Gambaran Literasi Kesehatan pada pasien gagal jantung di RSUP Prof Kandou Manado

##plugins.themes.academic_pro.article.main##

Dea Mirella Getah
Muhamad Nurmansyah
Mulyadi Mulyadi

Abstract

Abstract


Background Health literacy is essential for the self-management of heart failure. Poor health literacy may result in hospital readmissions, treatment non-compliance, and worsening symptoms.Objective To describe the health literacy among heart failure patients at RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Methods This quantitative study used a descriptive design with a total sampling technique. The study was conducted at RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado. Data were collected using a validated health literacy questionnaire encompassing three domains: functional, communicative, and critical literacy. Results The results showed that patients had varied levels of health literacy. Functional literacy was the most prominent, while critical literacy tended to be lower.Conclusion The findings indicate that while some heart failure patients possess adequate functional and communicative literacy, critical literacy remains limited. Efforts are needed to improve patient comprehension and engagement in their health decisions.


 


 Keywords: health literacy, heart failure, functional literacy, communicative literacy, critical literacy


 


 


Abstrak


Latar Belakang: Literasi kesehatan sangat penting dalam manajemen mandiri pasien gagal jantung. Rendahnya literasi kesehatan dapat meningkatkan risiko rawat inap ulang, ketidakpatuhan terhadap terapi, dan memperburuk gejala. Tujuan:Mengetahui gambaran literasi kesehatan pada pasien gagal jantung di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado.. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner literasi kesehatan yang terdiri dari tiga domain yaitu fungsional, komunikatif, dan kritis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki tingkat literasi kesehatan yang bervariasi. Literasi fungsional tergolong paling tinggi, sedangkan literasi kritis cenderung rendah. Kesimpulan: Sebagian besar pasien gagal jantung memiliki literasi kesehatan fungsional dan komunikatif yang cukup, namun literasi kritis masih perlu ditingkatkan. Diperlukan intervensi untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam memahami dan mengambil keputusan terkait kesehatannya.


 


Kata kunci: literasi kesehatan, gagal jantung, literasi fungsional, literasi komunikatif, literasi kritis

##plugins.themes.academic_pro.article.details##

How to Cite
Getah, D. M., Nurmansyah, M., & Mulyadi, M. (2025). Gambaran Literasi Kesehatan pada pasien gagal jantung di RSUP Prof Kandou Manado . Mapalus Nursing Science Journal , 3(2), 169–179. https://doi.org/10.35790/mnsj.v3i02.64590

Most read articles by the same author(s)