KONTROL SOSIAL KOMUNITAS SEKOLAH SUNGAI BITUNG PADA KINERJA DINAS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BITUNG

Mohammad Taufik Darise

Abstract


ABSTRAK

Keadaan sungai yang ada di kota Bitung masih belum bisa dikatakan baik. Dari tahun ke tahun, kualitas sungai di Kota Bitung belum terlihat ada peningkatan. Berkaitan dengan itu, kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung cenderung pasif, tidak tegas, dan tidak ada investigasi yang mendalam dan pengawalan yang berarti dalam masalah-masalah lingkungan di Kota Bitung. Perlu adanya pengawasan dan pengendalian (controlling) agar pencemaran lingkungan termasuk juga sungai dapat dicegah dan ditangani dengan baik. Komunitas Sekolah Sungai Bitung hadir untuk mengisi peran tersebut. Dengan menggunakaan metode penelitian kualitatif (Creswell, 2014: 5), penelitian ini akan mengkaji bagaimana kontrol sosial Komunitas Sekolah Sungai Bitung pada kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung sesuai dengan konsep kontrol sosial yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto (2013:45). Menurutnya, pengendalian sosial adalah suatu proses baik yang direncanakan atau tidak direncanakan, yang bertujuan untuk mengajak, membimbing atau bahkan memaksa warga masyarakat agar mematuhi nilai-nilai dan kaidah-kaidah yang berlaku. Berdasarkan hasil penelitian, Komunitas Sekolah Sungai Bitung telah melakukan proses Kontrol Sosial. Bentuk dari kontrol sosial dengan cara membimbing yang dilakukan berupa adanya masukan dan saran kepada dinas. Bentuk dari kontrol sosial dengan cara mengajak yaitu dengan melakukan program bersama. Bentuk dari kontrol sosial dengan cara memaksa yaitu dengan melakukan aksi-aksi massa. Jenis kontrol sosial yang dilakukan adalah kontrol sosial antar kelompok, dimana Komunitas Sekolah Sungai Bitung sebagai kelompok melakukan kontrol sosial pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung. Kontrol sosial yang dilakukan Komunitas Sekolah Sungai Bitung bertujuan untuk mewaliki aspirasi masyarakat untuk menjaga lingkungan.

 

Kata Kunci: Kontrol Sosial, Komunitas, Lingkungan Hidup

 

ABSTRACT

The condition of the rivers in the city of Bitung is still not good. From year to year, the river quality in Bitung City has not seen any improvement. In this regard, the performance of the Bitung City Environmental Service tends to be passive, indecisive, and there is no in-depth investigation and meaningful escort in environmental problems in Bitung City. There needs to be supervision and controlling so that environmental pollution including rivers can be prevented and handled properly. The Bitung River School Community is here to fill this role. By using qualitative research methods (Creswell, 2014: 5), this study will examine how the social control of the Bitung River School Community on the performance of the Bitung City Environmental Service is in accordance with the concept of social control proposed by Soerjono Soekanto (2013: 45). According to him, social control is a planned or unplanned process, which aims to invite, guide or even force citizens to comply with the prevailing values and rules. Based on the research results, the Bitung River School Community has carried out a Social Control process. The form of social control by guiding which is done in the form of input and suggestions to the agency. The form of social control by inviting is by doing joint programs. The form of social control by force is by carrying out mass actions. The type of social control that is carried out is social control between groups, where the Bitung River School Community as a group carries out social control at the Bitung City Environmental Service. The social control carried out by the Bitung River School Community aims to reflect the aspirations of the community to protect the environment.

 

Keywords: Social Control, Community, Environment

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Politico FISIP UNSRAT