SEPSIS NEONATAL PADA KASUS DEFEK SEPTUM VENTRIKEL

Authors

  • Loretta C. Wangko Universitas Sam Ratulangi
  • Erling D. Kaunang Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/jbm.4.3.2012.1211

Abstract

Abstract: Neonatal sepsis is a clinical syndrome characterized by signs and symptoms of infection, with or without bacteriemia, that occurs in the first month of life. Neonatal sepsis is still a main factor of morbidity and mortality in newborns. We reported a case of a male newborn with septic risks: viscous amniotic fluid with a bad odour, maternal intrapartum fever (≥380C), urinary tract infection, and fluor albus. A chest x-ray showed some infiltration in the left paracardial region and a normal heart; and was interpreted to be pneumonia. A working diagnosis was an aterm neonatus with neonatal sepsis and neonatal pneumonia. Ventricle septal defect (VSD) without congestive heart signs was diagnosed by using an echocardiography. The patient was treated for a neonatal sepsis and given antibiotics from the first day of admission due to the neonatal septic signs. During observation, the patient was getting better, and his activities and reflexes improved without dyspnea. Conclusion: Based on all the tests performed, the diagnosis of this patient was neonatal sepsis, VSD, and pneumonia neonatal. The prognosis related to neonatal pneumonia in this case was good due to the early use of antibiotics. The prognosis of a small perimembrane VSD is dubia ad bonam because in 50% of cases it can spontaneously oclude in the second year.

Keywords: newborn, sepsis, pneumonia, ventricle septal defect.

 

 

Abstrak: Sepsis neonatal ialah suatu sindrom klinis yang ditandai oleh gejala dan tanda-tanda infeksi dengan atau tanpa diikuti oleh bakteremia yang terjadi pada bulan pertama kehidupan. Sepsis neonatal masih merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada bayi-bayi baru lahir. Kami melaporkan kasus bayi laki-laki baru lahir dengan resiko sepsis yaitu:cairan ketuban kental dan berbau busuk, demam intrapartum maternal (>38oC), infeksi saluran kencing, dan keputihan. X-foto toraks memperihatkan adanya infiltrat di parakardial kiri, jantung dalam batas normal, dan diinterpretasi sebagai pneumonia. Diagnosis kerja ialah neonatus cukup bulan, sepsis neonatal, dan pneumonia neonatal. Diagnosis defek septum ventrikel (DSV) ditegakkan melalui ekokardiografi tanpa tanda-tanda gagal jantung kongestif. Pasien diberikan penanganan sepsis dan pemberian terapi antibiotik empiris sejak hari pertama perawatan karena secara klinis telah ditemukan tanda-tanda sepsis neonatal. Selama observasi, pasien memperlihatkan perbaikan yang nyata dimana aktivitas dan refleks membaik tanpa disertai sesak napas. Simpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan, diagnosis yang ditegakkan ialah sepsis neonatal disertai DSV dan pneumonia neonatal. Prognosis pneumonia neonatal kasus ini baik oleh karena pemakaian antibiotika sejak dini. Prognosis DSV kecil perimembran ialah dubia ad bonam karena 50% dapat menutup spontan pada usia dua tahun.

Kata kunci: bayi baru lahir, sepsis, pneumonia, defek septum ventrikel.

Author Biographies

Loretta C. Wangko, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Erling D. Kaunang, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Downloads