GAMBARAN HISTOPATOLOGI KARTILAGO SENDI LUTUT TIKUS WISTAR SETELAH PEMBERIAN SIPROFLOKSASIN

Authors

  • Poppy Lintong Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Carla Kairupan Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado
  • Mulyadi Saul Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

DOI:

https://doi.org/10.35790/jbm.1.1.2009.810

Abstract

Abstract: Ciprofloxacin is a kind of antibiotic which belongs to the fluoroquinolone group. It is very effective against microbes, but has several side effects in bones, joints, and tendons, especially for individuals under 18 years. The purpose of this study was to find out the side effects of ciprofloxacin on wistar rats’ knee joints. This was an experimental and descriptive study, using 12 wistar rats as samples, which were grouped in 4 groups: 3 treated, 1 control. The treated groups were given different total daily oral doses of ciprofloxacin (2 mg, 6 mg, and 18 mg) for 14 days. On the 15th day, all the samples were terminated, and their right back knees were examined pathologically, focusing on the knee cartilages. Wistar rats treated with 18 mg ciprofloxacin showed foci of cartilage matrix edema and degradation of chondrocytes. This study concluded that 18 mg doses of ciprofloxacin daily caused destruction of the matrix and chondrocytes of the wistar rats’ knee joint cartilages.

Key words: ciprofloxasin, knee joint, matrix edema, chondrocytes’ degradation.

Abstrak: Siprofloksasin adalah antibiotik golongan fluorokuinolon yang sangat efektif untuk mengobati infeksi, namun dapat menimbulkan beberapa efek samping, antara lain gangguan pada tulang, sendi, dan tendon, terutama pada yang berusia dibawah 18 tahun. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek siprofloksasin pada sendi lutut tikus. Penelitian ini bersifat eksperimental deskriptif dengan menggunakan sampel 12 ekor tikus wistar  yang dibagi atas empat kelompok (3 kelompok perlakuan  dan 1 kelompok kontrol). Pada kelompok perlakuan diberikan siprofloksasin per oral dengan  dosis 2mg, 6 mg, dan 18 mg setiap hari  selama 14 hari. (Dosis ini pada manusia dengan berat badan rata  rata 50 kg setara dengan dosis  1000 mg, 3000 mg, dan 9000 mg per hari). Pada hari ke15, tikus kontrol dan perlakuan diterminasi kemudian sendi lutut di eksisi dan dilakukan pemeriksaan histopatologi. Pemeriksaan  histopatologi sendi lutut difokuskan pada jaringan kartilago hialin. Tikus kontrol dan tikus perlakuan dengan pemberian siprofloksasin dosis 2 mg dan 6 mg memperlihatkan jaringan kartilago normal; sedangkan pada tikus perlakuan dengan dosis 18 mg  terlihat fokus-fokus pembengkakan matriks tulang rawan dan degradasi kondrosit. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian siprofloksasin pada tikus wistar dengan dosis 18 mg (setara dengan 9000 mg pada manusia)  per hari selama 14 hari telah menimbulkan kelainan fokal pada kartilago berupa pembengkakan matriks dan degradasi kondrosit.

Kata kunci: siprofloksasin, sendi lutut, pembengkakan matriks, degradasi kondrosit.

Author Biographies

Poppy Lintong, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Bagian Patologi Anatomi

Carla Kairupan, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Bagian Patologi Anatomi

Mulyadi Saul, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Bagian Patologi Anatomi

Downloads