STRATEGI PEMERINTAH DALAM MENANGGULANGI PENYELUDUPAN BARANG ILEGAL DI DAERAH PERBATASAN KABUPATEN KEPULAUAN SANGIHE

Jeyniver Agnes Mansilata

Abstract


ABSTRAK

Penyeludupan barang illegal merupakan salah satu kejahatan yang sering terjadi di wilayah perbatasan antar negara. Begitu juga yang terjadi di wilayah perbataan antara Indonesia dengan Filipina yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Pemerintah harus memiliki strategi yang baik untuk dapat mengatasi hal tersebut. Dengan menggunakan metode kualitatif (Sugiyono, 2016), penelitian ini akan mengkaji strategi pemerintah Indonesia dalam menanggulangi penyeludupan barang illegal yang terjadi di daerah perbatasan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Strategi pemerintah Indonesia disini akan dikaji dengan menggunakan pendekatan yag dikemukakan oleh Salusu (1996) yang mengatakan bahwa Strategi adalah cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan kedalam kebijakan- kebijakan dan program-program. Kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan- ketentuan yang telah ditetapkan oleh yang berwenang untuk dijadikan pedoman, pegangan, atau petunjuk dalam pengembangan, ataupun pelaksanaan program atau kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan, serta visi dan misi pemerintahan. Sedangkan program adalah kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintahan ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat, guna mencapai sasaran tertentu. Temuan penelitian menggambarkan bahwa staretegi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dalam menanggulangi penyeludupan barang legal di wilayah perbatasan yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe adalah dengan melakukan koordinasi dan sinergitas seluruh stakeholder yang dimiliki seperti Badan Pengelola Perbatasan Daerah, Bea Cukai, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Kantor Imigrasi, dan kantor kepolisian.

 

Kata Kunci: Strategi; Penangulangan; Penyeludupan

 

 

ABSTRACT

The smuggling of illegal goods is one of the crimes that often occurs in border areas between countries. Likewise what happened in the border area between Indonesia and the Philippines in the Sangihe Islands Regency. The government must have a good strategy to overcome this. Using qualitative methods (Sugiyono, 2016), this study will examine the Indonesian government's strategy in tackling the smuggling of illegal goods that occurs in border areas in the Sangihe Islands Regency. The strategy of the Indonesian government here will be examined using the approach proposed by Salusu (1996) which states that strategy is a way of achieving goals and objectives which are translated into policies and programs. Policies are basically provisions that have been set by the authorities to serve as guidelines, guidelines, or directions in the development or implementation of programs or activities in order to achieve smoothness and integration in the realization of the goals, objectives and vision and mission of the government. While a program is a collection of activities that are systematic and integrated to obtain results carried out by one or several government agencies or in the framework of cooperation with the community, in order to achieve certain goals. The research findings illustrate that the strategy carried out by the Indonesian government in tackling the smuggling of legal goods in the border areas in Sangihe Islands Regency is by coordinating and synergizing all stakeholders, such as the Regional Border Management Agency, Customs and Excise, the Industry and Trade Office, the Immigration Office. , and the police station.

 

Keywords: Strategy; Repetition; Smuggling


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Politico FISIP UNSRAT