PSEUDOTUMOR TUBERKULOSIS HATI DIAGNOSIS MELALUI BIOPSI ASPIRASI JARUM HALUS

Authors

  • Poppy M. Lintong Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

DOI:

https://doi.org/10.35790/jbm.2.2.2010.852

Abstract

Abstract: Nowadays, the role of Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) in the evaluation of focal lesions in the liver, especially nodular hepatocellular carcinoma, is well developed. As one of the diagnostic tools, FNAB is very important in making a preoperative diagnosis to prevent unneeded hepatectomy. Although a CT scan or USG can detect a tubercular lesion in the abdo-minal cavity, this imaging is not always specific, and still needs microbiologic and histo-pathologic examinations for further confirmation. We reported a case of a 45-year-old female with a tumor in the right upper abdominal cavity. She had undergone a USG twice with two different results: the first one was a hepatoma, and the second one was a benign nodule of the liver. The AFP test was within normal limits (2.6 mg/ul). FNAB showed a tubercular granuloma consisting of epitheloid cell aggregations and Langhans datia cells, with a background of necrotic tissues, connective tissue fibrils, and normal hepatocytes. Localized tuberculosis as a clinical entity producing large nodules is exceedingly rare, even in endemic areas. These pseudotumors often resemble metastatic cancer, clinically and radiographically. By using FNAB we can detect liver tuberculosis that clinically manifests as a tumor.

Key words: FNAB, liver tuberculosis, pseudotumor.

 

 

Abstrak: Saat ini peranan biopsi  aspirasi jarum halus  dalam        hal menilai kelainan-kelainan fo-kal pada hati sudah berkembang, terutama pada nodul karsinoma hepatoseluler. Biopsi aspirasi jarum halus pada hati  sebagai salah satu sarana diagnostik  sangat berguna untuk menegakkan diagnosis preoperatif sehingga dapat  menghindari tindakan hepatektomi yang tidak perlu. Meskipun pemeriksaan computerized tomography scan (CT-scan) dan ultrasonography (USG) pada hati dapat mendeteksi lesi tuberkulosis dalam rongga perut, namun  pencitraannya tidak selalu spesifik sehingga membutuhkan konfirmasi pemeriksaan mikrobiologi dan histopatologi. Dilaporkan kasus  seorang wanita berusia 45 tahun dengan tumor pada perut kanan atas. Telah dilakukan dua kali pemeriksaan USG: yang pertama hasilnya suatu hepatoma dan yang kedua suatu nodul jinak pada hati. Pemeriksaan alpha-feto protein (AFP) dalam batas normal (2,6 mg/ul). Kemudian dilakukan pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus dengan hasil menunjukkan granuloma tuberkulosis dari agregat sel-sel epiteloid yang tersusun dalam granuloma dan sel-sel datia Langhans dengan latar belakang fokus-fokus nekrosis, fibril jaringan ikat serta sel-sel hati normal. Tuberkulosis terlokalisir pada hati  yang secara klinik menimbulkan nodul besar, sangat jarang terjadi, sekalipun pada daerah endemik. Pseudotumor seperti ini sering menyerupai  metastatik kanker secara klinik dan radiologik. Melalui pemeriksaan biopsi aspirasi jarum halus dapat dikonfirmasi suatu tuberkulosis hati yang klinisnya memberi manifestasi seperti tumor.

Kata kunci: biopsi  aspirasi jarum halus, tuberkulosis hati, pseudotumor.

Author Biography

Poppy M. Lintong, Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi Manado

Bagian Patologi Anatomi

Downloads