PERAN WORLD TRADE ORGANIZATION DALAM PENYELESAIAN SENGKETA PERDAGANGAN INTERNASIONAL (STUDI KASUS DISKRIMINASI UNI EROPA TERHADAP KELAPA SAWIT INDONESIA)

Authors

  • Christian Hizkia Sayow

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sengketa perdagangan kelapa sawit antara Indonesia dengan Uni Eropa di WTO dan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian sengketa yang digunakan WTO terhadap sengketa kelapa sawit antara Indonesia dengan Uni Eropa. Dengan menggunakan metode penelitian normatif, dapat ditarik kesimpulan yaitu : 1. Sengketa Perdagangan yang diselesaikan lewat WTO menampakan bahwa kebijakan Uni Eropa ini merugikan Indonesia sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di dunia. Indonesia menganggap Uni Eropa telah melanggar prinsip perdagangan bebas yanbg seharusnya menjamin perlakuan yang adil bagi semua negara. Sengketa ini juga menunjukan adanya konflik antara kepentingan ekonomi negara berkembang dan kebijakan lingkungan negara maju.  2. Untuk menyelesaikan sengketa ini, Indonesia menempuh jalur penyelesaian sengketa melalui World Trade Organization (WTO). Mekanisme penyelesaian yang digunakan oleh WTO bersifat formal dan terstruktur, dimulai dari konsultasi, lalu dilanjutkan dengan pembentukan panel jika tidak ada kesepakatan. Apabila keputusan panel masih belum memuaskan, maka banding dapat diajukan oleh pihak yang merasa dirugikan. Mekanisme ini dirancang agar penyelesaian dilakukan secara adil, transparan, dan berdasarkan aturan hukum perdagangan internasional yang berlaku. Dengan mengikuti mekanisme WTO, Indonesia berharap dapat membuktikan bahwa kebijakan Uni Eropa bertentangan dengan prinsip perdagangan bebas dan non-diskriminasi. Hal ini juga menunjukan bahwa sistem WTO tetap menjadi wadah penting bagi negara-negara anggota dalam menyelesaiakan sengketa dagang secara damai dan tertib hukum.

 

Kata Kunci : WTO, sengketa kelapa sawit

Downloads

Published

2025-07-31