PEMBINAAN REMAJA PUTUS SEKOLAH DI BALAI PENYANTUN ANAK DAN REMAJA “MAKAARUYEN” TOMOHON

Frilia Isabela Walo

Abstract


ABSTRAK

Sebagai generasi penerus bangsa, remaja membutuhkan peluang dan kesempatan untuk menuntut ilmu dan mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya secara optimal. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara dalam pelayanan sosial kepada anak dan remaja putus sekolah yaitu membentuk Balai Penyantun Sosial Anak dan Remaja “Makaaruyen” Tomohon yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Balai ini memiliki peran dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial dalam hal bimbingan mental, bimbingan sosial juga pemberian keterampilan, khususnya remaja putus sekolah yang berada di wilayah Provinsi Slawesi Utara. dengan menggunakan metode kualitatif (Creswell, 2016:4), penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses pembinaan remaja putus sekolah yang dilakukan di Balai Penyantun Anak Dan Remaja “Makaaruyen” di Kota Tomohon. Hal tersebut akan dikaji dengan pendekatan pembinaan yang dikemukakan oleh Mangunrahardjana (1986:21), yang mengatakan pembinaan dapat dilakukan dengan cara pembinaan kecakapan (Skill Training), pembinaan pengembangan kepribadian (Personality Development Training), dan pembinaan kerja (In-service Training).Temuan penelitian menggambarkan Pada aspek pembinaan kecakapan, diadakan untuk membantu para peserta guna mengambangkan kecakapan baru yang diperlukan untuk pelaksanaan tugasnya. Pembinaan ini dilaksanakan pada setiap jurusan yang ada seperti Tata Rias, Menjahit dan Otomotif, agar menjadi bekal bagi para siswa ketia lulus dari balai dan menghadapi dunia kerja. Pada aspek pembinaan pengembangan kepribadian, diadakan untuk membantu siswa dalam pengembangan sikap yang menekankan pada pengembangan kepribadian dan sikap agar mengenal dan mengembangan diri menurut gambaran atau cita-cita hidup yang sehat dan benar. Pada aspek Pembinaan Kerja (In-service Training), diadakan agar dapat menganalisis kerja mereka dan membuat rencana peningkatan untuk masa depan.  Siswa dipersiapkan untuk membuat rencana peningkatan taraf hidup di masa depan. Pembinaan Kerja berdasarkan jurusan yang diikuti para siswa, agar ketika mereka keluar dari balai mereka dapat mengembangkan hal-hal yang mereka dapatkan di balai untuk agar mampu bersaing di dunia kerja.

 

Kata Kunci: Pembinaan; Remaja

 

 

 

ABSTRACT

As the nation's next generation, teenagers need opportunities and opportunities to study and develop their talents and abilities optimally. One of the concrete forms taken by the North Sulawesi Provincial government through the Regional Social Service of North Sulawesi Province in social services to children and adolescents who drop out of school is to form the "Makaaruyen" Tomohon Social Support Center which is the Technical Implementation Unit of the Regional Social Service for North Sulawesi Province. . This center has a role and responsibility in providing social welfare services in terms of mental guidance, social guidance as well as provision of skills, especially teenagers who drop out of school in the North Sulawesi province. By using qualitative methods (Creswell, 2016: 4), this study aims to see how the process of coaching teenagers who drop out of school is carried out at the "Makaaruyen" Center for Child and Youth Support in Tomohon City. This will be examined with the coaching approach proposed by Mangunrahardjana (1986: 21), which states that coaching can be done by means of skill development (Skill Training), Personality Development Training, and work coaching (In-service Training). The research findings illustrate that in the aspect of skill building, it is held to help participants develop new skills needed for carrying out their duties. This coaching is carried out in every existing department such as Make-up, Sewing and Automotive, so that it becomes a provision for students when they graduate from the hall and face the world of work. In the aspect of personality development coaching, it is held to assist students in developing attitudes that emphasize the development of personality and attitudes in order to know and develop themselves according to a healthy and correct life image or ideal. In the aspect of Work Development (In-service Training), it was held in order to analyze their work and make improvement plans for the future. Students are prepared to make plans for improving the standard of living in the future. Job Development is based on the majors that students take, so that when they leave the hall they can develop the things they get at the hall so they can compete in the world of work.

 Keywords: coaching; Youth

ABSTRAK

Sebagai generasi penerus bangsa, remaja membutuhkan peluang dan kesempatan untuk menuntut ilmu dan mengembangkan bakat dan kemampuan yang dimilikinya secara optimal. Salah satu bentuk nyata yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara dalam pelayanan sosial kepada anak dan remaja putus sekolah yaitu membentuk Balai Penyantun Sosial Anak dan Remaja “Makaaruyen” Tomohon yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Sosial Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Balai ini memiliki peran dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kesejahteraan sosial dalam hal bimbingan mental, bimbingan sosial juga pemberian keterampilan, khususnya remaja putus sekolah yang berada di wilayah Provinsi Slawesi Utara. dengan menggunakan metode kualitatif (Creswell, 2016:4), penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana proses pembinaan remaja putus sekolah yang dilakukan di Balai Penyantun Anak Dan Remaja “Makaaruyen” di Kota Tomohon. Hal tersebut akan dikaji dengan pendekatan pembinaan yang dikemukakan oleh Mangunrahardjana (1986:21), yang mengatakan pembinaan dapat dilakukan dengan cara pembinaan kecakapan (Skill Training), pembinaan pengembangan kepribadian (Personality Development Training), dan pembinaan kerja (In-service Training).Temuan penelitian menggambarkan Pada aspek pembinaan kecakapan, diadakan untuk membantu para peserta guna mengambangkan kecakapan baru yang diperlukan untuk pelaksanaan tugasnya. Pembinaan ini dilaksanakan pada setiap jurusan yang ada seperti Tata Rias, Menjahit dan Otomotif, agar menjadi bekal bagi para siswa ketia lulus dari balai dan menghadapi dunia kerja. Pada aspek pembinaan pengembangan kepribadian, diadakan untuk membantu siswa dalam pengembangan sikap yang menekankan pada pengembangan kepribadian dan sikap agar mengenal dan mengembangan diri menurut gambaran atau cita-cita hidup yang sehat dan benar. Pada aspek Pembinaan Kerja (In-service Training), diadakan agar dapat menganalisis kerja mereka dan membuat rencana peningkatan untuk masa depan.  Siswa dipersiapkan untuk membuat rencana peningkatan taraf hidup di masa depan. Pembinaan Kerja berdasarkan jurusan yang diikuti para siswa, agar ketika mereka keluar dari balai mereka dapat mengembangkan hal-hal yang mereka dapatkan di balai untuk agar mampu bersaing di dunia kerja.

 

Kata Kunci: Pembinaan; Remaja

 

 

 

ABSTRACT

As the nation's next generation, teenagers need opportunities and opportunities to study and develop their talents and abilities optimally. One of the concrete forms taken by the North Sulawesi Provincial government through the Regional Social Service of North Sulawesi Province in social services to children and adolescents who drop out of school is to form the "Makaaruyen" Tomohon Social Support Center which is the Technical Implementation Unit of the Regional Social Service for North Sulawesi Province. . This center has a role and responsibility in providing social welfare services in terms of mental guidance, social guidance as well as provision of skills, especially teenagers who drop out of school in the North Sulawesi province. By using qualitative methods (Creswell, 2016: 4), this study aims to see how the process of coaching teenagers who drop out of school is carried out at the "Makaaruyen" Center for Child and Youth Support in Tomohon City. This will be examined with the coaching approach proposed by Mangunrahardjana (1986: 21), which states that coaching can be done by means of skill development (Skill Training), Personality Development Training, and work coaching (In-service Training). The research findings illustrate that in the aspect of skill building, it is held to help participants develop new skills needed for carrying out their duties. This coaching is carried out in every existing department such as Make-up, Sewing and Automotive, so that it becomes a provision for students when they graduate from the hall and face the world of work. In the aspect of personality development coaching, it is held to assist students in developing attitudes that emphasize the development of personality and attitudes in order to know and develop themselves according to a healthy and correct life image or ideal. In the aspect of Work Development (In-service Training), it was held in order to analyze their work and make improvement plans for the future. Students are prepared to make plans for improving the standard of living in the future. Job Development is based on the majors that students take, so that when they leave the hall they can develop the things they get at the hall so they can compete in the world of work.

 Keywords: coaching; Youth

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Politico FISIP UNSRAT