Peningkatan Promosi dan Nilai Tambah Usaha Kerajinan Tangan sebagai Diversifikasi Agrobisnis Perikanan di Desa Bahoi

Authors

  • Steelma V. Rantung Sam Ratulangi University
  • Jardie A. Andaki Sam Ratulangi University https://orcid.org/0000-0002-1243-7731
  • Jeannette F. Pangemanan Sam Ratulangi University
  • Maria M. Mandagi Sam Ratulangi University

DOI:

https://doi.org/10.35800/z9k9cn27

Keywords:

Desa Bahoi, digital promotion, fisheries agribusiness, handicraft, marine ecotourism

Abstract

Abstract
Bahoi Village is a marine ecotourism village with potential for developing handicraft enterprises as coastal identity-based souvenir products. However, business actors face limitations in production capacity, product design knowledge, and digital promotion skills, which constrain value creation. This study aimed to analyse the improvement of promotion and added value of handicraft enterprises as a diversification strategy for fisheries agribusiness among small business groups in Bahoi Village, West Likupang District, North Minahasa Regency. A qualitative-evaluative descriptive approach was applied through observation, interviews, discussions, documentation, extension activities, training, and mentoring. The intervention focused on the role of handicrafts in supporting marine ecotourism, product design development, utilization of coastal natural materials, and online marketing through social media. The results show that handicraft activities have become an economic activity supporting ecotourism but remain constrained by limited tools, capital, design variation, and market access. Extension and mentoring activities broadened the participants’ understanding of creative products, promotional techniques, and digital content. Added value can be strengthened by integrating production capacity, coastal-based product design, product photography, social media promotion, and business group strengthening. This model is relevant for enhancing coastal household income diversification based on marine ecotourism.

 

Keywords: Bahoi; digital promotion; fisheries agribusiness; handicraft; marine ecotourism

 

Abstrak

Pengolahan ikan demersal di Desa Mantehage-Buhias, Kecamatan Wori, memiliki potensi agrobisnis karena ketersediaan sumber daya ikan dan keberadaan kelompok perempuan pengolah ikan. Namun, usaha pengolahan masih menghadapi keterbatasan modal, manajemen usaha, teknologi pengolahan, pengemasan, promosi, dan jejaring pemasaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan nilai tambah perikanan tangkap demersal melalui pendekatan ekonomi kreatif pada kelompok perempuan pengolah ikan. Penelitian menggunakan metode deskriptif-kualitatif dengan pendekatan evaluatif-partisipatif. Data dikumpulkan melalui survei awal, observasi lapangan, wawancara, diskusi kelompok, penyuluhan, demonstrasi, pemutaran video pembelajaran, dan dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok mitra telah memiliki pengalaman mengolah ikan demersal secara tradisional, terutama melalui pengasinan dan pengeringan, serta menerapkan pemasaran berbasis perjanjian harga dan kuantitas produksi dengan pembeli lokal dan pembeli dari Kota Manado. Permasalahan utama meliputi skala usaha kecil, ketergantungan pada pembeli tertentu, belum optimalnya pengemasan, lemahnya pencatatan usaha, dan rendahnya pemanfaatan media sosial. Intervensi edukatif meningkatkan pemahaman kelompok tentang diversifikasi produk, promosi digital, kemasan, dan manajemen usaha sederhana. Penguatan nilai tambah perlu dilakukan melalui integrasi teknologi pengolahan sederhana, inovasi kemasan, pemasaran digital, kelembagaan kelompok, dan pengelolaan limbah. Model ini relevan untuk meningkatkan posisi tawar perempuan pengolah ikan dan keberlanjutan agrobisnis perikanan pulau kecil.

 

Kata kunci: agrobisnis perikanan; ekonomi kreatif; ikan demersal; nilai tambah; pengolah ikan perempuan

References

Chaffey, D. & Ellis-Chadwick, F. 2019. Digital Marketing: Strategy, Implementation and Practice. 7th ed. Pearson, Harlow.

Creswell, J.W. & Poth, C.N. 2018. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches. 4th ed. SAGE Publications, Thousand Oaks.

Drucker, P.F. 1985. Innovation and Entrepreneurship: Practice and Principles. Harper & Row, New York.

Goode, W.J. 1991. Sosiologi Keluarga. Bumi Aksara, Jakarta.

Hadiwijoyo, S.S. 2012. Perencanaan Pariwisata Perdesaan Berbasis Masyarakat: Sebuah Pendekatan Konsep. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Iskandar, J. 2001. Manusia, Budaya, dan Lingkungan: Kajian Ekologi Manusia. Humaniora Utama Press, Bandung.

Kotler, P. & Keller, K.L. 2016. Marketing Management. 15th ed. Pearson Education, Boston.

Kuncoro, M. 2006. Ekonomika Pembangunan: Teori, Masalah, dan Kebijakan. Edisi Keempat. UPP STIM YKPN, Yogyakarta.

Porter, M.E. 1985. Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance. Free Press, New York.

Downloads

Published

2026-04-04

How to Cite

Peningkatan Promosi dan Nilai Tambah Usaha Kerajinan Tangan sebagai Diversifikasi Agrobisnis Perikanan di Desa Bahoi. (2026). AKULTURASI, 14(1), 8-14. https://doi.org/10.35800/z9k9cn27