ANALISIS PERIKANAN JULUNG-JULUNG (ROA) (Hemirhamphus far) DENGAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN, HABITAT DAN EKOSISTEM, SERTA TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LIKUPANG BARAT

Authors

DOI:

https://doi.org/10.35800/jitpt.v6i2.36671

Keywords:

EAFM, Julung-julung, Desa Bahoi, Perikanan Berkelanjutan

Abstract

Ikan julung-julung (Hemirhamphus far) atau ikan roa yang oleh masyarakat diolah secara tradisional dengan cara pengasapan. Gerombolan ikan ini mengadakan migrasi ke perairan Likupang untuk melakukan pemijahan, karena ikan ini yang tertangkap hampir seluruhnya dalam kondisi hampir bertelur. Dalam kondisi matang gonad ini tubuh ikan menjadi berat dan gerakan renang ikan menjadi lambat, pada saat inilah ikan ditangkap dengan pukat roa. Ecosystem Approch to Fisheries Management (EAFM) dapat dipahami sebagai sebuah konsep bagaimana menyeimbangkan antara tujuan sosial ekonomi dalam pengelolaan perikanan (kesejahteraan nelayan, keadilan pemanfaatan sumber daya ikan, dll) dengan tetap mempertimbangkan pengetahuan, informasi dan ketidakpastian tentang komponen biotik, abiotic dan interaksi manusia dalam ekosistem perairan melalui sebuah pengelolaan perikanan yang terpadu, komprehensif dan berkelanjutan. Tujuan Penelitian ini adalah menganalisis dan menentukan status perikanan julung-julung di perairan Likupang Barat dengan menggunakan domain sumber daya ikan, habitat dan ekosistem, dan teknologi penangkapan ikan. Pengelolaan perikanan julung-julung di perairan Likupang Barat, dikategorikan dalam kondisi baik, dengan penilaian domain sumber daya Ikan memiliki nilai 76,67% deskripsi “baikâ€, domain habitat dan ekosistem yaitu 68,33% deskripsi “baik†dan domain teknologi penangkapan ikan, nilai yang diperoleh 61,67% deskripsi “baikâ€. Domain yang memiliki nilai komposit kurang dari pada domain yang lain, pengelolaanya harus lebih diperhatikan dan harus ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasinya sebelum status pengelolaannya semakin menurun.

Author Biographies

Requel Serent Membri, Universitas Sam Ratulangi

Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Johnny Budiman, Universitas Sam Ratulangi

Program Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

Mariana Elizhabeth Kayadoe, Universitas Sam Ratulangi

Program studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan

References

Ayu Asari, B. H. (2018). Pengembangan ekowisata bahari berbasis masyarakat di desa bahoi, kecamatan likupang barat, kabupaten minahasa utara. Jurnal Ilmiah Platax.

DJPT-KKP. (Direktorat Jendral Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2016). Penilaian Indicator EAFM sebagai Evaluasi Pengelolaan Sumber Daya Ikan Demersal di WPPNRI. Jakarta (ID): DJPT-KKP.

E. Reppie., E. P. (2011). Pendugaan potensi dan musim penangkapan ikan Julung-julung (Hemiramphus sp.) berdasarkan hasil tangkapan soma giop di perairan Selat Bangka, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pacific Journal Regional Board of Research North Sulawesi 1(6): 1010-1014.

FAO. (Food and Agriculture Organization, 2003). Fisheries management : 2. The ecosytem approach to fisheries. Rome (IT): Food and Agriculture Organization.

Hutubessy G, M. j. (2014). Ecosytem approach to fisheries management in Indonesia: review on indicators and reference values. Procedia Environmental Sciences. 23: 148-156.

Kim DH, Z. C. (2011). Developing socioeconomic indicators for an ecosystem based fisheries management approach: an application to the 54 korean large purse seine fishery. Journal of Fisheries Research. 112: 134-139.

KKP. (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2014). Peraturan Menteri Kelautan.

Kontu, T. (2014). Struktur komunitas mangrove batuline desa bahoi kecamatan likupang barat kabupaten minahasa utara. Jurnal pesisir dan Laut tropis.

Luasunaung, E. R. (2001). The status of roundscad net (talang) in Pahepa Island, Sangihe Talaud, North Sulawesi.Dalam: O. Carman, Sulistiono, A. Purbayanto, T. Suzuki, S. Watanabe and T. Arimoto (Eds). Proceedings of the 4th JSPS International Seminar on Fisheries in Tropical Area. Sustainable Fisheries in Asia in the New Millenium. 21-25 August 2000. at the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University, Java Island, Indonesia: TUF International JSPS Project Vol. 10:181-186.

Muawanah U, Yusuf G, Andrianto L, Klather J, Pomeroy R, Abdullah H, Ruchimat T. (2018). Riview of national laws and regulation in Indonesia in relation to an ecosystem approach to fisheries management. Marine Police. 91: 150-160.

NWG-EAFM. (National Working Group on Ecosystem Approach to Fisheries Management. 2014). Modul indikator pengelolaan perikanan dengan menggunakan pendekatan EAFM (ecosystem approach to fisheries management). Jakarta (ID): Direktorat Sumber daya ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Puansalaing, D. M. (2021, April). Management of scad fisheries (Decapterus spp.) in Sulawesi Sea Waters, North Sulawesi Province, using EAFM. Manado: Jurnal Aquatic Science & Management.

Suzanne L. Undap, H. P. (2018). Analisis fisika-kimia kualitas air perairan Bahoi Kecamatan Likupang Barat, Sulawesi Utara. Budidaya Perairan.

Tolule, K. (2015). Struktur komunitas lamun (Seagrass) di perairan pantai desa bahoi kecamatan likupang barat kabupaten minahasa utara sulawesi utara. Jurnal Ilmiah Platax.

Published

2021-12-31

How to Cite

Membri, R. S., Budiman, J., & Kayadoe, M. E. (2021). ANALISIS PERIKANAN JULUNG-JULUNG (ROA) (Hemirhamphus far) DENGAN DOMAIN SUMBER DAYA IKAN, HABITAT DAN EKOSISTEM, SERTA TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN DI PERAIRAN LIKUPANG BARAT. JURNAL ILMU DAN TEKNOLOGI PERIKANAN TANGKAP, 6(2). https://doi.org/10.35800/jitpt.v6i2.36671

Issue

Section

Articles

Most read articles by the same author(s)

> >>