Profil Usaha Wisata Kuliner Hasil Perikanan di Pesisir Pantai Kelurahan Malalayang Dua Kecamatan Malalayang Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.35800/fcjp9z12Keywords:
agrobisnis perikanan, Malalayang Beach Walk, profil usaha, UMKM pesisir, wisata kulinerAbstract
Abstract
Fishery-based culinary tourism in coastal areas is an important component of fisheries agribusiness because it links fishery products, tourism, and local micro-enterprises. This study aimed to describe the business profile and development direction of fishery-based culinary tourism enterprises along Malalayang Dua Beach, Malalayang District, Manado City, with a focus on the Malalayang Beach Walk I area. A survey method with a descriptive approach was applied. Primary data were collected through observation, questionnaire-guided interviews, and field documentation involving 11 active culinary business operators. Data were analyzed qualitatively and quantitatively using frequency, percentage, mean, income, expenditure, and net-income calculations. The results showed that business operators were dominated by women (90.91%), with senior high school as the dominant educational level (81.82%). A total of 72.73% of respondents operated in a shared food-court cluster, while 27.27% occupied independent units. The average initial capital was IDR3,636,364. Average daily income was IDR140,909 during low-visitor periods and IDR272,727 during high-visitor periods, while average monthly net income was IDR1,204,545. Fishery-based menus included rice-and-fish packages, grilled fish, fried fish, and skipjack noodle soup, supported by fried banana, tinutuan, coffee, cold drinks, and young coconut. The main constraints were visitor fluctuation, rental certainty, limited capital, sanitation, and digital promotion. Business development should focus on institutional strengthening, business certainty, diversification of local fish menus, simple financial recording, digital promotion, and improved service quality in coastal culinary tourism.
Keywords: coastal micro-enterprises; culinary tourism; fisheries agribusiness; Malalayang Beach Walk; business profile
Abstrak
Wisata kuliner hasil perikanan di kawasan pesisir merupakan bagian penting dari agrobisnis perikanan karena menghubungkan produk perikanan, pariwisata, dan usaha mikro masyarakat lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil dan arah pengembangan usaha wisata kuliner hasil perikanan di pesisir Pantai Malalayang Dua, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, khususnya pada kawasan Malalayang Beach Walk I. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan deskriptif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan dokumentasi lapangan terhadap 11 pelaku usaha kuliner aktif. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui perhitungan jumlah, persentase, rata-rata, pendapatan, pengeluaran, dan pendapatan bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha didominasi perempuan (90,91%) dengan pendidikan utama SMA (81,82%). Sebanyak 72,73% responden berjualan pada bangunan bersama/food court cluster, sedangkan 27,27% pada bangunan mandiri. Modal awal rata-rata Rp3.636.364, pendapatan harian rata-rata saat sepi Rp140.909, saat ramai Rp272.727, dan pendapatan bersih bulanan rata-rata Rp1.204.545. Menu berbasis hasil perikanan meliputi paket nasi ikan, ikan bakar, ikan goreng, dan mi cakalang kuah, disertai menu pendukung seperti pisang goreng, tinutuan, kopi, minuman dingin, dan kelapa muda. Permasalahan utama adalah fluktuasi kunjungan, kepastian sewa, keterbatasan modal, sanitasi, dan promosi digital. Pengembangan usaha perlu diarahkan pada penguatan kelembagaan, kepastian usaha, diversifikasi menu ikan lokal, pencatatan keuangan, promosi digital, dan peningkatan kualitas layanan wisata kuliner pesisir.
Kata kunci: agrobisnis perikanan; Malalayang Beach Walk; profil usaha; UMKM pesisir; wisata kuliner
References
Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta.
Basrowi & Juariyah, S. 2010. Analisis kondisi sosial ekonomi dan tingkat pendidikan masyarakat Desa Srigading, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan. 7(1).
Creswell, J.W. 2009. Research Design: Pendekatan Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
Dewi & Rustariyuni. 2014. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan nelayan buruh di sepanjang Muara Sungai Ijo Gading Kabupaten Jembrana. E-Jurnal EP Unud.
Husein, U. 2010. Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Edisi 11. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi IV. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Muflikhati, I., dkk. 2010. Kondisi sosial ekonomi dan tingkat kesejahteraan keluarga: Kasus di wilayah pesisir Jawa Barat. Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen. 3(1).
Notoatmodjo, S. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta. Jakarta.
Rosyidi, D. 2011. Macam-macam makanan tradisional yang terbuat dari hasil ternak yang beredar di Kota Malang. Jurnal Ilmu dan Teknologi Hasil Ternak.
Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Alfabeta. Bandung.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.
Data Primer Penelitian. 2026. Kuesioner Skripsi Frengki Bawoel tentang profil usaha wisata kuliner hasil perikanan di pesisir Pantai Kelurahan Malalayang Dua.
Informasi Lapangan. 2026. Informasi lokasi penelitian Malalayang Beach Walk I, Kelurahan Malalayang Dua, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.


