ANALISIS URBAN COMPACTNESS KOTA MANADO

Sonny S Tilaar, Rieneke L Sela, Linda Tondobala

Abstract


Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara sebagaimana kota-kota pada umumnya dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan jumlah penduduk yang cepat.Hal ini mendorong terjadinya pertumbuhan fisik kota sehingga direncanakan atau tidak fenomena urban sprawl akan terjadi dengan sendirinya.  Fenomena urban sprawl dapat membawa dampak negative bagi perkembangan suatu kota mulai dari sisi ekonomi, sosial dan lingkungan perkotaan.  Salah satu konsep perencanaan kota yang dapat diterapkan dalam mereduksi permasalahan urban sprawl ini adalah konsep compact city. Tujuan dari   penelitian ini adalah  menentukan factor - faktor yang mempengaruhi urban compactness kota Manado serta mengukur tingkat urban compactness serta karakteristik urbannya. Metode penelitian yang dipakai adalah metode kuantitatif dengan  unit analisis yaitu sepuluh kecamatan yang  ada di kota Manado .

Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan tiga faktor utama yang dipakai untuk menentukan urban compactness di kota Manado yaitu kepadatan, fungsi campuran dan intensifikasi. Dari ketiga faktor itu, ditemukan dua faktor yang secara signifikan mempengaruhi terbentuknya kota kompak di Manado yaitu faktor kepadatan permukiman dan ketersediaan fasilitas kesehatan. Dari sepuluh kecamatan yang ada di Manado, hanya kecamatan Sario dan Wenang yang saat ini memiliki karakteristik urban compactness yang tinggi berdasarkan kedua factor yang signifikan tersebut. 

 

Kata kunci :Urban Sprawl, Urban Compactness

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.