawat yang beroperasi adalah pesawat ATR 42-300, sejak awal dibuat belum pernah di kembangkan membuat jenis pesawat yang melayani bandar udara menjadi terbatas. Oleh karena hal tersebut, perlu adanya perencanaan untuk Banda Udara Namrole.

Arus lalu lintas adalah pertimbangan yang penting dalam merencanakan pengembangan bandar udara maka pengembangan di dasarkan pada arus lalu lintas di masa yang akan datang. Dengan menganalisa data lima tahun yang terdiri dari jumlah pesawat, penumpang, dan bagasi membuat arus lalu lintas di masa yang akan datang dapat di ramalkan, dimana peramalan menggunakan analisa regresi.

Adapun data – data seperti karakteristik pesawat, data tanah, klimatologi, dan kondisi exsisting bandara menjadi acuan untuk merencanakan pengembangan bandar udara. Berdasarkan standar yang telah di tetapkan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) maka perencanaan menggunakan pesawat terbang rencana ATR 72-600 dengan kapasitas 78 penumpang yang membutuhkan panjang landasan (runway) 1.415 meter, lebar 42 meter dan lebar total taxiway 30 meter, dengan luas apron yang diperlukan adalah 9.760 .

 

Kata Kunci: Pengembangan, Perencanaan, Regresi, Runway, Taxiway, Apron.

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.