PEMANFAATAN LAHAN BERBASIS MITIGASI BENCANA LONGSOR DI KOTA MANADO

Iqbal L Sungkar, Rieneke L Sela, Linda Tondobala

Abstract


Kota Manado memiliki tiga kelas tingkat kerawanan bencana longsor, mulai dari kerawanan rendah,sedang serta tinggi. Pemanfaatan lahannya lebih didominasi oleh lahan terbangun dari pada tidak terbangun, beberapa kecamatan yang ada di kota Manado terdampak oleh bencana longsor. Melihat itu semua, maka para stakeholder mempunyai peranan penting dalam penanganan mitigasi bencana longsor di kota manado. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang  bertujuan : 1.  Mengidentifikasi sebaran daerah rawan bencana longsor dan kondisi pemanfaatan lahannya di kota Manado 2. Membuat mitigasi bencana pada daerah rawan bencana longsor di kota Manado. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu analisis spasial yang terdiri dari dua tahap : - Overlay (tumpang susun) data spasial dan  - skoring dengan menggunakan software (SIG) sistem informasi geografis. Hasil penelitian dapat mengetahui sebaran daerah rawan longsor di kota Manado, dimana lebih di dominasi oleh tingkat kerawanan bencana longsor sedang, dengan luasan 9.621 hektar atau 69 % dari luas wilayah penelitian. Pemanfaatan lahan pada tingkat kerawanan tinggi dengan luas area sebesar 1.761 hektar atau 13 %  dari luas wilayah penelitian, yang didominasi oleh lahan terbangun dengan luasan 920.88 hektar dari pada lahan tidak terbangun yaitu 840.17 hektar. Oleh karena itu, dibuatkan mitigasi struktural maupun non struktural seperti peta mitigasi di daerah kerawanan tinggi bencana longsor sebagai wilayah prioritas untuk dapat memproteksi serta mengurangi potensi terjadinya bencana longsor di kota Manado. 

Kata kunci : Pemanfaatan Lahan, Mitigasi, Bencana Longsor

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.