STRATEGI KEPARIWISATAAN DI KECAMATAN KEMA MINAHASA UTARA

Authors

  • Pingkan Abigail Kiolol
  • Ingerid L. Moniaga
  • Leidy M. Rompas

DOI:

https://doi.org/10.35793/sp.v6i3.25959

Abstract

Berdasarkan RTRW Kabupaten Minahasa Utara tentang Kawasan Peruntukan Pariwisata menyebutkan bahwa Kecamatan Kema masuk dalam kawasan peruntukan pariwisata. Kecamatan Kema sendiri memiliki 10 desa namun hanya 5 desa yang memiliki destinasi pariwisata, yaitu yang pertama desa Tontalete dengan wisata alam yaitu Air Terjun Tontalete, kedua Desa Kema 3 dengan wisata alam yaitu Pantai Batu Nona dan wisata sejarah yaitu Penjara Tua Kema, yang ke tiga Desa Kema 2 dengan wisata alam yaitu Pantai Firdaus dan wisata sejarah yaitu Waruga dan Kuburan Tua Kelder, yang ke empat Desa Waleo dengan wisata alamnya yaitu Air Terjun Masongsor, dan desa terakhir yaitu desa Makalisung dengan wisata alamnya yaitu pantai Makalisung Berbagai potensi pariwisata di Kecamatan Kema teridentifikasi memiliki peluang kepariwisataan yang dapat menunjang pengembangan wilayah Kabupaten Minahasa Utara, namun permasalahan yang ditemukan ditiap desa yakni pengelolaan wisata yang kurang baik, pemberdayaan masyarakat yang masih kurang inovatif dan kreatif menciptakan produk-produk wisata yang menunjang kesejahteraan ekonomi masyarakat, kurangnya partisipasi masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan pariwisata. Analisis yang pertama yaitu dengan mengidentifikasi SWOT tiap destinasi wisata di Kecamatan Kema., dan dilanjutkan oleh analisis EFAS dan IFAS melalui pembobotan menurut Rangkuti, 1997, dilanjutkan dengan Isu Strategi yang menggunakan Matriks TOWS atau SWOT yang mengeluarkan indikator program lalu implementasi program-program tersebut pada tiap destinasi wisata di Kecamatan Kema yang dapat menghasilkan Strategi perencanaan pengembangan kepariwisataan di Kecamatan Kema Minahasa Utara.

 

Kata kunci: Kepariwisataan, strategi, indikator program, Kecamatan Kema

Downloads

Issue

Section

Articles