PENGELOLAAN DANA DESA DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA TUMARATAS SATU KECAMATAN LANGOWAN BARAT KABUPATEN MINAHASA

Monika Meysi Boseke

Abstract


ABSTRAK

Maksud pemberian Dana Desa (DD) sebenarnya adalah sebagai bantuan stimulan atau dana perangsang untuk mendorong program Pemerintah Desa yang ditunjang dengan partisipasi swadaya gotong royong masyarakat dalam melaksanakan kegiatan pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat. Desa Tumaratas Satu Kecamatan Langowan Barat pada tahun 2020 menerima DD sebesar Rp. 913.317.000. Dalam pengelolaan DD factor transparansi, akuntabilitas, dan pelibatan masyarakat merupakan kewajiban. Namun, dalam pengelolaan DD yang dilakukan oleh pemerintah Desa Tumaratas Satu, hal ini belum terlihat. Bahkan tujuan pemberian DD yaitu untuk pemberdayaan masyarakat desa kurag dirasakan masyarakat. Dengan menggunakan metode kualitatif (Aminah S. Roikan, 2018), penelitian ini akan mengkaji pengelolaan DD yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Tumaratas Satu. Pengelolaan yang dimaksud akan dikaji dengan menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh (George R. Terry, 2012), tentang asas-asas dalam pengelolaan DD. Menurutnya makna pengelolaan terdiri dari tindakan-tindakan seperti Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pelaksanaan/Penggerakan), dan Controlling (Pengawasan). Temuan penelitian menggambarkan dari sisi perencanaan, Pemerintah Desa Tumaratas Satu dalam mengelola Dana Desa dan pemberdayaan masyarakat di Desa Tumaratas Satu sudah melakukan perencanaan, akan tetapi keterlibatan masyarakat yang masih kurang yang mengakibatkan usulan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan lebih banyak ditentukan oleh perangkat desa saja. Selanjutnya, dari segi pengorganisasian, Pemerintah Desa Tumaratas Satu masih terlihat belum efektif, hal ini dapat dilihat dari belum efektifnya uraian tugas pokok dan fungsi yang harus dijalankan atau dilaksanakan oleh para pengelola keuangan desa, yang disebabkan oleh lemahnya sumber daya manusia dalam hal ini pengetahuan tentang manajemen administrasi atau pengelolaan keuangan yang  baik. Sedangkan pada pelaksanaan pengelolaan dana desa di Desa Tumaratas Satu sudah terlaksana walaupun dalam pelaksanaan pembangunan belum terealisasi secara optimal dikarenakan dana desa banyak terpakai untuk membantu menunjang perekonomian masyarakat akibat dari pandemik virus covid-19. Kemudian dalam hal Pengawasan pengelolaan dana desa di Desa Tumaratas Satu masih belum berjalan dengan efektif, di mulai dari bukti pelaporan hingga pertanggungjawaban yang belum jelas mengenai pemasukan dan pengeluaran keuangan desa sehingga ada banyak masyarakat yang belum mengetahui bagaimana kinerja dari pemerintah desa terkait dengan pengelolaan keuangan desa.

Kata Kunci: Pengelolaan; Dana Desa

 

 

ABSTRACT

The purpose of providing the Village Fund (DD) is actually a stimulant aid or stimulant fund to encourage Village Government programs supported by community self-help cooperation in carrying out government activities and community empowerment. Tumaratas Satu Village, Langowan Barat District in 2020 received DD of Rp. 913,317,000. In managing DD, the factors of transparency, accountability, and community involvement are mandatory. However, in the DD management carried out by the Tumaratas Satu village government, this has not been seen. Even the purpose of giving DD, namely to empower the village community, was not felt by the community. Using qualitative methods (Aminah S. Roikan, 2018), this study will examine the DD management carried out by the Tumaratas Satu Village Government. The management in question will be studied using the approach proposed by (George R. Terry, 2012), regarding the principles in managing DD. According to him, the meaning of management consists of actions such as Planning, Organizing, Actuating, and Controlling. The research findings illustrate that in terms of planning, the Tumaratas Satu Village Government in managing the Village Fund and community empowerment in Tumaratas Satu Village has carried out planning, but community involvement is still lacking which results in suggestions regarding activities to be carried out more determined by village officials. Furthermore, in terms of organizing, the Tumaratas Satu Village Government still looks ineffective, this can be seen from the ineffective description of the main tasks and functions that must be carried out or carried out by village financial managers, which is caused by weak human resources in this case knowledge of administrative management or good financial management. Whereas the implementation of village fund management in Tumaratas Satu Village has been carried out even though in the implementation of development it has not been optimally realized because village funds are used a lot to help support the community's economy due to the Covid-19 virus pandemic. Then in terms of supervision of village fund management in Tumaratas Satu Village, it is still not running effectively, starting from reporting evidence to unclear accountability regarding village financial income and expenditure so that there are many people who do not know how the performance of the village government is related to village financial management. .

 

Keywords: Management; Village Fund

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Politico FISIP UNSRAT