INOVASI PEMERINTAH SULAWESI UTARA DALAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN MELALUI “PROGRAM OPERASI DAERAH SELESAIKAN KEMISKINAN”

Lendy Dekri Ronaldo Sangkilen

Abstract


ABSTRAK

Dalam upaya percepatan untuk terwujudnya kesejahteraan masyarakat, terlebih dalam hal penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara, pemerintah daerah melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara sebagai implementasi program percepatan penanggulangan kemiskinan mengambil langkah inovatif melalui inovasi Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan. Program ini didasarkan pada salah satu Misi Provinsi Sulawesi Utara yaitu Mewujudkan Pemerataan Kesejahteraan Masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri yang juga dijabarkan dalam Peraturan Gubernur Sulawesi Utara No. 3 Tahun 2016 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Sulawesi Utara tahun 2016-2021. Dan dalam menunjang akan program tersebut dikeluarkanlah Peraturan Gubernur Sulawesi Utara Nomor 22a Tahun 2016 tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan yang didalam peraturan tersebut termuat berbagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan daerah yang telah ditetapkan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dengan tujuan untuk meningkatkan kegiatan ekonomi dan kesejahteraan rakyat miskin. Yang menjadi upaya dalam program tersebut dan yang merupakan inovasi daerah yaitu : 1) Jaminan Kesehatan bagi masyarakat miskin/KIS; 2) Pemberian Bea Siswa Miskin SD/MI, SLTP/MT, dan SMU/SMK; 3) Bantuan Operasional Sekolah/BOSDA; 4) Peningkatan Infrastruktur Dasar di 15 Kabupaten/Kota; 5) Penguatan dan Pengembangan Usaha Kecil Menengah Berbasis Sumberdaya Lokal dan Industri Kreatif; 6) Pelatihan Tenaga Kerja Bidang Keahlian Khusus; 7) Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni/RTLH untuk 1000 rumah; dan  8) Pemberian Transfer of Asset Rumah Tangga Miskin. Dengan menggunakan metode kualitatif (Moleong, 2017), penelitian ini akan mengkaji untuk mengetahui dan menguraikan apa yang menjadi faktor penentu keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan melalui pelaksanaan Program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan guna penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara. Kajian ini akan menggunakan pendekatan yang dikemukakan oleh George Edward III (2003), tentang indicator untuk melihat sebuah implementasi sebuah kebijakan yang terdiri dari empat variabel, yakni: Komunikasi, Sumberdaya, Disposisi, dan Struktur Birokrasi. Temuan penelitian menggambarkan bahwa faktor yang menjadi faktor penentu keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan melalui pelaksanaan Program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan guna penanggulangan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara adalah factor komunikasi yang sudah berjalan baik, sumberdaya yang dimiliki sudah memadai, dari indkator disposisi juga sudah baik, dan struktur birokrasinya juga sudah baik.

 

Kata Kunci: Inovasi; Program Operasi Daerah Selesaikan Kemiskinan

 

 

ABSTRACT

In an effort to accelerate the realization of community welfare, especially in terms of poverty alleviation in North Sulawesi Province, the regional government through the Regional Planning and Development Agency of North Sulawesi Province as an implementation of the accelerated poverty reduction program took innovative steps through the innovative Regional Operation to Resolve Poverty. This program is based on one of the Missions of the Province of North Sulawesi, namely Realizing a high, advanced and independent equitable distribution of community welfare which is also outlined in the Regulation of the Governor of North Sulawesi No. 3 of 2016 concerning the Regional Medium Term Development Plan (RPJMD) of North Sulawesi Province 2016-2021. And in support of this program, the Governor of North Sulawesi Regulation Number 22a of 2016 on Regional Operations Poverty Alleviation Strategies for Resolving Poverty in this regulation contains various efforts to accelerate regional poverty reduction that have been determined and involve various stakeholders with the aim of increasing economic activity and welfare of the poor. Efforts in the program and regional innovations are: 1) Health insurance for the poor / KIS; 2) Providing scholarships for poor SD / MI, SLTP / MT, and SMU / SMK students; 3) School Operational Assistance / BOSDA; 4) Improvement of Basic Infrastructure in 15 Regencies / Cities; 5) Strengthening and Development of Small and Medium Enterprises based on Local Resources and Creative Industries; 6) Special Skills Workforce Training; 7) Construction of uninhabitable houses / RTLH for 1000 houses; and 8) Providing Transfer of Assets for Poor Households. Using qualitative methods (Moleong, 2017), this study will examine and describe what are the determining factors for success in poverty reduction through the implementation of the Regional Operations Program to Resolve Poverty for poverty alleviation in North Sulawesi Province. This study will use the approach proposed by George Edward III (2003), regarding indicators to see the implementation of a policy which consists of four variables, namely: Communication, Resources, Disposition, and Bureaucratic Structure. The research findings illustrate that the factors that determine success in poverty reduction through the implementation of the Regional Operations Program to Resolve Poverty for poverty reduction in North Sulawesi Province are communication factors that have been running well, the resources are adequate, the disposition indicators are good, and the structure is good. the bureaucracy is good too.

 

Keywords: Innovation; Regional Operations Program to Resolve Poverty


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Politico FISIP UNSRAT