Analisis Usaha Perikanan Kapal KM Cancer 01 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung

Authors

  • Salsa Wahyu Azzahra Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan,Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Sam Ratulangi
  • Prof. Dr. Ir. Wihelmina Patty, M.Sc., DAA Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado Indonesia, 95115
  • Fransisco P.T. Pangalila, S.Pi., M.Si Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado Indonesia, 95115
  • Ir. Fanny Silooy, M.Si Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Sam Ratulangi, Manado Indonesia, 95115

DOI:

https://doi.org/10.35800/jitpt.11.1.2026.65077

Keywords:

business feasibility, Bottom Long Line, PPS Bitung

Abstract

This study aims to analyze the feasibility of the capture fishery business operated by the KM Cancer 01 vessel at the Bitung Ocean Fishing Port (PPS Bitung). The analysis covers technical, financial, and economic aspects to determine the level of efficiency and profitability of the fishing operation. The data used consist of primary data obtained through direct interviews with the vessel owner, skipper, and crew, as well as secondary data from the Department of Marine and Fisheries and the PPS Bitung management office. The study employed a descriptive quantitative approach by calculating operational costs, revenues, net profits, Benefit-Cost Ratio (BCR), Payback Period (PP), and Break-Even Point (BEP).

The results show that the fishing business of KM Cancer 01 is feasible and profitable, with an annual revenue of Rp5,168,767,000, operational cost of Rp1,556,743,300, and net profit of Rp3,612,023,700. The B/C Ratio value of 3.3, Payback Period of 0.5 years, and BEP value of Rp434,546,000 (approximately two fishing trips) indicate that this business is economically efficient and viable for continued operation. Improvements in fuel efficiency, catch handling, and marketing strategies are recommended to further enhance profitability and sustainability.

References

Erga Trivaika. (2022). Analisis usaha perikanan rawai tuna di Kota Bitung.

FAO & Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. (2022). Laporan status perikanan Indonesia. FAO & KKP.

Katun, M., Satria, A., & Purbayanto, A. (2014). Strategi pengelolaan perikanan berkelanjutan berbasis masyarakat pesisir. Bogor: IPB Press.

Lumentut, M. A., & Tallei, D. R. (2019). Kajian hasil tangkapan ikan rawai tuna di perairan Sulawesi Utara. Balai Penelitian Perikanan Bitung.

Mandagi, F. R., & Tallei, D. R. (2019). Studi bioekonomi usaha penangkapan tuna dengan rawai di Bitung. Balai Penelitian Perikanan Bitung.

Nasution, S., Putri, R., & Fadli, R. (2020). Analisis kebijakan pengelolaan perikanan tangkap di Indonesia. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan, 15(2), 89–102.

Santoso, A. B., Wibowo, R., & Hartati, R. (2013). Potensi sumber daya ikan di perairan Indonesia. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan.

Setiawan, I., Hadi, S., & Wibowo, D. (2013). Analisis kelayakan usaha perikanan tangkap. Penerbit Universitas Diponegoro.

Tallei, D. R., & Mandagi, F. R. (2019). Evaluasi usaha penangkapan tuna dengan longline di Bitung. Balai Penelitian Perikanan Bitung.

Wijayanti, P., Syah, R., & Nugroho, D. (2015). Potensi dan pengelolaan sumber daya perikanan Indonesia. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan Tangkap.

WWF Indonesia. (2020). Program tuna sustainability di Bitung: Laporan kegiatan dan capaian. WWF Indonesia

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Analisis Usaha Perikanan Kapal KM Cancer 01 di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Bitung. (2026). Journal of Capture Fisheries Science and Technology, 11(1), 16-20. https://doi.org/10.35800/jitpt.11.1.2026.65077