PENGEMBANGAN KAWASAN PERMUKIMAN DI KOTA JAYAPURA

Chilfy Lewina Lawene, Linda Tondobala, Windy Mononimbar

Abstract


Pada umumnya pertambahan penduduk identik dengan perkembangan kota, seperti halnya di Kota Jayapura. Pertumbuhan kegiatan dan pertambahan penduduk erat kaitannya dengan penggunaan lahan untuk tempat bermukim dan melakukan berbagai kegiatan. Jayapura sebagai Ibu Kota Provinsi Papua makin meningkat pelayanannya dalam sektor pendidikan, perdagangan dan jasa, perkantoran, pertahanan dan keamanan. Lahan memiliki sifat yang relative tetap, namun kebutuhan lahan terus meningkat. Kondisi topografi kota Jayapura berkontur, permukiman cenderung berkembang pada daerah dengan kemiringan lebih dari 25%. Pada kawasan lindung dengan kondisi permukiman cenderung padat dan terkonsentrasi pada beberapa lokasi. Peneliti ingin membahas pengembangan kawasan permukiman di Kota Jayapura, untuk melihat persebaran permukiman dan kondisi penggunaan lahan. Tujuan penelitian adalah identifikasi sebaran kawasan permukiman; mengetahui kondisi okupasi lahan kawasan permukiman ditinjau dari infrastruktur; dan mengkaji lahan yang sesuai untuk pengembangan permukiman ditinjau dari kelerengan dan kebijakan tata ruang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Spasial (overlay) dibantu dengan software ArcGIS yang akan menjawab tujuan pertama dan ketiga. Tujuan kedua menggunakan metode kuantitatif dan dilakukan pengambilan sampel dengan kriteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil studi, 1persebaran kawasan permukiman telah mengarah pada kemiringan lereng >25%, perbukitan, lereng terjal dan sempadan danau, bantaran sungai, sempadan pantai serta di atas permukaan air. 2 Ketersediaan infrastruktur jalan, drainase, air bersih, persampahan dan listrik (SNI 03-1733-2004) yang kurang memadai. 3Lahan yang sesuai untuk pengembangan kawasan permukiman berada pada Distrik Muara Tami.

Kata Kunci: Permukiman, Lereng, Infrastruktur, Tata ruang (RTRW)

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.