Gel ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri) meningkatkan epitelisasi penyembuhan luka pada kulit tikus putih jantan galur Wistar (Rattus norvegicus)

Authors

  • Marintan S. Y. Siahaan
  • Wimpie Pangkahila
  • I G M Aman

DOI:

https://doi.org/10.35790/jbm.9.1.2017.15314

Abstract

Abstract: Skin wound can cause bleeding, bacterial contamination, sympathetic stress response, and cell death. Aging of the skin slowens and delays the regeneration process of the wound bed. Meniran leaf (Phyllanthus niruri) contains several bioactive molecules and antimicrobial effects that improve the wound healing. This study was aimed to prove that meniran leaf extract gel could increase epithelization of wound in Wistar male rats. This was an experimental study. Subjects were 36 Wistar rats (Rattus norvegicus) adult, healthy, aged 3-3.5 months, weighing 200-250 g, divided into 2 groups, the control group and the treatment group; each of 18 rats. The control group (P0) was given placebo gel and oral amoxicillin for 8 days. The treatment group (P1) was given 20% meniran leaf extract gel and oral amoxicillin for 8 days. Slides of skin tissue were stained with HE. Microscopically, epithelial thickness were evaluated at three different points per field of view with 10x objective magnification The results showed that the average epithelization in P0 group was 48.28±20.72 μm, meanwhile in P1 group was 63.79±18.37 μm (P <0.001). Conclusion: Application of 20% meniran leaf extract gel could increase epithlization of wound bed in male Wistar rats.
Keywords: meniran leaf, epithelization, wound

Abstrak: Luka pada kulit mengakibatkan timbulnya perdarahan, kontaminasi bakteri, respon stres simpatis, bahkan kemungkinan terburuk yaitu kematian sel. Penuaan pada kulit akan memperlambat dan menghambat proses regenerasi jaringan luka. Daun meniran (Phyllanthus niruri) mengandung molekul bioaktif yang berefek pada penyembuhan luka dan antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemberian gel ekstrak daun meniran meningkatkan epitelisasi jaringan luka pada tikus putih Wistar jantan. Jenis penelitian ialah eksperimental. Subyek penelitian ialah 36 ekor tikus galur Wistar (Rattus norvegicus) dewasa dan sehat, berumur 3-3,5 bulan, dengan berat badan 200-250 gram, yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan; masing-masing berjumlah 18 ekor tikus. Kelompok kontrol (P0) diberikan gel plasebo dan amoxicillin oral selama 8 hari. Kelompok perlakuan (P1) diberikan gel ekstrak daun meniran konsentrasi 20% dan amoxicillin oral selama 8 hari. Jaringan kulit dibuat preparat yang diwarnai dengan HE. Pada pengamatan mikroskopik dengan pembesaran lensa objektif 10x diukur ketebalan epitel di tiga titik berbeda dalam satu lapang pandang. Hasil penelitian menunjukkan rerata epitelisasi pada kelompok P0 ialah 48,28±20,72μm, sedangkan pada kelompok P1 ialah 63,79±18,37 μm (P <0,001). Simpulan: Pemberian gel ekstrak daun meniran (Phyllanthus niruri) dapat meningkatkan epitelisasi jaringan luka pada kulit tikus Wistar jantan.
Kata kunci: daun meniran, epitelisasi, luka

Downloads