POLA DAN INSIDENS PENYAKIT INFEKSI KULIT KARENA VIRUS DI DIVISI DERMATOLOGI ANAK POLIKLINIK KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO TAHUN 2008 – 2012

Authors

  • Rita S. Tanamal Universitas Sam Ratulangi
  • Mariani V. Lasut Universitas Sam Ratulangi
  • Herry E. J. Pandaleke Universitas Sam Ratulangi

DOI:

https://doi.org/10.35790/jbm.7.1.2015.7293

Abstract

Abstract: Viral skin infections are commonly found among people of all ages, however, they are more often in infants and children. Viral diseases may manifest in mucocutaneus areas either as the result of viral replication in the epidermis or as a secondary effect of viral replication elsewhere in the body. This study aimed to describe the pattern and incidences of viral skin infections. This was a retrospectives study using medical records of new patients with viral skin infection between the age of 0-14 years in Pediatric Dermatology Division at Dermatoveneneorology Clinic of Prof. Dr. R. D. Kandou General Hospital Manado from 2008 to 2012, based on the incidence, age group, gender, and type of viral skin infections. The results showed that the viral skin infection was the third highest rank of skin diseases in children with the incidence of 14.88%. Males (61.03 %) were more frequently affected than females (38.97%), with a ratio of 1.56 : 1. The most affected age group was 5-14 years old (77.33%). The most frequent found was moluscum contagiosum (52.59%) followed by verucca vulgaris (24.21%),  varicela (17.83%), herpes zoster (3.28%), and hand foot mouth disease (1.89%). Conclusion: In this study,  viral skin infections in males and in the age group of 5-14 years. Moluscum contagiosum was the most frequent found among all age groups, followed by verucca vulgaris, varicela, herpes zoster, and hand foot mouth disease.

Keywords: infection, viral, children

 

 

Abstrak: Penyakit infeksi kulit karena virus dapat terjadi pada segala usia, tetapi lebih banyak pada anak-anak. Virus dapat menyebabkan timbulnya lesi kulit sebagai hasil dari replikasi virus di epidermis ataupun sebagai efek sekunder replikasi virus di tempat lain pada tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola dan insidens penyakit  infeksi kulit karena virus. Penelitian  dilakukan secara  retrospektif dengan mengumpulkan catatan medis  pasien  baru  infeksi kulit karena virus  yang berusia 0-14 tahun di Poliklinik Kesehatan  Kulit dan Kelamin RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado periode tahun 2008-2012, yang meliputi jumlah kasus baru, usia, jenis kelamin, dan jenis penyakit  infeksi kulit karena virus. Hasil penelitian memperlihatkan penyakit infeksi kulit karena virus menempati urutan ke-3 penyakit kulit terbanyak pada anak dengan insidens 14,88%, laki-laki (61,03%) dan perempuan (38,97%), dengan rasio 1,56:1. Kelompok usia terbanyak 5-14 tahun (77,33%). Jenis penyakit infeksi kulit karena virus ialah: moluskum kontagiosum (52,59%), veruka vulgaris (24,21%),  varisela (17,83%), herpes zoster (3,28%), dan hand foot mouth disease (1,89%). Simpulan: Dalam penelitian ini, pasien anak dengan penyakit infeksi kulit akibat virus lebih banyak ditemukan pada laki-laki dan kelompok usia 5-14 tahun. Moluskum kontagiosum merupakan penyakit yang terbanyak ditemukan dan juga terbanyak pada semua kelompok usia, diikuti oleh veruka vulgaris, varisela, herpes zoster, dan hand foot mouth disease.

Kata kunci: infeksi, virus, anak

Author Biographies

Rita S. Tanamal, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unsrat

Mariani V. Lasut, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unsrat

Herry E. J. Pandaleke, Universitas Sam Ratulangi

Bagian Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin FK Unsrat

Downloads