Pengaruh pemberian ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum) terhadap gambaran histopatologik hati tikus wistar yang diberikan parasetamol dosis toksik

Authors

  • Denty M. Sidabutar
  • Carla F. Kairupan
  • Meilany Durry

DOI:

https://doi.org/10.35790/ebm.v4i1.12224

Abstract

Abstract: Clove (Syzygium aromaticum) contains eugenol, a phenolic compound, which has been suggested to possess antioxidant activity. This compound is suspected to be able to minimize damage to the liver cells caused by drugs such as paracetamol. This study aimed to observe the effects of clove leaf extract on histopathological features of Wistar rat liver tissue induced with toxic doses of paracetamol. This was an experimental laboratory study. Subjects were 24 male Wistar rats. The dose of clove leaf extract was 200 mg/day (single dose) and of paracetamol 50 mg/day (single dose) orally. Group A (negative control) was given no treatment for 14 days. Group B was given paracetamol for 14 days. Group C was given clove leaf extract for 7 days and then added with paracetamol for 7 days. Group D was given clove leaf extract and paracetamol simultaneously for 14 days. Group A showed normal histological feature of liver cells. Group B showed liver cell damage induced by paracetamol. Group C showed regeneration of liver cells, but there were still some necrosis and fatty liver cells. Group D showed regeneration of liver cells meanwhile cell necrosis was hardly found. Conclusion: Clove leaf extract could improve the histopathological changes of liver tissues of Wistar rats due to administration of paracetamol at toxic dose. This improvement was manifested as better regeneration of liver cells than that of rats not treated with clover leaf extract.

Keywords: clove, paracetamol, liver

 

Abstrak: Cengkeh (Syzygium aromaticum) mengandung senyawa eugenol, suatu komponen fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa eugenol diduga dapat meminimalisir kerusakan sel hati yang antara lain disebabkan oleh obat-obatan yang berefek hepatototoksik seperti parasetamol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun cengkeh terhadap gambaran histopatologik hati tikus wistar yang diinduksi dengan parasetamol dosis toksik. Jenis penelitian ini eksperimental laboratorik. Subjek penelitian 24 ekor tikus wistar. Pada penelitian ini digunakan ekstrak daun cengkeh 200 mg/hari (dosis tunggal) dan obat parasetamol 50 mg/hari (dosis tunggal) per oral. Subjek penelitian dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok A (kontrol negatif) tidak diberi perlakuan selama 14 hari. Kelompok B diberikan parasetamol selama 14 hari. Kelompok C diberikan ekstrak daun cengkeh selama 7 hari kemudian ditambahkan parasetamol secara bersamaan selama 7 hari. Kelompok D diberikan ekstrak daun cengkeh dan parasetamol secara bersamaan selama 14 hari. Kelompok A memperlihatkan gambaran histopatologik sel hati normal. Kelompok B memperlihatkan kerusakan sel hati berupa nekrosis dan perlemakan sel. Kelompok C memperlihatkan regenerasi sel hati namun masih terdapat nekrosis dan perlemakan sel hati. Kelompok D memperlihatkan regenerasi sel hati yang luas dan hampir tidak ditemukan nekrosis sel. Simpulan: Pemberian ekstrak daun cengkeh memperlihatkan perbaikan gambaran histopatologik jaringan hati tikus wistar yang mengalami kerusakan akibat parasetamol dosis toksik berupa regenerasi sel hati yang lebih baik dibandingkan dengan yang terlihat pada jaringan hati tikus wistar yang tidak diberi ekstrak daun cengkeh.

Kata kunci: cengkeh, parasetamol, hati

Downloads

Published

2016-05-10

Issue

Section

Articles