PERILAKU BIROKRASI PELAYANAN IZIN MENDIRIKAN BANGUNAN DI KOTA TOMOHON

Olivia Tindas

Abstract


ABSTRAK

Keberadaan birokrasi di Indonesia masih memiliki patologi yang cukup parah. Penelitian ini akan mengkaji perilaku birokrasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tomohon dalam Pelayanan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Dengan menggunakan metode kualitatif (Moleong, 2017), kajian ini akan dilakukan dengan menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh Notoatmodjo (2007:88), yang mengatakan berdasarkan bentuk respons terhadap stimulus maka perilaku dibedakan menjadi dua, yaitu: Perilaku Tertutup dan Perilaku Terbuka. Temuan penelitian menggambarkan pada aspek perilaku birokrasi tertutup, perilaku pasif atau tertutup Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tomohon adalah mengarah pada sikap atau respon pelayanan birokrasi secara internal organisasi.  Atau birokrasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Tomohon bersifat umum saja, sedangkan hal-hal yang bersifat privat tidak bisa dilayani secara umum. Dinas masi melakukan pelayanan izin pembangunan dengan mekanisme, publik dilayani secara offline dengan sikap yang ramah tetapi masi terkendala pada terbitnya surat izin yang lamah. Sedangkan pada aspek perilaku birokrasi terbuka, dinas dalam memberikan pelayanan izin pembangunan masih mengalami persoalan diantaranya mengenai terbatasnya sumber informasi Standar Operational Proscedure (SOP), kinerja aparatur yang masih biasa-biasa saja, serta akses menu di portal website dinas masih terbatas pada menu pengaduan, visi misi, dan struktur organisasi. Jika ditinjau makna dari perilaku birokrasi terbuka adalah dinas harus memberikan sarana dan prasarana yang memadai mengenai semua mekanisme jenis perizinan dan dapat di jangkau baik secara online dan offline oleh publik.

 

Kata Kunci: Perilaku Birokrasi; IMB

 

 

ABSTRACT

The existence of the bureaucracy in Indonesia still has quite a severe pathology. This study will examine the behavior of the bureaucracy in the Tomohon One Stop Investment Service and Service in Building Construction Permit Services (IMB). By using qualitative methods (Moleong, 2017), this study will be carried out using the approach proposed by Notoatmodjo (2007: 88), which states that based on the form of response to stimulus, behavior can be divided into two, namely: Closed Behavior and Open Behavior. The research findings describe the aspects of closed bureaucratic behavior, passive or closed behavior, the Tomohon One Stop Investment and One Stop Service Service, which leads to the attitude or response of internal bureaucratic services to the organization. Or the bureaucracy of the Tomohon One Stop Investment Service and Integrated Services is only general, while private matters cannot be served in general. The office still carries out development permit services with a mechanism, the public is served offline with a friendly attitude but is still constrained by the issuance of friendly permits. Whereas in the aspect of open bureaucratic behavior, the office in providing development permit services is still experiencing problems including the limited source of information on Standard Operational Procedures (SOP), the performance of the apparatus is still mediocre, and menu access on the official website portal is still limited to the complaint menu, vision and mission, and organizational structure. If viewed the meaning of open bureaucratic behavior is that the office must provide adequate facilities and infrastructure regarding all types of licensing mechanisms and can be reached both online and offline by the public.

 

Keywords: Bureaucratic Behavior; IMB


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Politico FISIP UNSRAT