ANALISIS SPASIAL SEBARAN LAHAN KRITIS DI KAWASAN DANAU MOOAT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR

Authors

  • Mira Fara Mutiara Makalalag
  • Esli D Takumansang
  • Raymond Ch Tarore

DOI:

https://doi.org/10.35793/sp.v7i3.30871

Abstract

Menurut Rencana Tata Ruang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Danau Mooat merupakan kawasan suaka alam.  Kawasan suaka alam di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur adalah kawasan yang harus dilindungi dan di jaga keberadaannya oleh pihak – pihak terkait serta masyarakat yang tinggal atau bermukim dalam kawasan tersebut. Pemetaan lahan kritis pada kawasan Danau Mooat diperlukan untuk perencanaan penggunaan tata guna lahan dan pengelolaan Danau Mooat untuk menunjang kehidupan masyarakat dengan adanya identifikasi dan pemetaan ini dapat diketahui perubahan kondisi lahan dilihat dari lahan kritis yang terjadi di wilayah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi sebaran lahan kritis pada kawasan Sekitar Danau Mooat dan menganalisis kondisi pemanfaatan ruang di Kawasan Sekitar Danau Mooat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian, luas lahan kritis di Kawasan Danau Mooat adalah ± 6.454 Ha, dengan luas lahan kritis terbesar berada di Desa Tobongan dengan luas ± 3.413 Ha. dan paling rendah luasan lahan kritis adalah Desa Bongkudai Baru ± 332 Ha. Penggunaan lahan di kawasan Danau Mooat terdiri dari Perkebunan/Kebun, Danau/ Situ, Hutan Lahan Kering, Tegalan/Ladang, Permukiman dan Tempat Kegiatan, dan Semak Belukar. Penggunaan Lahan terbesar berada Hutan Lahan Kering dengan luas ± 4.836 Ha sedangkan yang paling terkecil yaitu penggunaan lahan Danau/Situ ± 37 Ha.

Kata Kunci : Lahan Kritis, Danau Mooat

Downloads

Issue

Section

Articles