ANALISIS PERANAN PEREMPUAN PADA RANTAI NILAI PEMASARAN TUNA CAKALANG DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) AERTEMBAGA KOTA BITUNG

Authors

  • Lestiawaty Gude
  • Jeannette F. Pangemanan
  • Vonne Lumenta

DOI:

https://doi.org/10.35800/akulturasi.5.9.2017.16988

Abstract

Abstrak

Penelitian ini dilaksanakan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Aertembaga Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara dengan tujuan (1) Untuk menganalisis peran, akses dan kotrol atas asset dan sumberdaya dan kekuatan pengambilan kepeutusan perempuan pedagang ikan (2) Untuk menganalisis peranan perempuan pedagang ikan pada rantai nilai pemasaran tuna-cakalang. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini yaitu: (1) Menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama kuliah melalui penelitian yang dilakukan di lapangan. (2) Menambah pengetahuan sebagai bekal dalam mengaplikasikan pengetahuan teoritik terhadap masalah praktis. (3) Memberikan sumbangan yang berarti bagi pemerintah dan berbagai pihak juga sebagai bahan tambahan informasi pada yang membutuhkan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan perempuan pada rantai nilai pemasaran tuna cakalang sangat besar yaitu mulai dari membeli hingga memasarkan. Laki-laki berperan hanya pada kegiatan mengangkut ikan, baik dari atas kapal maupun ke pasar. Hasil analisis juga menunjukkan perempuan pedagang ikan memiliki peran yang lebih dalam kegiatan domestik, publik dan sosial kemasyarakatan. Perempuan pedagang ikan juga memiliki peran terhadap akses dan kontrol atas aset dan sumber daya perikanan, sedangkan untuk pengambilan keputusan mengenai usaha memasarkan ikan, hal ini sebagian besar dilakukan oleh perempuan. Laki-laki hanya berperan dalam pengambilan keputusan mengenai penetapan dan peminjaman modal.

Kata kunci : Peranan perempuan, rantai nilai, pemasaran

Downloads

Published

2017-08-08

How to Cite

Gude, L., Pangemanan, J. F., & Lumenta, V. (2017). ANALISIS PERANAN PEREMPUAN PADA RANTAI NILAI PEMASARAN TUNA CAKALANG DI TEMPAT PELELANGAN IKAN (TPI) AERTEMBAGA KOTA BITUNG. AKULTURASI, 5(9). https://doi.org/10.35800/akulturasi.5.9.2017.16988